Survei Indikator: Basis Pemilih Jokowi - Maruf Amin Tak Solid dan Terpecah

Pebriansyah Ariefana
Survei Indikator: Basis Pemilih Jokowi - Maruf Amin Tak Solid dan Terpecah
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin saat mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Bahkan pemilih Jokowi - Maruf Amin ada yang belok untuk mendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Suara.com - Survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan basis pemilih Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin tidak solid. Bahkan pemilih Jokowi - Maruf Amin ada yang belok untuk mendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Peneliti Senior Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida mengatakan hal itu terjadi karena split ticket voting.Split Ticket Voting merupakan perilaku pemilih yang memberikan suara kepada paslon yang berbeda dari yang dicalonkan oleh parpol yang didukung.

Menurut Rizka, basis Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pengusung Jokowi - Maruf Amin mencapai 56,2 persen. Sementara Koalisi Adil Dan Makmur pengusung Prabowo - Sandiaga 26,2 persen.
Selebihnya merupakan kelompok non partisan dan basis partai di luar koalisi pengusung dan pendukung.

Survei Indikator Politik ini dilakukan dalam rentang waktu 16-26 Desember 2018 melalui wawancara langsung. Dengan menerapkan sistem multistage random sampling pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden yang dilibatkan sebanyak 1.220 dengan margin of error 2,9 persen.

Dalam simulasi dua pasangan calon yang dilakukan oleh Indikator, dengan pertanyaan jika pemilihan presiden diadakan sekarang siapa yang akan dipilih. Maka, PKPI yang berada di koalisi Jokowi-Ma'ruf menjadi partai yang paling solid, 100 persen pemilihnya mendukung paslon nomor urut 01.

Di posisi kedua, yakni PSI sebanyak 91,9 persen pemilihnya memilih Jokowi-Ma'ruf, sementara 8,1 persen membelot ke Prabowo-Sandi. Di posisi tiga diduduki PDIP sebagai pengusung utama Jokowi.

"Sebanyak 90,1 persen basis PDIP memilih Jokowi - Maruf Amin, sementara 6,0 persen berpaling ke Prabowo-Sandi. Dan 3,9 persen tidak menjawab," kata dia di Kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).

Sementara itu, tiga partai yang split ticket voting nya tinggi atau tidak solid diisi oleh Partai Hanura, PPP dan Golkar. Split basis pemilih tiga partai ini masih di atas 30 persen. Basis pemilih PPP yang mendukung 01 hanya 53,7 persen dan 43,2 persen ke Prabowo - Sandiaga serta 3,1 persen tidak menjawab.

Basis pemilih Partai Hanura, lanjut Rizka, hanya 59,1 persen yang memilih Jokowi - Maruf Amin, dan sebanyak 39,6 persennya ke Prabowo-Sandi serta 1,3 persen tidak menjawab. Sementara itu, basis pemilih Golkar sebanyak 62,1 persen mendukung petahana, sedangkan 31,2 persen ke Prabowo - Sandiaga dan 6,7 persen tidak menjawab.

"Pada kelompok partai koalisi Jokowi - Maruf Amin, basis pemilih PPP dan Hanura paling banyak terbelah kepada oposisi," kata Rizka.

Partai pengusung lainnya seperti PKB sebanyak 66,6 persen basis pemilihnya solid kepada pasangan Jokowi - Maruf Amin, dan 27,0 persen ke Prabowo - Sandiaga dan 6,4 persen tidak menjawab. NasDem 69,6 persen pemilihnya solid kepada petahana, dan 27,8 persen membelot ke Prabowo - Sandiaga, 2,6 persen tidak menjawab. Perindo 69,9 persen pemilihnya setia kepada paslon 01, dan 27,9 persen ke Prabowo - Sandiaga, dan 2,2 persen tidak memilih.

Dari data tersebut dapat disimpulkan jika 75,9 persen basis pemilih Jokowi - Maruf Amin dari 9 partai koalisinya dinyatakan royal kepada pasangan 01. Sedangkan yang masih split atau bisa berubah mencapai 24,1 persen.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS