Keracunan Asap Genset, 10 Siswi Sedang Berkemah Tumbang

Agung Sandy Lesmana

Sabtu, 10 November 2018 | 20:55 WIB
Keracunan Asap Genset, 10 Siswi Sedang Berkemah Tumbang
Ilustrasi pelajar SMP keracunan.[Suara.com/Istimewa]

Suara.com - Sepuluh siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mendadak keracunan saat mengikuti perkemahan di Bumi Perkemahan Lemdikada Sungai Ulin Banjarbaru pada Sabtu pagi. Para pelajar itu diduga keracunan karena mengirup gas karbon monoksida yang berasal dari mesin genset yang sedang dinyalakan di dekat tenda.

Akibat hal itu, kesepuluh siswi tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Petugas langsung mengambil tindakan medis untuk menolong seluruh korban, dan kondisi mereka sudah mulai membaik meskipun ada yang harus menjalani rawat inap dan terus diawasi," kata Direktur Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura Topik Norman Hidayat seperti dikutip Antara

Dia mengatakan, sebelum mendapatkan perawatan, korban keracunan gas itu menjalani observasi di ruang IGD untuk mengetahui kondisi mereka setelah menghirup gas CO yang menjadi racun bagi tubuh.

Dari hasil pengecekan, satu siswi langsung dinyatakan paling parah mengalami keracunan. Sedangkan semnbilan korban lainnya dalam perbaikan klinis dengan kondisi yang stabil dan membaik.

"Satu orang harus menjalani perawatan intensif karena kondisinya dalam keadaan gawat, sedangkan sembilan orang lain masih dalam pengawasan dilihat dari keadaannya setelah dirawat," ujarnya

Menurutnya, empat orang dari sembilan siswi jika dalam 2x24 jam kondisinya pulih maka diperbolehkan pulang, dan lima pasien lainnya apabila kondisi tubuhnya dalam waktu 1x24 jam pulih, juga dibolehkan pulang.

"Seluruh pasien masih dalam penanganan dokter spesialis paru dr Hendra Agus Setiawan dan dilakukan tindakan oksigenisasi meningkatkan tekanan oksigen untuk mengeluarkan karbon monoksida," ujarnya lagi.

Dia juga mengatakan, sepuluh siswi tersebut terlalu banyak menghirup CO, gas yang memiliki daya ikat 200 hingga 300 lebih besar dari O2, namun beruntung cepat dilarikan ke rumah sakit sehingga dapat tertolong.

baca juga

Dokter spesialis paru RS Ratu Zalecha dr Hendra Agus Setiawan menjelaskan bahaya menyalakan dan menggunakan genset, kendaraan bermotor dan sejenis dalam ruangan tertutup karena menghasilkan CO.

"Efeknya bisa menyebabkan keracunan karena CO tidak berbau, berbentuk dan hampir sama O2. Jika mengalami gejala pusing, lemas, muntah segera keluar dari ruangan dan bawa ke rumah sakit," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

25 Murid Keracunan, Polisi Uji Sampel Es Susu Berancun ke Lab

25 Murid Keracunan, Polisi Uji Sampel Es Susu Berancun ke Lab

News | Rabu, 07 November 2018 | 15:43 WIB

Terduga Pemberi Es Beracun kepada 25 Murid Berambut Gondrong

Terduga Pemberi Es Beracun kepada 25 Murid Berambut Gondrong

News | Selasa, 06 November 2018 | 17:46 WIB

Lelaki Misterius Sebar Minuman Gratis, 25 Siswa SD Keracunan

Lelaki Misterius Sebar Minuman Gratis, 25 Siswa SD Keracunan

News | Selasa, 06 November 2018 | 15:26 WIB

Infeksi Salmonella, 83 Orang Keracunan Usai Makan Laksa

Infeksi Salmonella, 83 Orang Keracunan Usai Makan Laksa

Health | Selasa, 23 Oktober 2018 | 15:53 WIB

Berkemah di Akhir Pekan Bisa Mengatasi Insomnia, Kok Bisa?

Berkemah di Akhir Pekan Bisa Mengatasi Insomnia, Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 22 Oktober 2018 | 18:50 WIB

Terkini

Tiba di Jakarta, Bupati Langkat Syah Afandin Digiring Lewat Pintu Belakang KPK

Tiba di Jakarta, Bupati Langkat Syah Afandin Digiring Lewat Pintu Belakang KPK

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:07 WIB

Siksa Istri Siri Pakai Air Keras dan Paksa Buat Sabu, Aiptu N Ditahan Propam Polda Jateng!

Siksa Istri Siri Pakai Air Keras dan Paksa Buat Sabu, Aiptu N Ditahan Propam Polda Jateng!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:51 WIB

Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum

Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:43 WIB

Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian

Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:37 WIB

Diduga Jual Jalur Cepat Impor, 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78 Miliar

Diduga Jual Jalur Cepat Impor, 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78 Miliar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:35 WIB

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:29 WIB

Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas

Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:25 WIB

KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total

KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:23 WIB

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:17 WIB

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:08 WIB

×