Koalisi Prabowo Bubar, Demokrat Bersikap Setelah 40 Hari Ani SBY Wafat

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah
Koalisi Prabowo Bubar, Demokrat Bersikap Setelah 40 Hari Ani SBY Wafat
Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. [Antara Foto/Aprillio Akbar/foc]

"Sambil menyatakan sikap nantinya setelah situasi duka 40 hari atas wafatnya Ibu Ani," ujar Andi Arief.

Suara.com - Koalisi Indonesia Adil Makmur yang merupakan gabungan partai pendukung pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto -Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 resmi dibubarkan. Partai Demokrat yang menjadi satu di antara partai pendukung pun masih belum menentukan arah politik ke depannya.

Politikus Demokrat, Andi Arief mengatakan partainya tersebut telah mengakhiri koalisi secara baik serta telah mengakui kemenangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo - Maruf Amin.

Namun dalam cuitannya di akun Twitter pribadi @AndiArief__, ia menyindir seseorang yang tak lain ialah Prabowo, yang ditengarai telah melalukan pertemuan dengan Kepala BIN Budi Gunawan dan bertemu Jokowi saat berada di Bangkok, Thailand.

"Partai Demokrat disiplin, mengakhiri koalisi nominasi capres/cawapres dengan baik-baik, mengakui kemenangan Pak Jokowi-Ma'ruf, tidak melakukan deal tertutup di Bali atau di luar negeri," cuit Andi Arief seperti dikutip Suara.com, Minggu (30/6/20109).

Terkait langkah politik yang akan diambil oleh Partai Demokrat, Andi Arief berujar sikap resmi partai akan ditentukan usai 40 hari kepergian mendiang Ani Yudhoyono yang wafat pada 1 Juni 2019.

"Sambil menyatakan sikap nantinya setelah situasi duka 40 hari atas wafatnya Ibu Ani," ujar Andi Arief.

Untuk diketahui, Prabowo Subianto memanggil seluruh petinggi partai Koalisi Indonesia Adil Makmur, untuk rapat di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019) lalu.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan ada beberapa poin yang diungkapkan Prabowo, yakni ucapan terima kasih kepada partai pendukung yang telah bekerja keras mulai dari awal hingga akhir Pilpres 2019.

Kemudian, permintaan maaf Prabowo kepada partai koalisi dan juga pendukungnya. Dengan hasil putusan MK, Prabowo merasa sudah berjuang untuk bisa membantu rakyat namun tetap harus mengikuti keputusan tersebut sebagai bentuk dari tanggung jawabnya.

"Beliau merasa bertanggung jawab pada persoalan-soalan ini, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh partai koalisi, kepada para pendukung, kepada seluruh elemen masyarakat yang memberikan dukungan amat besar," ujarnya.

Muzani juga menyampaikan, putusan MK bukan menjadi jalan akhir bagi Prabowo memperjuangkan suara rakyat. Karenanya, Prabowo meminta agar partai koalisi tetap menjalin komunikasi secara baik meskipun urusan Pilpres telah selesai.

"Sejak hari ini beliau menyampaikan terima kasih dan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur selesai. Begitu juga dengan BPN, Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandi, selesai," tuturnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS