Gempa Lombok Bikin Sumur Kering, Pengungsi Kesulitan Air Bersih

Bangun Santoso

Kamis, 02 Agustus 2018 | 11:03 WIB
Gempa Lombok Bikin Sumur Kering, Pengungsi Kesulitan Air Bersih
Sejumlah warga korban gempa Lombok berada di pengungsian di lapangan Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7).[Antara/Ahmad Subaidi]

Suara.com - Warga Desa Obel-Obel, Sambelia, Lombok Timur yang terkena dampak gempa tektonik 6,4 Skala Richter (SR) dan saat ini mengungsi, mengeluhkan ketiadaan air bersih.

"Benar-benar tidak ada air bersih, pasca-gempa sumur dan mata air jadi kering," kata Ahmad Zuhri, korban gempa tektonik, di Lombok Timur, Rabu (1/8/2018).

Menurut dia, warga pun kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk berwudlu untuk menjalankan salat lima waktu.

"Kami terpaksa harus mengambil air dari kota kecamatan yang cukup jauh," katanya.

Ia menyebutkan warga di tempat tinggalnya, Dusun Mentarang yang menjadi pengungsi sebanyak 78 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 280 orang.

Saat ini, pengungsi dari dusun mentarang yang berada di kaki bukit itu, mengungsi berceceran yang ada juga memanfaatkan membangun tenda alakadarnya di depan rumah yang roboh.

"Yang jelas kebutuhan penting lainnya selimut dan sembilan bahan pokok," tandasnya.

Sementara itu, Saiful warga lainnya mengaku warga masih trauma karena gempa terasa begitu kencang.

"Waktu gempa kita seperti diangkat-angkat dan diayak-ayak secara bergelombang," katanya.

baca juga

Ia mengaku saat ini pasrah menghadapi cobaan tersebut karena rumah yang telah dibangunnya porak poranda tidak ada yang bisa diselamatkan.

"Semua barang tidak ada lagi yang bisa diselamatkan," keluhnya sembari menambahkan yang tersisa saat ini hanya pakaian di badan saja.

Gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter dengan kedalaman 24 km mengguncang pulau Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Bali, pada hari Minggu (29/7/2018).

Pusat evakuasi terjadi di wilayah Sembalun yang merupakan salah satu pos pendakian menuju Gunung Rinjani yang sedang ramai pengunjung. Per hari Senin (30/7/2018) terdapat 543 orang pendaki yang berhasil dievakuasi setelah sempat terjebak akibat 4 dari 5 jalur pendakian putus akibat gempa.

Selain korban jiwa 16 orang dan 300 lebih warga terluka, gempa di Lombok Timur menimbulkan kerusakan fisik parah pada ribuan bangunan rumah, gedung fasilitas publik dan perkantoran.

Pemerintah provinsi NTB menetapkan waktu tanggap darurat hingga hari Kamis (2/8/2018) dan berbagai unsur dari kementrian terkait, lembaga sosial kebencanaan dan TNI - Polri telah tiba untuk menolong warga dan melakukan evakuasi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terdampar Dua Minggu, Tunisia Perbolehkan Imigran Afrika Merapat

Terdampar Dua Minggu, Tunisia Perbolehkan Imigran Afrika Merapat

News | Rabu, 01 Agustus 2018 | 14:30 WIB

Penghormatan Terakhir Bagi Jenazah Pendaki Rinjani

Penghormatan Terakhir Bagi Jenazah Pendaki Rinjani

News | Rabu, 01 Agustus 2018 | 10:34 WIB

Korban Gempa Lombok Butuh Penanganan Trauma

Korban Gempa Lombok Butuh Penanganan Trauma

News | Rabu, 01 Agustus 2018 | 07:24 WIB

Gempa NTB, 1.090 Pendaki Rinjani Selamat, 1 Orang Tewas

Gempa NTB, 1.090 Pendaki Rinjani Selamat, 1 Orang Tewas

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 18:28 WIB

Ternyata Tak Semua Korban Gempa Lombok Dapat Santunan Rp 50 Juta

Ternyata Tak Semua Korban Gempa Lombok Dapat Santunan Rp 50 Juta

News | Selasa, 31 Juli 2018 | 16:48 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×