Ratusan PNS Yogyakarta Terjangkit HIV/AIDS, Ini Penyebabnya

Bangun Santoso

Minggu, 02 Desember 2018 | 09:03 WIB
Ratusan PNS Yogyakarta Terjangkit HIV/AIDS, Ini Penyebabnya
Ilustrasi HIV/AIDS

Suara.com - Ratusan pegawai negeri sipil (PNS) di Daerah Istimewa Yogyakarta terdeteksi mengidap HIV/AIDS. Pemda DIY akan memaksimalkan pembinaan PNS untuk meminimalkan perkembangan jumlah tersebut.

Berdasarkan data Dinkes DIY hingga September 2018, jumlah penderita sebanyak 6.183 terdiri atas 4.610 HIV dan 1.573 AIDS. Kota Jogja terdiri atas 1.133 HIV dan 263 AIDS, Bantul 1.023 HIV dan 326 AIDS, Sleman 1.089 HIV dan 367 AIDS, Gunungkidul 325 HIV dan 220 AIDS, Kulonprogo 257 HIV dan 25 penderita AIDS serta warga dari luar DIY yang tinggal di DIY 636 HIV dan 286 AIDS.

Untuk kasus HIV, kelompok umur antara 20 hingga 29 tahun menjadi penderita terbanyak dengan jumlah 1.413 orang dan usia antara 30 hingga 39 tahun sebanyak 1.328 orang.

Dari sisi pekerjaan ibu rumah tangga (IRT) di DIY tercatat 533 yang terkena HIV AIDS, mahasiswa 344, sopir 52, penjaja seks 182, TNI/Polri 33, petani atau peternak 104, wiraswasta 694, profesional non medis sebanyak 414, narapidana 34, tenaga non profesional 319, buruh kasar 314, seniman 20, pelaut empat orang, dan PNS di DIY tercatat 108 orang yang terkena HIV/AIDS.

"Data ini per September, masih ada sisa waktu di 2018 [yang belum dimasukkan datanya]," terang Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastutie dalam seminar Hari AIDS di Kepatihan, seperti diwartakan Solopos.com, Sabtu (1/12/2018).

Sekda DIY Gatot Saptadi mengakui tingginya jumlah PNS mengidap HIV/AIDS yang mencapai ratusan, tentu menjadi keprihatinan tersendiri. Pihaknya akan berusaha meminimalisasi jumlah itu melalui berbagai program salah satunya mengurangi peluang agar PNS tidak terkena HIV/AIDS.

Perilaku

Data itu memang berdasarkan temuan, bukan PNS sendiri yang melapor telah terkena HIV/AIDS. Jumlah PNS mengidap HIV/AIDS di DIY, lanjutnya, tergolong rendah dibandingkan Papua dan DKI Jakarta.

"Tadi kami sempat ngobrol sambil guyon sama Bu Tutie [Kabiro Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan] sama Bu Kepala Dinas [Kesehatan DIY] ya, perjalanan dinas barang kali, peluangnya [terkena] keluar dari Jogja, keluar dari rumah, tetapi itu masukan bagi kami," kata Gatot di sela-sela seminar itu.

baca juga

Beragam program akan diarahkan pada regulasi kepegawaian. Konseling atau pembinan berkelanjutan akan diberikan kepada PNS dengan mengacu pada kedisiplinan pegawai. Gatot tidak menampik, perilaku menjadi paling dominan yang bisa mengarahkan ke tindakan berpotensi penyebaran HIV/AIDS.

Pembinaan keagamaan bagi PNS menjadi salah satu upaya mengatasi persoalan ini. Gatot meyakini jika berpegang pada agama dengan baik maka segala perilaku buruk dapat dihindari. Karena ada ajaran yang harus dilakukan dengan mengarah pada hal positif.

"Sebenarnya tidak hanya ini [kasus HIV/AIDS] saja mungkin perilaku lain juga ada yang dilakukan [PNS] yang tidak sesuai dengan jiwa PNS. Bahwa PNS itu ya pengayom teladan masyarakat, masak teladan masyarakat kayak gitu [berperilaku buruk]," ujarnya.

Gatot menegaskan pihaknya tidak mendiskrimansi PNS yang mengidap HIV/AIDS. Bahkan dalam CPNS pun masih tetap bisa diterima. Instansi kesehatan hingga pendidikan harus memberikan layanan kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dengan tanpa membeda-bedakan. Ia mengatakan jika ada instansi yang mendiskriminasi ODHA secara umum, hal itu akan dilakukan pembenahan ke depannya.

Terkait layanan HIV AIDS, Pembayun menyatakan saat ini sudah banyak puskesmas yang mampu memberikan layanan VCT kepada masyarakat. Sehingga siapa saja bisa dengan mudah memeriksakan kondisinya terkait kemungkinan terinfeksi HIV/AIDS atau tidak. "Kami bekerjasama dengan LSM dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari AIDS Sedunia, Ini Data dan Fakta Soal HIV-AIDS di Indonesia

Hari AIDS Sedunia, Ini Data dan Fakta Soal HIV-AIDS di Indonesia

Health | Minggu, 02 Desember 2018 | 08:02 WIB

Kenakan Blangkon, Peserta Reuni 212 Yogyakarta Bak Prajurit Keraton

Kenakan Blangkon, Peserta Reuni 212 Yogyakarta Bak Prajurit Keraton

News | Minggu, 02 Desember 2018 | 06:19 WIB

Peringati Hari AIDS Sedunia, Mari Ketahui Lebih Jauh Penyakit Ini

Peringati Hari AIDS Sedunia, Mari Ketahui Lebih Jauh Penyakit Ini

Health | Sabtu, 01 Desember 2018 | 20:00 WIB

Anak Penderita HIV Dilarang Bersekolah, Sebegitu Menularkah?

Anak Penderita HIV Dilarang Bersekolah, Sebegitu Menularkah?

Health | Sabtu, 01 Desember 2018 | 19:30 WIB

Hari AIDS Sedunia, Kemenkes: Obat Antiretroviral Dijamin Pemerintah

Hari AIDS Sedunia, Kemenkes: Obat Antiretroviral Dijamin Pemerintah

Health | Sabtu, 01 Desember 2018 | 14:25 WIB

Terkini

Kenapa Bendera Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang Sebelum Hari Kesaktian Pancasila?

Kenapa Bendera Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang Sebelum Hari Kesaktian Pancasila?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Sesuai Pedoman Kementerian Kebudayaan

Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Sesuai Pedoman Kementerian Kebudayaan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Bukan Sekadar Mandi Biasa, Ini 6 Fakta Unik Festival Air Terbesar di Bhutan

Bukan Sekadar Mandi Biasa, Ini 6 Fakta Unik Festival Air Terbesar di Bhutan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Apindo Singgung RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, Ancam Penciptaan Lapangan Kerja

Apindo Singgung RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, Ancam Penciptaan Lapangan Kerja

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:35 WIB

6 Zodiak yang Bakal Kaya Raya di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

6 Zodiak yang Bakal Kaya Raya di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026, Lengkap dengan Pedoman Peringatannya

Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026, Lengkap dengan Pedoman Peringatannya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:35 WIB

1 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:25 WIB

7 Sepatu Lari Ortuseight Terbaru Murah dan Empuk

7 Sepatu Lari Ortuseight Terbaru Murah dan Empuk

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Kebakaran Hebat Kembali Melanda TPA Jatibarang Semarang

Kebakaran Hebat Kembali Melanda TPA Jatibarang Semarang

Foto | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

×