1,2 Juta Orang Teken Petisi Pemecatan Senator Australia Salahkan Muslim

Bangun Santoso

Selasa, 19 Maret 2019 | 08:15 WIB
1,2 Juta Orang Teken Petisi Pemecatan Senator Australia Salahkan Muslim
Senator Australia Fraser Anning. (mamamia.com.au)

Suara.com - 1,2 juta orang lebih telah menandatangani petisi bagi pemecatan Senator Australia Fraser Anning dari Parlemen, setelah pernyataannya pasca serangan teroris penembakan masjid di Selandia baru pada Jumat (15/3/2019).

Petisi "Pecat Fraser Anning dari Parlemen" dimulai di change.org --landasan petisi terbesar di dunia-- oleh seorang ahli syaraf setempat Kate Ahmad.

Tindakan itu dilakukan setelah Anning menganggap imigrasi orang Muslim menjadi penyebab serangan teroris di Christchurch, Selandia Baru, tempat 50 orang meninggal ketika teroris yang bernama Brenton Harrison Tarrant menembaki orang yang sedang salat Jumat di Masjid An-Nur dan Linwood.

Anning, yang dilempari telur pada Sabtu pekan lalu oleh seorang remaja yang bernama Will Connollu setelah pernyataan anti-imigrannya, mengatakan, "Penyebab sesungguhnya pertumpahan darah di jalanan Selandia Baru hari ini ialah program imigrasi --yang mengizinkan fanatik Muslim bermigrasi ke Selandia Baru."

Petisi itu mengecam pernyataan anti-imigran oleh Anning dan menyeru pemerintah Australia agar membantu dalam penuntuan pengunduran diri Anning dari Senator independen, demikian laporan Kantor Berita Anadolu pada Senin (18/3/2019).

"Pandangan Senator Fraser Anning tak memiliki tempat di pemerintah negara kita yang demokratis dan banyak budaya. Di dalam ikatan hukum Australia, kami meminta ia didorong agar mundur dari posisinya sebagai Senator, dan jika layak, diselidiki oleh lembaga penegak hukum karena ia mendukung terorisme sayap-kanan," demikian penggalan isi petisi tersebut.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat juga mengecam pernyataan Anning, dan mengatakan di Twitter, "Pernyataan oleh Senator Fraser Anning --yang menyalahkan serangan pembunuhan oleh seorang teroris ekstremis perusuh sayap-kanan di Selandia Baru pada imigrasi-- menjijikkan. Pandang itu tak memiliki tempat di Australia, apalagi di Parlemen Australia."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FA Akan Beri Penghormatan untuk Para Korban Teror di Selandia Baru

FA Akan Beri Penghormatan untuk Para Korban Teror di Selandia Baru

Bola | Selasa, 19 Maret 2019 | 07:58 WIB

Putar Video Teror Masjid Selandia Baru dalam Kampanye, Erdogan Dicap Zalim

Putar Video Teror Masjid Selandia Baru dalam Kampanye, Erdogan Dicap Zalim

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 06:50 WIB

Terungkap, Ini Cara Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Dapatkan Senjata

Terungkap, Ini Cara Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Dapatkan Senjata

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 05:49 WIB

Erdogan Klaim Ada yang Mengatur Penembakan Masjid di Selandia Baru

Erdogan Klaim Ada yang Mengatur Penembakan Masjid di Selandia Baru

News | Senin, 18 Maret 2019 | 23:57 WIB

Tak Ada Penghormatan Korban Pembantaian Dua Masjid, FA Dinilai Munafik

Tak Ada Penghormatan Korban Pembantaian Dua Masjid, FA Dinilai Munafik

Bola | Senin, 18 Maret 2019 | 18:10 WIB

Terkini

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

×