Kritik Ulama Zakir Naik, Malah Diancam Penggal Kepala

Rendy Adrikni Sadikin

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 09:36 WIB
Kritik Ulama Zakir Naik, Malah Diancam Penggal Kepala
Ulama India, Zakir Naik di Jakarta, Jumat (31/3).

Suara.com - Pengacara Syahredzan Johan menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial usai menyarankan agar status penduduk permanan Zakir Naik dicabut.

Dalam cuitannya pada Rabu (14/9/2019), pengacara Malaysia tersebut membeberkan ancaman pembunuhan yang diunggah ke jejaring sosial Facebook.

"Jadi saya mendapatkan (ancaman) ini di FB. Tidak jelas, kekuasaan apa yang dia pikir saya punya," kicau dia melalui akun Twitter @syahredzan.

Syahredzan, yang adalah sekretaris politik Iskandar Puteri MP Lim Kit Siang, juga membagikan hasil bidik layar dari ancaman pembunuhan itu.

Dalam unggahan di Facebook, pelaku mengancam akan memenggal kepala pengacara tersebut. Bunyinya:

Ancaman pembunuhan untuk pengacara yang kritik Zakir Naik. (Twitter)
Ancaman pembunuhan untuk pengacara yang kritik Zakir Naik. (Twitter)

“... kau usir dr Zakir Naik, aku akan cari sampai dapat dan aku akan pisahkan kepala babi kau tu dari badan kau, ini sumpah aku demi agama islam dan bangsa melayu. Kalau berani cubalah."

Syahredzan melaporkan ancaman pembunuhan tersebut ke Kepolisian Dang Wangi Kamis 15 Agustus 2019.

Ulama Kontroversial Zakir Naik diancam diusir oleh banyak politikus dan menteri Malaysia. Penyebabnya ucapan Zakir Naik soal warga etnis China di Negeri Jiran.

Apa ucapan ulama asal India tersebut yang membuat para petinggi Malaysia naik darah hingga berujung seruan pengusiran?

baca juga

Ucapan soal etnis China di Malaysia dilontarkan Zakir Naik dalam forum 'Executive Talk bersama Dr Zakir Naik' di Kota Baru, Kelantan, Kamis 8 Agustus silam.

Seperti dikutip dari The Star, Jumat (16/8/2019), dalam forum itu, Zakir Naik berbicara tentang bagaimana Islam menyebar di wilayah itu melalui saudagar.

Mendadak Zakir Naik bicara soal etnis China. Zakir Naik meminta etnis China Malaysia untuk 'kembali' karena mereka merupakan 'tamu lama' di negara tersebut.

"Kemudian, lebih banyak orang datang (ke Malaysia). Malaysia pun menjadi muslim seutuhnya. Lalu, China datang, India datang, Inggris datang. Mereka adalah tamu kita," ucap Zakir Naik.

Zakir Naik bilang, "Orang bilang saya tamu. Saya katakan, sebelum saya, etnis China tamu. Mereka tidak lahir di sini. Jika ingin 'tamu baru' Anda untuk pergi, mintalah 'tamu lama' Anda untuk kembali lebih dulu."

"Etnis China tidak lahir di sini, kebanyak dari mereka. Mungkin generasi baru, iya," kata Zakir Naik.

Lalu Zakir Naik berkata, "Jika Anda mau tamu pulang, dan tamu-tamu itu membawa perdamaian bagi masyarakat, mereka jadi keuntungan bagi keluarga."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Ucapan Ulama Zakir Naik yang Bikin Murka Warga Malaysia

Ini Ucapan Ulama Zakir Naik yang Bikin Murka Warga Malaysia

News | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 09:12 WIB

Di Hari Kemerdekaan, Indonesia Hadapi Malaysia di Semifinal Piala AFF U-18

Di Hari Kemerdekaan, Indonesia Hadapi Malaysia di Semifinal Piala AFF U-18

Bola | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 05:00 WIB

Zakir Naik Diusir Warga Malaysia karena Serukan Pengusiran Etnis China

Zakir Naik Diusir Warga Malaysia karena Serukan Pengusiran Etnis China

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:24 WIB

Geber Motor Bebek Layaknya Pembalap Motocross, Aksi Bocah Ini Bikin Ngilu

Geber Motor Bebek Layaknya Pembalap Motocross, Aksi Bocah Ini Bikin Ngilu

Otomotif | Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:40 WIB

Berhadiah Rp 20 Ribu, Penumpang Ojol Ini Minta Dibuatkan Pantun

Berhadiah Rp 20 Ribu, Penumpang Ojol Ini Minta Dibuatkan Pantun

Tekno | Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:45 WIB

Viral: Enggan Menapakkan Kaki, Kelakuan Biker Ini Bikin Ngakak

Viral: Enggan Menapakkan Kaki, Kelakuan Biker Ini Bikin Ngakak

Otomotif | Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:20 WIB

Video Threesome Vina Garut jadi Trending Topic, Polisi Tangkap 2 Pelaku

Video Threesome Vina Garut jadi Trending Topic, Polisi Tangkap 2 Pelaku

News | Rabu, 14 Agustus 2019 | 19:41 WIB

Berkat Twitter, iPhone X yang Hilang di Kereta Bisa Kembali ke Pemiliknya

Berkat Twitter, iPhone X yang Hilang di Kereta Bisa Kembali ke Pemiliknya

Tekno | Rabu, 14 Agustus 2019 | 18:14 WIB

Terkini

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:13 WIB

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:09 WIB

DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen

DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:07 WIB

Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat

Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:03 WIB

×