Buat Gerakan Rabu Putih, GP Ansor Ajak Kader Jaga TPS saat Pencoblosan

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 27 Maret 2019 | 18:25 WIB
Buat Gerakan Rabu Putih, GP Ansor Ajak Kader Jaga TPS saat Pencoblosan
Ketua umum pimpinan pusat Gerakan Pemuda Anshor Yaqut Cholil Qoumas saat konferensi pers di Kantor Pusat GP Anshor daerah Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/10). (Suara.com/Fakhri Hermansyah)

Suara.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor membuat gerakan 'Rabu Putih' yang akan diterjunkan ke setiap TPS pada pencoblosan 17 April 2019 mendatang. Nantinya, seluruh kader GP Ansor akan memakai baju putih untuk mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara.

"Gerakan 'Rabu Putih' itu akan dilakukan pada 17 April mendatang. Para kader GP Ansor akan memakai baju putih, dan akan menjaga TPS untuk memastikan pemilih dapat menggunakan hak pilihnya, tidak ada intimidasi terhadap pemilih," kata Ketua Umum DPP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, di Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (27/3/2019).

Yaqut menjelaskan, gerakan 'Rabu Putih' ini dilatarbelakangi dari keprihatinan GP Ansor. Ia menilai maraknya informasi hoaks dan ujaran kebencian, yang berpotensi dapat membelah bangsa Indonesia.

"Karena itu, GP Ansor berupaya melakukan antisipasi itu. Padahal, kontestasi pemilu ini seharusnya disikapi dengan riang gembira, tidak ada perseteruan dan permusuhan. Karena pada prinsipnya sama, mencari pemimpin yang terbaik," kata Yaqut.

Ia menganggap informasi hoaks dan ujaran kebencian jika dibiarkan akan meningkatkan angka golput, karena masyarakat takut dan enggan menggunakan hak pilihnya.

"GP Ansor mencari cara bagaimana memastikan partisipasi pemilih pada pemilu 2019 tetap tinggi," katanya.

"Kami mengajak masyarakat luas untuk melakukan Gerakan Rabu Putih, mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hal pilihnya. Kita harapkan masyarakat sebanyak-banyaknya di terlibat dalam gerakan Rabu Putih," Yaqut menambahkan.

Lebih jauh Yaqut mengatakan, GP Ansor sudah menyiapkan sejumlah rencana pada 17 April mendatang. Diantaranya menyiapkan kader untuk membantu Polri dan TNI menjaga keamanan serta menjaga di TPS.

"GP Anshor menyiapkan sekitar 4,7 juta kader, terutama di daerah-daerah yang berpotensi terjadi kerawanan," katanya.

baca juga

Saat ditanya soal kemungkinan ada gesekan dengan pendukung Prabowo - Sandiaga yang juga akan mengawal pencoblosan di setiap TPS, menurut Yaqut hal demikian tidak perlu terjadi meski beda pilihan pilitil. Diketahui, GP Ansor merupakan pendukung Jokowi - Ma'ruf di Pilpres 2019.

"Gerakan yang kami lakukan adalah, untuk memastikan semua pemilih mendapatkan haknya untuk memilih. Saya kira tidak perlu damai terjadi gesekan.Teman-teman di Banser saya kira tahu koridor ini," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DDoS Sampai Peretasan Jadi Potensi Serangan Siber di Pemilu 2019

DDoS Sampai Peretasan Jadi Potensi Serangan Siber di Pemilu 2019

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 15:46 WIB

Maju Sebagai Cawapres Jokowi Diminta Ulama, Ma'ruf Amin: Bukan Kemauan Saya

Maju Sebagai Cawapres Jokowi Diminta Ulama, Ma'ruf Amin: Bukan Kemauan Saya

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 15:43 WIB

TKD Polisikan Penyebar Isu Larangan Azan Jika Jokowi - Maruf Amin Menang

TKD Polisikan Penyebar Isu Larangan Azan Jika Jokowi - Maruf Amin Menang

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 14:18 WIB

KPK dan Bawaslu Minta Parpol Umumkan Rekam Jejak Caleg di Pemilu 2019

KPK dan Bawaslu Minta Parpol Umumkan Rekam Jejak Caleg di Pemilu 2019

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 13:57 WIB

Wiranto: Ajak Golput Namanya Mengacau, Bisa Kena UU ITE atau KUHP

Wiranto: Ajak Golput Namanya Mengacau, Bisa Kena UU ITE atau KUHP

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 13:28 WIB

Terkini

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Namanya Tersangkut di Heboh Penyadapan Ilegal, Hercules Buka Suara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 12:50 WIB

Perbedaan Facial Wash vs Facial Foam, Benarkah Makin Banyak Busa Makin Bersih?

Perbedaan Facial Wash vs Facial Foam, Benarkah Makin Banyak Busa Makin Bersih?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:40 WIB

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:30 WIB

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:26 WIB

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 12:19 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:14 WIB

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:00 WIB

×