Batal Dibebaskan, Abu Bakar Baasyir Titip Pesan ke Jokowi

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 23 Januari 2019 | 17:17 WIB
Batal Dibebaskan, Abu Bakar Baasyir Titip Pesan ke Jokowi
Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir dengan pengawalan petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Kencana, Jakarta, Kamis (1/3).

Suara.com - Abu Bakar Baasyir meyakinkan Jokowi jika keyakinannya terhadap Islam bagian dari kecintaannya terhadap negara. Ungkitan terpidana terorisme itu dititipkan sebagai pesan untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Pengacara Abu Bakar Baasyir, Ahmad Michdan menjelaskan kliennya tidak akan membahayakan negara setelah bebas.

"Beliau pesan tolong diingatkan presiden, keyakinan beliau kepada islam bagian lain dari kecintaannya kepada negara," kata Ahmad, di depan gerbang Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (23/1/2019).

Meski belum dapat kepastian bebas, kondisi Abu Bakar Baasyir kondiis psikis Abu Bakar Ba'asyir masih stabil. Ia pun, lanjut Ahmad, mengaku telah ikhlas kapan saja dibebaskan dari Lapas Gunung Sindur.

Pengacara Abu Bakar Baasyir, Ahmad Michdan. (Suara.com/Rambiga)
Pengacara Abu Bakar Baasyir, Ahmad Michdan. (Suara.com/Rambiga)

"Kata beliau, kapan pun saya dikeluarkan tidak masalah, sudah ikhlas. Tapi ini kan beliau dijanjikan (bebas tanpa syarat). Dan kondisi kesehatannya sekarang sehat, ya sehatnya beliau sehat orangtua dan memang ada sakit kaki," ungkap Ahmad.

Untuk itu, pihaknya akan menagih janji yang sebelumnya disampaikan kuasa hukum capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra bahwa pimpinan Jemaah Anshoru Tauhid (JAT) itu akan bebas tanpa syarat pekan ini.

"Hari ini, sesuai janji mereka yang mau bebaskan kita mengusulkan hari ini. Tapi sampai kita ketemu teman-teman (wartawan) sekarang belum ada kejelasan, kita tanya ke lapas dan kalapas juga masih menunggu. Kalau sampai jam 4 belum ada keputusan, kita sudah sampaikan kepada DPR akan ambil langkah hukum, tentu nanti langkah hukumnya," tandasnya.

Kontributor : Rambiga

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fahri: Abu Bakar Baasyir Tak Bebas karena Tak Diterima Dunia

Fahri: Abu Bakar Baasyir Tak Bebas karena Tak Diterima Dunia

News | Rabu, 23 Januari 2019 | 17:11 WIB

Baasyir Gagal Bebas didesak PM Australia, Tim Prabowo: Jokowi Mudah Ditekan

Baasyir Gagal Bebas didesak PM Australia, Tim Prabowo: Jokowi Mudah Ditekan

News | Rabu, 23 Januari 2019 | 16:42 WIB

Menhan Tegaskan Abu Bakar Ba'asyir Tak Bisa Bebas Begitu Saja

Menhan Tegaskan Abu Bakar Ba'asyir Tak Bisa Bebas Begitu Saja

News | Rabu, 23 Januari 2019 | 16:31 WIB

Jokowi ke Ulang Tahun Megawati

Jokowi ke Ulang Tahun Megawati

News | Rabu, 23 Januari 2019 | 16:08 WIB

Plin-plan Soal Abu Bakar Baasyir, Fadli Zon: Pemerintah Amatiran

Plin-plan Soal Abu Bakar Baasyir, Fadli Zon: Pemerintah Amatiran

News | Rabu, 23 Januari 2019 | 16:06 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×