Sosok Merakyat, PUSAD Klaim Jokowi Unggul 56,8 Persen di Jatim

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 29 Maret 2019 | 10:55 WIB
Sosok Merakyat, PUSAD Klaim Jokowi Unggul 56,8 Persen di Jatim
Presiden Jokowi dan Iriana Joko Widodo. (Dokumentasi: Agus Suprapto)

Suara.com - Pusat Studi Anti-Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Muhammadiyah Surabaya mengklaim Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi - Maruf Amin unggul berdasarkan hasil survei. Jokowi - Maruf Amin unggul dengan elektabilitas 56,8 persen, sementara Prabowo - Sandiaga 38,3 persen.

Namun itu hasil survei di kalangan pemilih di Jawa Timur.

"Hasilnya demikian bahwa di Jatim Jokowi - Maruf Amin lebih unggul daripada pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno," kata Direktur Eksekutif PUSAD UM Surabaya, Satria Unggul WP, di sela diskusi dan rilis survei politik Jawa Timue 2019 di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (28/3/2019).

Jokowi - Maruf Amin unggul dengan 56,8 persen suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno sebanyak 38,3 persen suara. Sementara itu, yang belum memilih 4,9 persen dengan penentuan sikap politik masyarakat Jatim sebesar 95,1 persen.

Dari hasil survei di lapangan, kata dia, alasan pilihan elektoral lebih ditekankan pada pasangan calon sesuai dengan program yang ditawarkan: sosok yang merakyat dan berpengalaman.

Di tempat sama, PUSAD juga merilis elektabilitas partai politik untuk Pemilu 2019, yakni tiga besar masing-masing PDI Perjuangan dengan raihan 25,6 persen, PKB 22,7 persen, dan Partai Gerindra 18,9 persen.

Menurut dia, faktor dominan dari keterpilihan ketiga partai politik tersebut di Jawa Timur lebih dominan karena pengusungan pasangan calon peserta Pilpres 2019.

"Temuan lainnya, yaitu pilihan partai politik masyarakat Jatim beragama Islam didominasi oleh PDI Perjuangan sebanyak 36,1 persen, dilanjutkan Gerindra sebanyak 20,7 persen, dan PKB sebanyak 12,6 persen," katanya.

Survei itu dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 20 Maret 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 1.067 responden atau dengan tingkat toleransi 3 persen dan tingkat kesalahan penelitian 5 persen.

baca juga

Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling di 38 kabupaten/kota di Jatim, yang masing-masing daerah diambil empat sampai dengan lima kecamatan untuk dijadikan sampel penelitian secara proporsional.

"Kami juga menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk memperkuat paradigma survei PUSAD UM Surabaya," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Tata Kelola Pemerintahan Jokowi Jika Menang Pilpres 2019

Begini Tata Kelola Pemerintahan Jokowi Jika Menang Pilpres 2019

News | Jum'at, 29 Maret 2019 | 10:47 WIB

Minggu, Jokowi Lihat Proyek Tol Manado-Bitung Sepanjang 39,9 Kilometer

Minggu, Jokowi Lihat Proyek Tol Manado-Bitung Sepanjang 39,9 Kilometer

Bisnis | Jum'at, 29 Maret 2019 | 10:39 WIB

Kiai Muda NU di Probolinggo Bulat Dukung Jokowi-Ma'ruf

Kiai Muda NU di Probolinggo Bulat Dukung Jokowi-Ma'ruf

Jatim | Jum'at, 29 Maret 2019 | 10:21 WIB

Survei Terbaru CSIS: Jokowi - Ma'ruf Amin Unggul

Survei Terbaru CSIS: Jokowi - Ma'ruf Amin Unggul

News | Jum'at, 29 Maret 2019 | 06:46 WIB

Hologram Jokowi Kejutkan Anak-anak Muda Ibu Kota

Hologram Jokowi Kejutkan Anak-anak Muda Ibu Kota

Tekno | Kamis, 28 Maret 2019 | 19:49 WIB

Terkini

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:56 WIB

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:41 WIB

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:24 WIB

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:12 WIB

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:07 WIB

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:06 WIB

×