Tanpa Polri, Komnas HAM Kerja Sendiri Telisik Kerusuhan 22 Mei

Pebriansyah Ariefana, Novian Ardiansyah

Kamis, 13 Juni 2019 | 12:31 WIB
Tanpa Polri, Komnas HAM Kerja Sendiri Telisik Kerusuhan 22 Mei
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik. (Suara.com/Novian Ardiansyah)

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM mengaku bekerja sendiri tanpa polisi menelisik kerusuhan 22 Mei di Jakarta pada 21-22 Mei 2019. Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan sejauh ini pihaknya telah bekerja mengumpulkan fakta terkait kericuhan yang mengakibatkan delapan korban tewas.

Komnas HAM menelisik Kerusuhan 22 Mei dibantu dengan beberapa tokoh. Komnas HAM juga sempat bertemu dengan polisi.

"Kalau soal TGPF, Komnas tidak berpendapat mendukung atau tidak mendukung. Kami sudah bekerja dengan tim kami sendiri dibantu oleh beberapa senior ahli seperti Pak Makarim, Anita Wahid," ujar Damanik di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Polisi sendiri, kata Damanik juga sudah mendalami peristiwa rusuh tersebut melalui tim khusus.

Polisi sendiri, kata Damanik, sudah mempunyai tim pencari fakta dipimpin Irwasum Mabes Polri Komjen Moechgiyarto. Terkait hal itu, Komnas HAM juga melakukan koordinasi dengan tim besutan Polri.

"Tim Komnas dengan tim Irwasum sudah dua kali koordinasi. Terakhir dua hari lalu kita ada pertemuan pemaparan di Kantor Komnas," ujar Damanik.

Damanik mengatakan, dalam pembentukan TGPF tersebut, Komnas HAM menyerahkan semua keputusan kepada pihak pengusul adanya tim gabungan.

"Jadi bagi kami, kami jalan terus dengan ini. Bahwa ada ide yang ingin membuat Pansus atau TGPF, kami persilahkan pada yang mengusulkan untuk memutuskan itu," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas HAM Tunggu Inisiatif Jokowi Bentuk TGPF Kerusuhan 22 Mei

Komnas HAM Tunggu Inisiatif Jokowi Bentuk TGPF Kerusuhan 22 Mei

News | Kamis, 13 Juni 2019 | 12:29 WIB

Kapolri Sebut Ada Kelompok Misterius Ketiga di Balik Kerusuhan 22 Mei

Kapolri Sebut Ada Kelompok Misterius Ketiga di Balik Kerusuhan 22 Mei

News | Kamis, 13 Juni 2019 | 11:58 WIB

Kasus Makar Eks Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob, Polisi Periksa 20 Saksi

Kasus Makar Eks Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob, Polisi Periksa 20 Saksi

News | Kamis, 13 Juni 2019 | 11:26 WIB

Kapolri Target Investigasi Kerusuhan 22 Mei Rampung 23 Juni 2019

Kapolri Target Investigasi Kerusuhan 22 Mei Rampung 23 Juni 2019

News | Kamis, 13 Juni 2019 | 11:01 WIB

Telisik Kerusuhan 22 Mei, Polisi Gandeng Komnas HAM Bentuk Tim Investigasi

Telisik Kerusuhan 22 Mei, Polisi Gandeng Komnas HAM Bentuk Tim Investigasi

News | Kamis, 13 Juni 2019 | 10:54 WIB

Terkini

Bisnis Asal Malang Layani 250 Persen Lebih Banyak Pelanggan Berkat AI WhatsApp

Bisnis Asal Malang Layani 250 Persen Lebih Banyak Pelanggan Berkat AI WhatsApp

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:24 WIB

9 Fakta Film Narnia: The Magician's Nephew Karya Greta Gerwig

9 Fakta Film Narnia: The Magician's Nephew Karya Greta Gerwig

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi

Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU Rp354 Miliar, Febrie Ajukan Dua Nota Perlawanan

Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU Rp354 Miliar, Febrie Ajukan Dua Nota Perlawanan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:16 WIB

DPRD DKI Usul Satgas Sampah Tingkat Kelurahan, Pengelola Bank Sampah Diusulkan Dapat Insentif

DPRD DKI Usul Satgas Sampah Tingkat Kelurahan, Pengelola Bank Sampah Diusulkan Dapat Insentif

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:16 WIB

OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana

OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:13 WIB

×