Pasca Tsunami Anyer - Lampung, Anak Krakatau Waspada, Jangan Mendekat

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 23 Desember 2018 | 12:33 WIB
Pasca Tsunami Anyer - Lampung, Anak Krakatau Waspada, Jangan Mendekat
Pulau Anak Krakatau. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Gunung Anak Krakatau terpantau berstatus level II atau wapada, Minggu (23/12/2018) siang. Warga sekitar pulau di Gunung Anak Krakatau diimbau tak mendekat untuk jarak 2 km.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Rudy Suhendar menjelaskan masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang. Selain itu jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami.

"Serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," kata Rudy Suhendar.

Selain itu, PVMBG meragukan penyebab tsunami Anyer - Lampung karena reruntuhan batu dari Gunung Anak Krakatau, Sabtu (22/12/2018) malam. Perlu pemantauan lebih lanjut untuk menyimpulkannya.

Saat rekaman getaran tremor tertinggi Gunung Anak Krakatau yang selama ini terjadi sejak bulan Juni 2018 tidak menimbulkan gelombang terhadap air laut bahkan hingga tsunami.

"Material lontaran saat letusan yang jatuh di sekitar tubuh gunungapi masih bersifat lepas dan sudah turun saat letusan ketika itu," kata Rudy Suhendar.

Rudy Suhendar menilai untuk menimbulkan tsunami sebesar itu perlu ada runtuhan yang cukup besaryang masuk ke dalam kolom air laut. Selain itu untuk merontokan bagian tubuh Gunung Anak Krakatau yang longsor ke bagian laut diperlukan energi yang cukup besar.

"Ini tidak terdeksi oleh seismograph di pos pengamatan gunung api," kata dia.

"Masih perlu data-data untuk dikorelasikan antara letusan gunungapi dengan tsunami," tegasnya.

baca juga

Salah satu daerah wisata, Tanjung Lesung , kabupaten Pandeglang menjadi salah satu lokasi yang terkena imbas tsunami yang terjadi di Selat sunda. Gelombang itu setinggi 2 meter.

Kekinian, sebanyak 62 orang tewas diterjang tsunami Anyer - Lampung, Sabtu (22/12/2018). Tsunami menerjang pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten. Sebanyak 584 orang luka-luka dan 20 orang hilang. Data update itu pukul 10.00 WIB siang ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kisah Pilu Leni, Balita 3 Tahun Tewas Ikut Tersapu Tsunami Anyer - Lampung

Kisah Pilu Leni, Balita 3 Tahun Tewas Ikut Tersapu Tsunami Anyer - Lampung

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 12:22 WIB

Tsunami Anyer - Lampung, Transportasi di Pandeglang Lumpuh

Tsunami Anyer - Lampung, Transportasi di Pandeglang Lumpuh

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 12:12 WIB

Evakuasi Korban Tsunami, Puluhan Ambulans ke Tanjung Lesung

Evakuasi Korban Tsunami, Puluhan Ambulans ke Tanjung Lesung

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 12:12 WIB

Jokowi Berduka Tsunami Anyer - Lampung: Semoga Diberi Kesabaran

Jokowi Berduka Tsunami Anyer - Lampung: Semoga Diberi Kesabaran

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 12:07 WIB

PVMBG Ragukan Tsunami Anyer -Lampung karena Runtuhan Gunung Anak Krakatau

PVMBG Ragukan Tsunami Anyer -Lampung karena Runtuhan Gunung Anak Krakatau

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 12:00 WIB

Terkini

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

×