Jokowi Soal Isu PKI: Cara Politik Tak Beradab, Harus Dihentikan!

Agung Sandy Lesmana
Jokowi melantik Letjen Andika Perkasa sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di istana, Kamis (22/11/2018). (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Jokowi melantik Letjen Andika Perkasa sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di istana, Kamis (22/11/2018). (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Menurutnya, beredarnya isu PKI di media sosial merupakan cara yang tidak elegan dalam berpolitik.

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) merespons menyeruaknya isu dirinya disebut-sebut sebagai pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurutnya, beredarnya isu PKI di media sosial merupakan cara yang tidak elegan dalam berpolitik.

Dia memperkirakan, isu tersebut akan terus digoreng ke seluruh Indonesia jelang pelaksanaan Pilpres 2019, mendatang.

"Cara politik yang tidak beretika dan tidak beradab ini harus segera dihentikan," kata Jokowi saat berpidato di hadapan ribuan kader sembilan koalisi partai Tim Kampanye Daerah (TKD) di Palembang, Sumsel, Minggu (25/11/2018).

Jokoi tampaknya mulai geram dengan isu PKI yang kian massif disebarka di dunia maya. Dia mengaku akan memerintahkan aparat penegak hukum untuk menangkap para pelaku terkait kasus penyebaran fitnah dan kabar bohong alias hoaks soal PKI tersebut.

 "Kita ini berbeda agama, tradisi, budaya dan bahasa daerah. Kalau masih saja terjadi, akan saya kejar (pelakunya). Ini merusak tatanan demokrasi kita," kata dia.

Dia menyangkal keluarganya memiliki riwayat sebagai pendukung ideologi komunis. Dia pun mempertanyakan isu tersebut. Sebab, kata Jokowi kala ada peristiwa pemberontakan pada 30 September 1965 itu, umurnya masih bayi.

"Saya masih sabar. Sabar. Sekarang saya jawab. PKI itu terjadi tahun 1965, sedangkan saya lahir tahun 1961, masa ada balita sudah jadi kader," kata dia.

Meski demikian, dia menyayangkan masih ada sebagian masyarakat yang masih mempercayai isu yang menyebut dirinya sebagai anggota PKI.

"Media sosial yang saat ini terus menyerang masyarakat dengan informasi hoaks. Hasilnya, setidaknya 6 persen masyarakat masih termakan isu tersebut," pungkasnya.

Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS