Terungkap, Penyebab Munculnya Lubang Misterius di Sukabumi

Bangun Santoso

Selasa, 11 September 2018 | 09:21 WIB
Terungkap, Penyebab Munculnya Lubang Misterius di Sukabumi
Lubang misterius berdiameter cukup besar muncul di area persawahan milik warga di Kampung Cipetir Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, tanah amblas berbentuk oval di Sukabumi, Jawa Barat disebabkan adanya terowongan tanah yang tergerus oleh aliran air hingga menyebabkan erosi. Dalam beberapa hari terakhir, warga heboh akan kemunculan lubang misterius di sebuah tanah persawahan di Sukabumi.

"Adanya saluran air di bawah tanah bisa memicu erosi dan menyebabkan tanah amblas. Lokasi terjadi pada lahan sawah, terletak di atas terowongan tanah dan dialiri air dibawahnya," kata Kepala Tim Peninjauan Badan Geologi, Rustam, Senin (10/9/2018).

Menurut dia, terowongan tanah ini berfungsi untuk mengalirkan air dari Sungai Cigalunggung. Berdasarkan informasi dari warga, terowongan tanah itu memang sengaja dibuat. Akan tetapi, dari hasil penyelidikan sementara Badan Geologi, terowongan tersebut bukanlah buatan manusia namun murni terjadi secara alami. Dari peta geologi regional, lokasi amblasan berada pada formasi batuan gunung api Gede yang pada umumnya bersifat mudah lapuk.

"Saya cenderung ini proses geologi karena ada vulkanik muda, batu yang mudah larut. Tapi karena deras air ini sudah lama puluhan tahun, maka muncul seperti ini (terowongan). Saya cenderung ini alami proses geologi," katanya seperti diwartakan Antara.

Dari hasil peninjauan, terowongan tanah tersebut tidak memiliki konstruksi penguat pada dinding dan atapnya, hingga membuat sedikit demi sedikit tergerus oleh aliran air hingga akhirnya amblas.

"Karena terus tergerus menyebabkan adanya rongga bawah tanah yang semakin membesar dan tidak kuat menahan beban tanah di atasnya," ujar Rustam.

Menurut dia, amblasan tanah terjadi di Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Amblasan berbentuk oval tersebut memiliki dimensi panjang 6,5 meter, lebar 4 meter dengan kedalaman 6 meter.

Adapun ukuran terowongan tanah tersebut memiliki panjang sekitar 50 meter, dengan tinggi mulut terowongan 3,2 meter, lebar 2,5 meter yang melintas dari arah barat laut menuju tenggara atau Sungai Cigalunggung.

Agar menghindari adanya amblasan lain, perlu adanya penguatan pada dinding dan atap sepanjang terowongan tanah tersebut. Hal ini dilakukan agar tanah di atasnya tetap stabil.

baca juga

"Langkah awalnya perlu dilakukan pembersihan sumbatan tanah amblasan pada terowongan agar aliran air tetap terjaga dan tidak terjadi akumulasi dan luapan air," katanya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu dekat dengan lokasi amblasan yang telah terbentuk, agar menghindari terjadinya amblasan akibat pelapukan tanah susulan.

"Masyarakat tetap waspada terhadap amblasan tanah, namun tetap tidak panik maupun terlalu dekat dengan dinding amblasan," imbuh Rustam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kesaksian Korban Bus Maut Sukabumi, Liburan Berakhir Petaka

Kesaksian Korban Bus Maut Sukabumi, Liburan Berakhir Petaka

News | Selasa, 11 September 2018 | 07:05 WIB

Selain Sukabumi, Ini Deretan Sinkhole Terbesar di Dunia

Selain Sukabumi, Ini Deretan Sinkhole Terbesar di Dunia

Tekno | Senin, 10 September 2018 | 20:15 WIB

Penumpang Bus Maut Sukabumi Ternyata Tak Diasuransikan

Penumpang Bus Maut Sukabumi Ternyata Tak Diasuransikan

News | Senin, 10 September 2018 | 07:44 WIB

Sebelum Masuk Jurang Bus Maut Sukabumi Sempat 2 Kali Rusak

Sebelum Masuk Jurang Bus Maut Sukabumi Sempat 2 Kali Rusak

News | Senin, 10 September 2018 | 07:10 WIB

Bus Masuk Jurang di Cikidang, Jasa Raharja Berikan Santunan

Bus Masuk Jurang di Cikidang, Jasa Raharja Berikan Santunan

News | Senin, 10 September 2018 | 03:00 WIB

Terkini

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Riau | Senin, 28 September 2026 | 10:23 WIB

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:22 WIB

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:20 WIB

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:19 WIB

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:13 WIB

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:10 WIB

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:09 WIB

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Banten | Senin, 28 September 2026 | 10:08 WIB

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 10:07 WIB

Gaji Dipotong Pajak Terus tapi Fasilitas Publik Bapuk, Negara Ngapain Aja?

Gaji Dipotong Pajak Terus tapi Fasilitas Publik Bapuk, Negara Ngapain Aja?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 10:05 WIB

×