Pura Agung Lokanantha Denpasar Rusak Akibat Gempa di Bali

Bangun Santoso

Rabu, 17 Juli 2019 | 08:22 WIB
Pura Agung Lokanantha Denpasar Rusak Akibat Gempa di Bali
Prajurit TNI memantau kerusakan pada bagian candi yang runtuh akibat gempa di Pura Lokanatha, Denpasar, Bali, Selasa (16/7/2019). (Antara)

Suara.com - Pura Agung Lokanatha Kota Denpasar, Bali mengalami kerusakan cukup parah pada bagian Padmasana akibat terjadinya gempa bumi dengan berkekuatan 6,0 Skala Richter yang terjadi pada Selasa (16/7/2019) pagi.

Sekretaris Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara bersama instansi terkait saat meninjau pura tersebut, Selasa, mengatakan gempa bumi yang mengguncang Bali berdampak juga di Kota Denpasar, salah satunya terjadinya kerusakan bangunan pura tersebut.

"Akibat gempa bumi tersebut, di areal pura tersebut terjadi kerusakan pada 'Ulon Palinggih Padmasana' Pura Agung Lokanatha, Lumintang Denpasar, antara lain pada ornamen paksi serta ekor Bedawang Nala Padmasana tersebut," ucapnya.

Ia mengatakan puing-puing bangunan tersebut yang roboh sudah dikumpulkan dan dibersihkan. Sehingga dalam waktu dekat akan segera dilakukan perbaikan.

"Seizin Wali Kota Rai Mantra kami bersama OPD terkait meliputi Dinas PUPR, BPBD Denpasar dan Bagian Kesra Setda Kota Denpasar untuk segera melakukan langkah-langkah yang harus dilakukan di lapangan," ujarnya.

Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan langkah awal sudah meminta petunjuk kepada rohaniawan Hindu (Ida Pedanda) yang nantinya dapat dilakukan langkah cepat seperti halnya pembersihan di areal Pura Agung Lokanatha dengan upakara.

"Atas petunjuk Ida Pedanda bersama pemangku Pura Agung Lokanatha akan segera dilakukan pembersihan dengan sesajen hari ini bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa yang jatuh hari ini," katanya lagi.

Pemangku (pemimpin rohaniawan) Pura Agung Lokanatha Denpasar, Jero Mangku Ketut Tarsana mengatakan kejadian sekitar pukul 08.18 WITA yang saat itu bersama warga (pemedek) di pura sedang melakukan persembahyangan. Pihaknya kaget mendengar suara keras benda jatuh dari belakang Padmasana hingga terlihat berserakan serpihan batu bata tersebut.

"Hanya satu pelinggih (tempat) yang terkena dampak dari guncangan gempa ini, yakni Pelinggih Padmasana, hingga saat ini telah dilakukan persiapan untuk mengambil langkah-langkah pembersihan lewat upacara ritual terlebih dahulu," ucap Jro Mangku.

baca juga

Sementara Kepala Stasiun Geofisika Sangglah Denpasar, Ikhsan mengatakan terdapat tujuh kali gempa susulan dari gempa awal yang berkekuatan enam (6) magnituodo tersebut. Gempa berpusat di sebelah selatan Pulau Bali dengan diameter lintang 9,11 lintang selatan (LS), bujur 114,54 bujur timur (BT) dan ke dalam 68 kilometer.

Pusat gempa sangat dekat dengan pusat aktivitas terpadat di Kabupaten Badung, Nusa Dua, Kuta Selatan serta gempa tidak berpotensi tsunami.

"Dengan dirasakannya gempa yang cukup keras kami mohon kerja sama semua pihak di masyarakat. Sehingga tidak panik menghadapi bencana gempa bumi," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Gempa Bali, 13 Bangunan di Jawa Timur Rusak

Dampak Gempa Bali, 13 Bangunan di Jawa Timur Rusak

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 18:55 WIB

Update Gempa Bali: 1 Orang Luka, 38 Bangunan Rusak

Update Gempa Bali: 1 Orang Luka, 38 Bangunan Rusak

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 15:39 WIB

Usai Diguncang Gempa, Aktivitas Pariwisata di The Nusa Dua Bali Normal

Usai Diguncang Gempa, Aktivitas Pariwisata di The Nusa Dua Bali Normal

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 14:45 WIB

Gempa Bali Bikin Ambrol Bangunan SD, Siswa dan Guru Berhamburan Keluar

Gempa Bali Bikin Ambrol Bangunan SD, Siswa dan Guru Berhamburan Keluar

Jatim | Selasa, 16 Juli 2019 | 14:28 WIB

Kementerian Pariwisata Peringatkan Wisatawan Pasca Gempa Bali 6 SR

Kementerian Pariwisata Peringatkan Wisatawan Pasca Gempa Bali 6 SR

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 13:57 WIB

Terkini

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 22:30 WIB

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:20 WIB

×