Kasus Kekerasan Terhadap Audrey, Psikolog Ungkap 2 Pemicu Kekerasan

Vika Widiastuti

Kamis, 11 April 2019 | 16:10 WIB
Kasus Kekerasan Terhadap Audrey, Psikolog Ungkap 2 Pemicu Kekerasan
Justice for Audrey [Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Kasus kekerasan terhadap siswi SMP di Pontianak begitu menyita perhatian publik. Atas kasus ini, sejumlah psikolog pun angkat bicara soal pemicu seorang anak bisa melakukan kekerasan pada temannya.

Dr. Dedy Susanto, seorang psikolog beberapa kali membahas kasus tersebut dari sisi psikologis melalui instagram pribadinya. Ia sempat mengatakan traumatik yang dialami korban termasuk jenis yang sulit disembuhkan dalam waktu singkat.

Selain itu, Dr. Dedy Susanto juga membeberkan dua hal yang memicu seorang anak berani melakukan tindak kekerasan, seperti yang dilakukan 12 siswi SMA kepada korban beberapa hari lalu.

Ia mengatakan, ada dua faktor utama seorang anak berani melakukan tindak kekerasan, salah satunya tayangan televisi yang banyak mempengaruhi pola pikir anak.

"Ada 2 kemungkinan kenapa bullying dan kekerasan bisa terjadi. Pertama, dampak tayangan TV. Tayangan TV itu 60-70% itu mempengaruhi psikologis, kejiwaan, perilaku, cara berpikir dan emosi seseorang. Nah, di Indonesia ini banyak banget sinetron tidak bermanfaat yang menayangkan perkelahian, tawuran, pertengkaran.

Bahkan ada yang spesifik banget dan relevan dengan kejadian Audrey yaitu ada cewek-cewek SMP atau SMA bersama-sama menjatuhkan, menyakiti, menyingkirkan seorang cewek yang mengambil pacar temannya. Nah, ini bahaya tayangan seperti ini," jelas Dedy Susanto melalui channel YouTube Kuliah Psikologi.

Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi trauma. (Shutterstock)

Dedy Susanto menjelaskan kekerasan yang dilakukan seorang anak itu dipengaruhi oleh alam bawah sadar yang sering melihat tayangan menyimpang di televisi atau media lainnya.

"Menurut teori alam bawah sadar, apapun yang kita tonton itu akan masuk ke alam bawah sadar dan jadi perbendaharaan. Lalu tanpa disadari perbendaharaan itu akan benar-benar dilakukan ketika gelap hati karena tayangan itu mempengaruhi kejiwaan. Meskipun akhir tayangan itu memberikan pesan moralnya," katanya.

Faktor lainnya, pola asuh dan cara didik orangtua juga memengaruhi seorang anak melakukan kekerasan. Terutama jika orangtuanya sering memberi hukuman keras sampai melukai hati anaknya semasa kecil.

baca juga

Momen tersebut akan selalu terekam di ingatan anak yang membawanya melakukan tindak kekerasan pada orang lain sebagai bentuk pelampiasan emosionalnya di masa lalu.

"Kedua, dipengaruhi parenting atau pola asuh orangtua. Pada masa kecil si anak, orangtua menyakiti anaknya, menyisakan kepahitan mendalam, melukai hati anaknya. Sehingga di alam bawah sadar anak itu tersimpan kemarahan dan kekecewaan yang terpendam tapi tidak keluar.

Nah, suatu saat di kehidupan pribadinya, di sekolah maupun di mana pun, emosi itu akan keluar. Jadi memang bisa saja ada pengaruh dari pola asuh atau kenangan di masa lalu," paparnya.

Selain itu, tidak adanya pengawasan dan kedisiplinan orangtua karena kurangnya keterampilan mengasuh anak juga berkaitan dengan tingkat kejahatan remaja. Berdasarkan hasil riset tim peneliti ilmu sosial oleh Grald R. Patterson di Oregon Learning Center dilansir HiMedik dari Marri Pedia menyatakan orangtua perlu dan harus mengawasi setiap perbuatan anaknya baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Orangtua harus bisa menanamkan peraturan di rumah, pelanggaran sosial beserta hukumannya dan selalu terbuka untuk diskusi agar konflik tidak berkepanjangan lalu menjadikan orang lain sebagai imbas emosional anak.

