Wagub DKI Masih Kosong, PKS: Ada yang Halangi Kami Dampingi Anies

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Kamis, 08 Agustus 2019 | 18:25 WIB
Wagub DKI Masih Kosong, PKS: Ada yang Halangi Kami Dampingi Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi kantor DPP Nasdem di Jalan RP Suroso, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019) siang. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Politikus PKS Nasir Djamil menyoroti lamanya proses pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta. Kursi tersebut sudah lama kosong setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang saat itu maju sebagai Cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Nasir menilai ada pihak yang menghambat pengisian kursi DKI 2 yang seharusnya menjadi hak PKS. Partai Gerindra dan PKS merupakan partai pengusung Anies Baswedan - Sandiaga saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

"Iya saya juga enggak tahu sepertinya ada upaya untuk membolak-balikan sesuatu yang sudah diatur, sesuatu yang sudah disepakati. Sepertinya ada kekuatan tertentu yang menghalang-halangi PKS menjadi wagub dampingi Anies," kata Nasir di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Ia menuturkan, kosongnya kursi wagub tersebut sangat berdampak pada performa Anies selaku Gubernur DKI yang tidak dapat berkonsentrasi penuh. Dampak merugikan lainnya juga berimbas bagi masyarajat DKI itu sendiri.

"Ini sangat disayangkan lho, yang disayangkan warga DKI karena tidak punya wagub yang bisa membantu upaya percepatan pembangunan di DKI, tidak pincang," kata Nasir.

Meski demikian, Nasir tidak menyebutkan pihak yang dimaksud menjadi penghalang PKS dalam menduduki kursi wagub DKI. Namun ia meminta kepada pengurus PKS di wilayah DKI Jakarta agar dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut sebelum periode DPRD berganti.

"Kita sayangkan itu, sesalkan itu. Kita harapkan sumbatan dua komunikasi itu bisa dihilangkan. Kita harapkan juga pengurus PKS di DKI bisa berusaha membangun komunikasi politik yang ada di DPRD DKI sehingga hambatan atau kecenderungan menggagalkan ini bisa hilang," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif, menyebut proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan molor dan diteruskan pembahsannya dengan anggota dewa nperiode 2019 - 2024. Syarif menganggap PKS selaku salah satu partai pengusung dua kandidat Wagub, menjadi penyebabnya.

Syarif mengatakan, PKS tidak handal melakukan lobi-lobi politik dengan partai lainnya untuk bisa menghadiri Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab). Akibatnya Rapimgab selaku tidak memenuhi syarat minimal kehadiran anggota alias tidak quorum.

baca juga

"Sangat berpotensi (Rapat Paripurna) akan berlangsung setelah anggota DPRD yang baru. Saya kira ini terjadi karena PKS kurang optimal dalam melakukan pendekatan dan lobi-lobi," ujar Syarif saat dihubungi, Jumat (2/8/2019).

Saat ini proses pemilihan Wagub masih tertahan karena tata tertib (tatib) untuk rapat paripurna belum kunjung disahkan. Rapimgab untuk mengesahkan tatib tersebut kerap ditunda karena hanya dihadiri sedikit anggota DPRD Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik, Anies: Semua Sudah Siap

Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik, Anies: Semua Sudah Siap

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 17:41 WIB

Bakal Kembali ke Gerindra, Sandiaga Minta Waktu Berlibur ke Prabowo

Bakal Kembali ke Gerindra, Sandiaga Minta Waktu Berlibur ke Prabowo

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 17:04 WIB

Sumbang Polusi Jakarta, Anies Minta PLN Periksa Cerobong Asap PLTU

Sumbang Polusi Jakarta, Anies Minta PLN Periksa Cerobong Asap PLTU

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 15:59 WIB

Megawati Ajak Prabowo Bertempur 2024, Gerindra: Lawan Bisa Jadi Kawan...

Megawati Ajak Prabowo Bertempur 2024, Gerindra: Lawan Bisa Jadi Kawan...

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 15:30 WIB

Mesem Ditanya Pilwalkot Tangsel, Sandiaga Dicueki Mpok Nur?

Mesem Ditanya Pilwalkot Tangsel, Sandiaga Dicueki Mpok Nur?

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 14:22 WIB

Pembatasan Usia Mobil, Ketua VW Beetle Club: Bersiaplah Pak Anies!

Pembatasan Usia Mobil, Ketua VW Beetle Club: Bersiaplah Pak Anies!

Otomotif | Kamis, 08 Agustus 2019 | 14:04 WIB

Terkini

Peran AI di Dunia Kepenulisan: Ancaman atau Partner Kerja bagi Penulis?

Peran AI di Dunia Kepenulisan: Ancaman atau Partner Kerja bagi Penulis?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:30 WIB

Drakor Makin Pendek, Benarkah Efek Samping TikTok Bikin Penonton Susah Fokus?

Drakor Makin Pendek, Benarkah Efek Samping TikTok Bikin Penonton Susah Fokus?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:29 WIB

AGRA Tak Percaya UU Reforma Agraria Bisa Atasi Monopoli Tanah

AGRA Tak Percaya UU Reforma Agraria Bisa Atasi Monopoli Tanah

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:28 WIB

Transaksi BRI Ini Bisa Kasih Kamu Voucher Tokopedia Rp100 Ribu

Transaksi BRI Ini Bisa Kasih Kamu Voucher Tokopedia Rp100 Ribu

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 15:27 WIB

Rambut Rontok dan Ketombe? Ini 4 Rekomendasi Hair Tonic Ampuh Beserta Reviewnya!

Rambut Rontok dan Ketombe? Ini 4 Rekomendasi Hair Tonic Ampuh Beserta Reviewnya!

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:27 WIB

Delhi Diteror Geng Pemerkosa India, Korbannya Cewek 17 Tahun

Delhi Diteror Geng Pemerkosa India, Korbannya Cewek 17 Tahun

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:26 WIB

Gepeng di Pekanbaru Banyak Pendatang, Dinsos: Bukan Cari Nafkah Tapi untuk Kaya

Gepeng di Pekanbaru Banyak Pendatang, Dinsos: Bukan Cari Nafkah Tapi untuk Kaya

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 15:23 WIB

Perjuangan PMI di Taiwan Kini Lebih Tenang Berkat Inovasi Finansial BRI

Perjuangan PMI di Taiwan Kini Lebih Tenang Berkat Inovasi Finansial BRI

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 15:22 WIB

UMKM Perempuan Mulai Berbenah, Buka Toko Online hingga Siapkan Strategi Pemasaran Digital

UMKM Perempuan Mulai Berbenah, Buka Toko Online hingga Siapkan Strategi Pemasaran Digital

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:22 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Tembus 300 Orang, RS Sampai Penuh

Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Tembus 300 Orang, RS Sampai Penuh

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 15:20 WIB

×