Pengakuan Memilukan 7 Terduga Pelaku Penganiaya Audrey di Pontianak

Bangun Santoso

Jum'at, 12 April 2019 | 10:35 WIB
Pengakuan Memilukan 7 Terduga Pelaku Penganiaya Audrey di Pontianak
Tersangka pengeroyok Audrey. (Antara)

Suara.com - Tujuh siswi terduga pelaku penganiayaan Audrey yakni Cc, De, LL, EC, TR, BN, dan DA atas kasus penganiayaan terhadap siswi SMP itu di Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengaku menyesal dan meminta maaf kepada korban, keluarga termasuk para netizen.

Salah satu terduga pelaku meminta maaf atas perlakuannya dan sangat menyesalkan perlakuan yang dilakukannya terhadap Audrey.

"Saya minta maaf atas yang terjadi, tapi kami tidak mengeroyok, masalah menusuk alat vital Audrey, tidak pernah saya menyolok alat vital Audrey. Tolong Netizen jangan menghakimi karena kami tidak melakukan hal seperti itu," ungkap LL, sembari menangis di Polresta Pontianak, seperti dilansir Suara Kalbar (jaringan Suara.com), Rabu (10/4/2019).

Iapun mengakui jika ia berkelahi dengan Audrey namun sama sekali tidak pernah melakukan hal tidak senonoh seperti menyolok alat vital Audrey.

"Tidak ada niat sama sekali, malah kami tahu dari netizen. Sementara kami tidak pernah melakukan yang dituduhkan. Atas pemberitaan yang tidak benar di media sosial, kami dibilang psikopat dan penjahat kelamin," ujar LL.

Iapun menjelaskan, lantaran kesal dengan Audrey karena secara pribadi Audrey telah melecehkan ia dan almarhum mamanya. Audrey, diakuinya selalu mengejek ia dan almarhum mamanya.

"Kalau untuk saya, masalah khusus suka ngomongin saya masih saya diamkan, tapi ini selalu menyebut nama almarhumah mama saya karena pernah berhutang meski telah dibayar," ungkapnya sembari menangis.

Salah satu terduga pelaku bahkan mengaku jika ia menjadi korban bullying para netizen akibat dari pemberitaan di media sosial yang sama sekali tidak benar karena ia dan kedua belas rekannya hanya menonton dan yang berkelahi hanya satu orang saja.

"Kami saat di Taman Akcaya memang berdua belas, tapi saat di Informa kami cuma berempat, banyak yang hanya melihat dan tidak mengeroyok, hanya tiga yang berkelahi langsung dengan Audrey," katanya.

baca juga

Salah satu lainnya dari ketujuh terduga tersangka penganiayaan juga meminta maaf dan mengaku menyesal dan prihatin atas perlakuan mereka ke Audrey.

"Tapi harus diketahui saya juga menjadi korban karena saya bukan pelaku, karena saya dituduh pelaku padahal saya tidak ada di lokasi dan saya bingung saya dituduh menjadi provokator dan saya tidak ada ditempat tersebut dan saya diancam mau dibunuh dan ditusuk dan ditelpon terus sampai sekarang masih. Saya mohon untuk netizen berhenti menghakimi kami," katanya sembari menangis.

Anggota KPPAD Kalbar, Alik Rosyid yang mendampingi ketujuh siswi mengatakan akan terus mengawal kedua belas anak yang menjadi terduga pelaku. Karena saat ini mereka mengalami depresi atau mengalami tekanan mental dan akan terus memberikan bantuan.

"Kami sudah menyerahkan semua ke kepolisian dan kita menunggu hasilnya hingga kasus ini selesai terutama lanjutan bagaimana anak-anak ini kita dampingi dan diberikan bantuan psikolog," ujar Alik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bicara Kasus Audrey, Chacha Frederica Ingat Masa Kelam Jadi Korban Bullying

Bicara Kasus Audrey, Chacha Frederica Ingat Masa Kelam Jadi Korban Bullying

Entertainment | Jum'at, 12 April 2019 | 09:46 WIB

Hasil Forensik Tak Diberikan Polisi, Keluarga Audrey Minta Visum Ulang

Hasil Forensik Tak Diberikan Polisi, Keluarga Audrey Minta Visum Ulang

News | Kamis, 11 April 2019 | 18:21 WIB

Siswi SMA Pengeroyok Audrey Diminta Tak Dijebloskan ke Lapas

Siswi SMA Pengeroyok Audrey Diminta Tak Dijebloskan ke Lapas

News | Kamis, 11 April 2019 | 17:01 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Audrey, Psikolog Ungkap 2 Pemicu Kekerasan

Kasus Kekerasan Terhadap Audrey, Psikolog Ungkap 2 Pemicu Kekerasan

Health | Kamis, 11 April 2019 | 16:10 WIB

Berkas Kasus Penganiayaan Audrey Segera Rampung

Berkas Kasus Penganiayaan Audrey Segera Rampung

News | Kamis, 11 April 2019 | 15:37 WIB

Terkini

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:20 WIB

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:16 WIB

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:08 WIB

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:18 WIB

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

×