Budiman: Kubu Prabowo - Sandiaga Bukan Korban Ratna Sarumpaet

Reza Gunadha, Erick Tanjung

Jum'at, 05 Oktober 2018 | 18:27 WIB
Budiman: Kubu Prabowo - Sandiaga Bukan Korban Ratna Sarumpaet
Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko. (Suara.com/Argo)

Suara.com - Budiman Sutjatmiko,  anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maruf Amin, menilai kasus penyebaran informasi bohong alias hoaks oleh aktivis politik Ratna Sarumpaet sengaja diciptakan oleh kelompok politik tertentu.

Tujuannya, menurut Budiman, untuk membuat kegaduhan di tengah masyarakat yang bermuara pada keuntungan kelompok politik tertentu.

Karena itulah, anggota Fraksi PDIP DPR RI itu menduga, terdapat aktor politik di balik hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Bahkan, ia menduga kubu pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno terlibat penyebaran hoaks tersebut.

"Karena memang orang mau dikacaukan menggunakan kabar palsu. Jadi saya tidak percaya Ratna Sarumpaet adalah pelaku tunggal. Saya tidak percaya orang-orang di sekitar Pak Prabowo atau Pak Prabowo sendiri adalah korban," kata Budiman di Rumah Cemara, Menteng, Juma (5/10/2018).

Mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik itu menganggap kebohongan Ratna soal penganiayaan diciptakan secara sistematis.

”Jadi, kalau kita percaya Ratna Sarumpaet adalah pemain tunggal, ibaratnya kita percaya mantan Presiden AS John F Kennedy itu ditembak mati oleh pelaku tunggal,” tukasnya.

Menurutnya, berita hoaks Ratna dianiaya targetnya menyasar pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dengan begitu, Jokowi akan dilabeli sebagai pemimpin yang represif terhadap orang yang kritis terhadap pemerintah.

“Bahkan tokoh-tokoh di sekitar Pak Prabowo, mulai dari Pak Djoko Santoso, Amien Rais, Fuad Bawazir, Rocky Gerung, Hanum Rais, Rachel Maryam, Fadli Zon, dan lain-lain yang kemudian mengeksploitasi lewat medsos. Mereka menciptakan ketakutan, bahwa aku juga bisa mengalami hal seperti yang ibu RS alami," kata dia.

baca juga

Dia berpandangan, orang-orang di kubu Prabowo – Sandiaga yang termakan hoaks Ratna bukanlah korban. Fenomena tersebut, kata Budiman, pernah terjadi ketika Pemilu AS dan Pilkada DKI Jakarta, di mana informasi bohong dijadikan senjata.

"Ini teknik firehose of falsehood namanya. Sebuah teknik yang biasa dipakai dalam dunia perang psikologis, intelijen, untuk memenangkan pemilihan Trump, Brexit. Teknik ini sudah diteliti dengan menggunakan berbagai macam saluran media bervolume tinggi dan banyak. Mulai dari media konvensional televisi, koran, sosial media, dan lain-lain," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bertemu Jokowi, Jadi Kado Terindah Sutopo Jelang Ulang Tahun

Bertemu Jokowi, Jadi Kado Terindah Sutopo Jelang Ulang Tahun

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 16:21 WIB

Bertemu di Istana, Jokowi Baru Tahu Sutopo Idap Kanker Stadium 4

Bertemu di Istana, Jokowi Baru Tahu Sutopo Idap Kanker Stadium 4

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 15:51 WIB

Fahri Hamzah: Kalau  Mahfud MD Korban Hoaks Siapa ya?

Fahri Hamzah: Kalau Mahfud MD Korban Hoaks Siapa ya?

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 15:14 WIB

Akhirnya, Sutopo Bertemu Jokowi: Mimpi Akhirnya Terwujud

Akhirnya, Sutopo Bertemu Jokowi: Mimpi Akhirnya Terwujud

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 15:09 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×