Fadli Sebut Mati Listrik Massal karena Negara Salah Urus, PPP: Lebay

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Selasa, 06 Agustus 2019 | 16:02 WIB
Fadli Sebut Mati Listrik Massal karena Negara Salah Urus, PPP: Lebay
Sekjen PPP Arsul Sani. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Sekjen PPP Arsul Sani menilai kritik yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI yang juga Waketum Partai Gerindra Fadli Zon, ihwal terkait insiden mati listrik massal atau blackout karena negara salah urus kurang tepat.

Arsul mengatakan persoalan listrik padam massal pada Minggu (4/8/2019) tak bisa mencerminkan jika negara dalam kondisi salah urus.

"Persoalan yang disampaikan oleh pak Fadli Zon, dia membingkai kritiknya dalam bingkai besar, yang lebay menurut saya," ujar Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

"Kalau soal ada yang salah urus ya itu bukan salah urus negara ini, itu salah urus perusahaan perlistrikannya ini, itu salah urus manajeman, bukan salah urus oleh Presiden Jokowi," Arsul menambahkan.

Meski tidak mempersoalkna kritik dari Fadli selaku Wakil Ketua DPR atas insiden blackout. Namun anggota Komisi III DPR RI itu juga beranggapan jika Fadli terlalu berlebihan.

"Jadi tarikannya seringkali lebay dan tidak pas. Hal soal mengkritiknya ya tidak ada soal, fungsi DPR kan melakukan pengawasan dan bagian dari pengawasan itu yang melakukan kritik ya, itu," kata Arsul.

Fadli Zon. (Suara.com/Ria Rizky)
Fadli Zon. (Suara.com/Ria Rizky)

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritisi PT PLN (persero) dan pemerintah akibat padamnya listrik berjam-jam pada Minggu (4/8/2019). Ia secara gamblang menyebut, insiden yang tanpa ada pemberitahuan itu merupakan tanda bahwa ada yang salah urus dengan negara.

"Saya kira apa yang terjadi kemarin mati listrik tanpa peringatan, tanpa pemberitahuan dan tanpa penjelasan sebelumnya, ini merupakan ciri-ciri dari sebuah negara yang salah urus," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Atas insiden listrik padam selama berjam-jam itu, Fadli meminta harus ada pihak yang bertanggung jawab. Karena, pemadaman listrik secara massal telah memberikan dampak dan kerugian yang besar bagi masyarakat selaku konsumen.

baca juga

"Saya kira ini adalah satu peristiwa yang tidak bisa dianggap kecil karena itu harus ada yang bertanggung jawab, misalnya Direksi PLN-nya atau siapa yang bertanggung jawab mengenai urusan itu. Harus dimintai pertanggungjawabannya, nggak bisa dianggap satu angin lalu saja seolah-olah ini suatu kecelakaan. Ini pasti terukur apa yang menyebabkan mati listrik, Ini juga menjadi perhatian dunia ya," tutur Fadli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mati Listrik Massal, PLN Pastikan 22 Juta Pelanggan akan Dapat Kompensasi

Mati Listrik Massal, PLN Pastikan 22 Juta Pelanggan akan Dapat Kompensasi

Bisnis | Selasa, 06 Agustus 2019 | 14:27 WIB

Sindiran Khas Rocky Gerung: Dear PLN, Mengapa Istana Makin Gelap?

Sindiran Khas Rocky Gerung: Dear PLN, Mengapa Istana Makin Gelap?

News | Selasa, 06 Agustus 2019 | 13:00 WIB

Heboh Mati Listrik Massal, Sejumlah LSM Buka Posko Pengaduan

Heboh Mati Listrik Massal, Sejumlah LSM Buka Posko Pengaduan

News | Selasa, 06 Agustus 2019 | 12:46 WIB

Mati Listrik Massal, Tsamara: Bagaimana di Indonesia Timur?

Mati Listrik Massal, Tsamara: Bagaimana di Indonesia Timur?

News | Selasa, 06 Agustus 2019 | 12:31 WIB

Mati Listrik Massal, DPR Panggil Direksi PLN Hari Ini

Mati Listrik Massal, DPR Panggil Direksi PLN Hari Ini

News | Selasa, 06 Agustus 2019 | 11:34 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×