BPN Prabowo Minta Jasad Ratusan Petugas KPPS Gugur Diautopsi

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Jum'at, 03 Mei 2019 | 16:42 WIB
BPN Prabowo Minta Jasad Ratusan Petugas KPPS Gugur Diautopsi
Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan

Suara.com - Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga menilai ada kejanggalan terkait banyaknya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau petugas KPPS yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas dalam Pemilu 2019.

Direktur Relawan BPN Prabowo - Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan meminta agar kejanggalan tersebut dapat diungkap. Salah satu caranya ialah dengan melakukan autopsi terhadap jenazah petugas KPPS yang gugur.

"Kami juga meminta untuk dilakukan autopsi karena ada kejanggalan. Autopsi terhadap petugas KPPS karena kita tidak mau biarkan. Bukan soal siapa pun dia, tapi kita tidak ingin ada kejanggalan yang kita biarkan," kata Ferry saat memberi sambutan dalam acara Deklarasi Kemenangan Prabowo - Sandiaga dari Alumni SMA se-Jakarta Raya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019).

Ia sebelumnya juga merasa heran soal banyaknya korban jiwa dari petugas KPPS dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

"Kesedihan kita semua adalah, bayangkan bom Bali saja hanya 200 orang. Ini bom pemilu kok sampai 474, hampir 500, bayangkan apa yang terjadi?" ujar Ferry.

Diketahui, berdasarkan data terbaru Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, hingga Kamis (2/5/2019) menunjukkan sebanyak 412 petugas KPPS di beberapa daerah di Indonesia meninggal dunia karena kelelahan saat bertugas di Pemilu 2019. Data tersebut bertambah dari sebelumnya 382 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sekretaris Jenderal KPU, Arif Rahman Hakim mengatakan, hingga pukul 20.00 WIB total sebanyak 412 orang petugas dikabarkan meninggal dunia dan 3.658 orang sakit. Jumlah tersebut tersebar di 30 provinsi.

"Update data per 2 Mei pukul 20.00 WIB, wafat 412, sakit 3.658. Total 4.070 tertimpa musibah," ujar Arif saat dikonfirmasi, Kamis (2/5/2019).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemilu Telan Ratusan Jiwa, Fadli Zon: Dulu Kerja Paksa Tak Sampai Meninggal

Pemilu Telan Ratusan Jiwa, Fadli Zon: Dulu Kerja Paksa Tak Sampai Meninggal

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 16:35 WIB

Pasca Pemilu, Aliran Modal Asing Tembus Rp 131,1 Triliun

Pasca Pemilu, Aliran Modal Asing Tembus Rp 131,1 Triliun

Bisnis | Jum'at, 03 Mei 2019 | 16:22 WIB

BPN Bantah Prabowo Batal Jenguk Ani Gegara AHY Diajak Jokowi ke Istana

BPN Bantah Prabowo Batal Jenguk Ani Gegara AHY Diajak Jokowi ke Istana

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 16:13 WIB

Coblos Surat Suara di Banten, 3 KPPS dan Saksi Capres Jadi Tersangka

Coblos Surat Suara di Banten, 3 KPPS dan Saksi Capres Jadi Tersangka

Banten | Jum'at, 03 Mei 2019 | 15:50 WIB

Banyak Kesalahan Input Data, Fadli Zon Cek Proses Situng KPU RI

Banyak Kesalahan Input Data, Fadli Zon Cek Proses Situng KPU RI

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 15:46 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×