Miris, Warga Pandeglang Masih BAB di Hutan Dekat Proyek KEK

Pebriansyah Ariefana

Senin, 17 September 2018 | 11:51 WIB
Miris, Warga Pandeglang Masih BAB di Hutan Dekat Proyek KEK
Ilustrasi buang air besar (BAB). (Shutterstock)

Suara.com - Masyarakat Kampung Lampis, RT 01/ RW 03, Desa Tarumanegara, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, masih memiliki kebiasaan buang air besar atau BAB sembarangan di hutan sekitar yang ada di kampung itu.

Potret keterbelakangan di Kampung Lampis adalah ironi, saat kampung tersebut sejak beberapa tahun ke belakang telah ditetapkan desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Tanjung Lesung.

Kebiasaan menahun tersebut dilakukan warga disebabkan sejumlah faktor, di antaranya minimnya sarana mandi, cuci, kakus atau MCK di desa tersebut dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Nyaris tak ada warga yang memiliki toilet pribadi di rumahnya. Satu-satunya sarana MCK yang ada di kampung itu adalah sebuah sumur berukuran 2×2 meter.

Setiap pagi dan sore, sumur tersebut selalu penuh dengan antrean warga. Padahal kondisi air di sumur tersebut tidak layak untuk digunakan karena kotor.

Irsad, salah seorang warga Kampung Lampis mengatakan, kampung tersebut tak pernah tersentuh dengan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas), maupun program lain sejenisnya.

“(Program) itu tidak ada. Jadi yang ada aja kita manfaatkan untuk mandi. Kalau ada pamsimas mah kami mau agar tidak menggunakan air keruh itu lagi,” kata Irsad kepada BantenHits.com (Jaringan Suara.com).

Edi, warga lainnya menambahkan, warga di Kampung Lampis memang masih sangat tertinggal. Warga terpaksa melakukan kebiasaan buruk BAB sembarangan di hutan, karena tidak adanya fasilitas untuk BAB.

“Kami tahu kebiasaan tersebut berdampak buruk pada lingkungan. Tapi mau gimana lagi? Tidak ada fasilitas. Rumah aja kebanyakan tidak layak huni,” jelas Edi.

baca juga

Ia berahrap, kondisi masyarakat Kampung Lampis yang mengkhawatirkan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah, agar kebiasaan buruk tersebut bisa dihilangkan.

“Harapannya ingin ada pamsimas dan fasilitas yang lain,” harapnya.

Artikel ini sebelumnya dimuat oleh BantenHits.com yang merupakan jaringan Suara.com dengan judul: Warga Kampung Lampis BAB Sembarangan di Hutan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin BAB Lancar, Konsumsi 6 Makanan Tinggi Serat Ini

Ingin BAB Lancar, Konsumsi 6 Makanan Tinggi Serat Ini

Health | Selasa, 11 September 2018 | 05:00 WIB

Tiap Hari, Pelajar di Pandeglang Bertaruh Nyawa Demi ke Sekolah

Tiap Hari, Pelajar di Pandeglang Bertaruh Nyawa Demi ke Sekolah

News | Kamis, 23 Agustus 2018 | 13:54 WIB

Ibu-ibu Paruh Baya Jadi Pengedar Uang Palsu, Modusnya Belanja

Ibu-ibu Paruh Baya Jadi Pengedar Uang Palsu, Modusnya Belanja

News | Rabu, 22 Agustus 2018 | 14:17 WIB

MUI Pandeglang: #2019GantiPresiden adalah Makar Terselubung

MUI Pandeglang: #2019GantiPresiden adalah Makar Terselubung

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 14:46 WIB

Usai Bunuh Kekasih, Roy Bawa Lari Janda Beranak Satu

Usai Bunuh Kekasih, Roy Bawa Lari Janda Beranak Satu

News | Rabu, 01 Agustus 2018 | 13:44 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×