Hutan Amazon Alami Kebakaran Terburuk, Presiden Brasil Salahkan NGO

Bangun Santoso

Kamis, 22 Agustus 2019 | 10:59 WIB
Hutan Amazon Alami Kebakaran Terburuk, Presiden Brasil Salahkan NGO
Kebakaran hutan Amazon di Brasil. (AFP)

Suara.com - Hutan tropis terluas di dunia Amazon di Brasil terbakar dan menjadi peristiwa kebakaran terburuk di tahun 2019. Institut Nasional untuk Riset Antariksa (Inpe) menyebut kebakaran di Amazon meningkat 83 persen dibanding periode yang sama di tahun 2018 lalu.

Sejumlah pihak, khususnya para pemerhati lingkungan mengkritisi kebijakan Presiden Brasil Jair Bolsonaro terkait lingkungan.

Sebaliknya, Bolsonaro menuduh organisasi nonpemerintah (NGO) telah melakukan pembakaran hutan Amazon untuk mencoreng citra pemerintahannya setelah memangkas dana untuk mereka.

Pakar iklim dan lingkungan membantah klaimnya yang tak berdasar sebagai "tabir asap" untuk menutupi pembongkaran perlindungan hutan hujan tropis terbesar di dunia tersebut. Mereka juga mengatakan pembukaan lahan oleh para petani merupakan penyebab lonjakan kebakaran hutan.

"Semuanya mengindikasikan" bahwa NGO berangkat ke Amazon "untuk membakar" hutan tersebut, kata Bolsonaro melalui siaran Langsung Facebook.

Saat ditanya apakah ia memiliki bukti yang memperkuat klaimnya, ia menjawab "tidak ada rencana tertulis", menambahkan "bukan begitu caranya."

Penampakan kebakaran hutan di kawasan Amazon Brasil yang tertangkap kamera citra satelit NASA pada Rabu (21/8/2019). (AFP)
Penampakan kebakaran hutan di kawasan Amazon Brasil yang tertangkap kamera citra satelit NASA pada Rabu (21/8/2019). (AFP)

Mantan kapten militer yang terjun ke dunia politik itu berpendapat pemangkasan dana oleh pemerintahannya dapat menjadi motif.

"Kejahatannya ada," ungkap dia. "Orang-orang ini kehilangan uang."

Pernyataan terbaru Bolsonaro membuat geram para pecinta lingkungan, yang semakin khawatir dengan sikapnya terhadap hutan hujan Amazon, benteng utama melawan perubahan iklim dan lebih dari setengah dari hutan tersebut berada di Brasil.

baca juga

"Ini pernyataan yang menyakitkan, pernyataan menyedihkan," kata Marcio Astrini, koordinator kebijakan umum Greepeace Brazil. "Maraknya penggundulan hutan serta pembakaran merupakan akibat dari kebijakan anti-lingkungan presiden." (Reuters/Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bersembunyi di Amazon, Suku Paling Terancam di Dunia Ini Terekam Kamera

Bersembunyi di Amazon, Suku Paling Terancam di Dunia Ini Terekam Kamera

Tekno | Rabu, 24 Juli 2019 | 20:05 WIB

Menyeramkan, Ini Penampakan Tarantula Memangsa Hewan Imut

Menyeramkan, Ini Penampakan Tarantula Memangsa Hewan Imut

Tekno | Selasa, 05 Maret 2019 | 17:51 WIB

Paus Bungkuk Raksasa Mati di Tengah Hutan Amazon, Padahal Jauh dari Laut

Paus Bungkuk Raksasa Mati di Tengah Hutan Amazon, Padahal Jauh dari Laut

Lifestyle | Senin, 25 Februari 2019 | 17:35 WIB

Jauh dari Laut, Paus Bungkuk Raksasa Terdampar  di Tengah Hutan Amazon

Jauh dari Laut, Paus Bungkuk Raksasa Terdampar di Tengah Hutan Amazon

Lifestyle | Senin, 25 Februari 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Warga Jakarta Diminta Beralih ke Transportasi Umum untuk Tekan Polusi Udara

Warga Jakarta Diminta Beralih ke Transportasi Umum untuk Tekan Polusi Udara

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:15 WIB

×