Sehari Mencari, Tim SAR Temukan 15 Kantong Serpihan Lion Air

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 30 Oktober 2018 | 12:38 WIB
Sehari Mencari, Tim SAR Temukan 15 Kantong Serpihan Lion Air
Petugas mengidentifikasi identitas korban Pesawat Lion Air penerbangan JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Suara.com - Tim SAR membawa satu kantong isi serpihan pesawat dari hasil pencarian Lion Air JT 610 ke posko taktis JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (30/10/2018). Dari hari pertama pencarian hingga hari kedua pukul 11.42 WIB, total ada 25 kantong yang berhasil dibawa, di mana sebanyak 10 kantong berisi jenazah dan sisanya berisi serpihan pesawat.

Penyelaman untuk pencarian korban Lion Air sudah dilakukan sejak 06.00 WIB. Sementara pencarian dipermukaan laut terus dilakukan 24 jam.

Tim SAR gabungan juga tengah mengidentifikasi barang-barang korban yang ditemukan pada Senin (29/10/2018) seperti dompet, data diri, paspor dan juga barang pribadi lainnya.

Sebelumnya, pesawat type Boeng 737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.

Pesawat dengan nomor registrasi PK LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.

Basarnas memastikan pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Korban dari pesawat nahas telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.

Pesawat itu sendiri dikabarkan membawa 189 penumpang, terdiri atas penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi dengan dua Pilot dan lima awak pesawat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kesaksian Nelayan Tanjung Pakis Saat Lion Air JT 610 Jatuh

Kesaksian Nelayan Tanjung Pakis Saat Lion Air JT 610 Jatuh

News | Selasa, 30 Oktober 2018 | 12:33 WIB

2 Hari Cari Korban Lion Air Jatuh, Belum Ditemukan Jasad Utuh

2 Hari Cari Korban Lion Air Jatuh, Belum Ditemukan Jasad Utuh

News | Selasa, 30 Oktober 2018 | 12:29 WIB

Boeing 737 Max 8 Lion Air Tipe Terbaru Paling Laris

Boeing 737 Max 8 Lion Air Tipe Terbaru Paling Laris

Tekno | Selasa, 30 Oktober 2018 | 12:26 WIB

Pencari Korban Lion Air Temukan Potongan Tubuh Manusia Membusuk

Pencari Korban Lion Air Temukan Potongan Tubuh Manusia Membusuk

News | Selasa, 30 Oktober 2018 | 12:21 WIB

Baru 87 Korban Lion Air dari Keluarga Masuk Data Crisis Center

Baru 87 Korban Lion Air dari Keluarga Masuk Data Crisis Center

News | Selasa, 30 Oktober 2018 | 12:09 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×