Peran orangtua memberi pemahaman yang tepat mengenai peraturan, perilaku menyimpang dan hukuman yang berlaku jika anak melakukan kesalahan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemen PPPA: Tersangka Pengeroyok Audrey Alami Depresi Berat dan Putus Asa

Kemen PPPA: Tersangka Pengeroyok Audrey Alami Depresi Berat dan Putus Asa

News | Kamis, 11 April 2019 | 13:33 WIB

Psikolog: Hukuman Terbaik Pelaku Audrey, Harus Buat Mereka Jadi Anak Baik

Psikolog: Hukuman Terbaik Pelaku Audrey, Harus Buat Mereka Jadi Anak Baik

Health | Kamis, 11 April 2019 | 12:12 WIB

Justice for Audrey, Fakta-fakta Baru yang Terungkap

Justice for Audrey, Fakta-fakta Baru yang Terungkap

News | Rabu, 10 April 2019 | 19:52 WIB

Terenyuh Kasus Audrey, Jokowi: Kita Semua Sedih, Kita Semua Berduka

Terenyuh Kasus Audrey, Jokowi: Kita Semua Sedih, Kita Semua Berduka

News | Rabu, 10 April 2019 | 18:16 WIB

Terkini

APBD Jakarta Menyusut Rp1,7 T! Anggaran Pendidikan dan Bansos Dipastikan Tetap Aman

APBD Jakarta Menyusut Rp1,7 T! Anggaran Pendidikan dan Bansos Dipastikan Tetap Aman

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:39 WIB

Local Pride vs Made in Vietnam: Mending Indomobil Sprinto atau VinFast Viper?

Local Pride vs Made in Vietnam: Mending Indomobil Sprinto atau VinFast Viper?

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 14:39 WIB

Masalah Pedal Rem, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil

Masalah Pedal Rem, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 14:35 WIB

Polisi Makassar 'Geruduk' Balai Kota Blitar: Buru Keterangan Wawali Elim Soal Utang Pileg Rp214 Juta

Polisi Makassar 'Geruduk' Balai Kota Blitar: Buru Keterangan Wawali Elim Soal Utang Pileg Rp214 Juta

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Wacana Dukungan 2 Fraksi untuk Capres, Peluang Anies Makin Berat dan Gerak Kubu Jokowi Tertutup

Wacana Dukungan 2 Fraksi untuk Capres, Peluang Anies Makin Berat dan Gerak Kubu Jokowi Tertutup

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Review Buku Nadira: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Luka

Review Buku Nadira: Perjalanan Panjang Berdamai dengan Luka

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Belajar Menjaga Sungai dari Tradisi Lubuk Larangan Malako Kociak

Belajar Menjaga Sungai dari Tradisi Lubuk Larangan Malako Kociak

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 14:30 WIB

Dilema Gaji UMR vs Gaya Hidup: Kenapa Bekerja Keras Rasanya Cuma Buat Numpang Lewat?

Dilema Gaji UMR vs Gaya Hidup: Kenapa Bekerja Keras Rasanya Cuma Buat Numpang Lewat?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 14:28 WIB

DPR Sentil Penanganan Bencana Solok: Jangan Sibuk Cari Solusi Setelah Bencana Terjadi!

DPR Sentil Penanganan Bencana Solok: Jangan Sibuk Cari Solusi Setelah Bencana Terjadi!

News | Selasa, 22 September 2026 | 14:27 WIB

Special Day Cream Viva Manfaatnya untuk Apa? Krim Legendaris Cuma Rp7 Ribuan

Special Day Cream Viva Manfaatnya untuk Apa? Krim Legendaris Cuma Rp7 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 14:27 WIB

×