Dituding Tak Sopan, Arteria Dahlan: Lah, Ini Belajar Jujur!

Pebriansyah Ariefana, Novian Ardiansyah

Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:50 WIB
Dituding Tak Sopan, Arteria Dahlan: Lah, Ini Belajar Jujur!
Anggota Pansus Angket KPK yang juga anggota fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan (kedua dari kanan), dalam jumpa pers di Hotel Santika, Slipi, Jakarta, Rabu (20/9/2017). [Suara.com/Bagus Santosa]

Lalu ia menyampaikan alasan dibentuknya dewan pengawas KPK. Namun, sebelum menjelaskan, Arteria menunjukkan kertas yang ia sebut berita acara.

Dirinya mengatakan, harta yang disita KPK tidak masuk ke kas negara. Ia menyebut bahwa kejadian itu menjadi alasan dibentuknya dewan pengawas KPK.

"Kemudian yang kedua, Prof, ya, saya ingin katakan, kenapa kami buat dewan pengawas? Saya ingin sampaikan biar Prof juga jelas. Kita bicara hukum sama ahli hukum, bicara hukum pidana korupsi sama ahli pidana korupsi. Bukan saya mengdiskreditkan Prof," ungkap Arteria.

"Biar enggak ada yang kayak begini Prof, berita acara sita rampas, emas batangan diambil, seolah-olah ada title KPK, kemudian uang dirampas, tapi ternyata enggak masuk ke kas negara. Ini gunanya dewan pengawas," imbuhnya.

Lalu Arteria menunjuk ke arah penonton di studio dan meminta salah satunya berdiri.

Ia menyebut orang yang ia tunjuk itu sebagai bukti dari pernyataan yang ia utarakan sebelumnya.

"Itu ada buktinya, berdiri sini! Ini buktinya. Ke mana uang itu?" katanya.

Najwa Shihab, sebagai tuan rumah Mata Najwa, tampak kebingungan melihat tingkah Arteria.

Jurnalis senior itu pun bertanya, "Siapa? Anda menunjuk ke siapa? Anda nunjuk penonton saya?"

baca juga

"Sini, sini, sini, berdiri," lanjut Arteria, meminta penonton Mata Najwa naik panggung.

Najwa lantas mencegah orang itu menuruti instruksi Arteria. Ia menegaskan, dirinyalah yang berhak menunjuk orang untuk tampil di panggung Mata Najwa.

"Sebentar, sebentar, saya yang berhak menunjuk orang untuk naik ke panggung saya. Tunggu dulu di situ, Bapak. Saya akan cek dulu Anda siapa karena tidak bisa sembarangan orang masuk. Saya akan cek Anda siapa. Silakan dilanjutkan," ucap Najwa, kembali ke Arteria.

Politikus 44 tahun itu lalu beralhi ke topik tentang KPK gadungan. Sama seperti sebelumnya, Arteria masih menujukan pernyataannya untuk Emil.

"Kemudian, bicara KPK gadungan, ternyata pada saat pemeriksaan itu, Prof, semua orang dipanggilin. 'Kamu mau dipanggil apa enggak dipanggil? Kalau enggak mau dipanggil, serahin harta-harta kamu.' Tiba-tiba begitu ketahuan dan ketangkep, dia bilang itu KPK gadungan. Padahal bukan KPK gadungan, namanya mau saya sebutin, ada semua. Ini, Prof," jelasnya.

Lalu ia memberikan contoh kasus yang ia sebut terjadi di Sumatra barat. Lagi-lagi, pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini menyinggung penonton yang ia tunjuk tadi.

"Nah, Prof, orang Sumatra Barat, saya buktikan lagi, ini ada kasus, Rp6 triliun, dana bencana, kemudian juga masalah KONI, pasar, enggak pernah diangkat. Kenapa? Dicek lagi, apakah ada masalah serah-terima kebun sawit, motor-motor besar? Siapa yang menerimanya? Tanyakan sama beliau," katanya.

Arteria mengaku menghargai kinerja KPK, tetapi baginya, masyarakat tak boleh mengelak bahwa KPK, menurut dia, perlu dibenahi.

"Kita hargai capaian-capaian KPK, Prof, tapi kita tidak boleh menutup mata kalau memang harus ada pembenahan terkait dengan KPK. Tahu enggak, Prof, siapa pelakunya?" ujar Arteria.

Emil pun merespons ucapan Arteria. Ahli ekonomi yang pernah menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden ini menerangkan, KPK diwajibkan untuk selalu melapor.

"Begini, Bung, di dalam aturan Undang-Undang KPK, ada kewajiban menyampaikan laporan..." ucapnya, tetapi belum selesai, dipotong Arteria.

"Enggak pernah dikerjakan Prof. Prof tahu enggak?" sahut Arteria, bangkit dari tempat duduknya sambil menunjuk-nunjuk Emil.

Melihat lawan bicaranya ngotot, Emil pun dengan tegas berkata, "Tiap tahun dia menyampaikan laporan!"

Namun, Arteria tetap tak mau kalah adu argumen, sehingga ia tak henti-hentinya menunjuk-nunjuk Emil sambil terus berbicara dengan suara kencang.

"Mana Prof? Saya di DPR, Prof. Enggak boleh begitu Prof. Saya yang di DPR, saya yang tahu, Prof? Mana? Prof sesat! Ini namanya sesat!" kata Arteria, menggunakan nada tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituding Tak Sopan, Arteria Dahlan Tolak Minta Maaf ke Emil Salim

Dituding Tak Sopan, Arteria Dahlan Tolak Minta Maaf ke Emil Salim

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:39 WIB

Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Sesat, Pandji Pragiwaksono Balas Ini

Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Sesat, Pandji Pragiwaksono Balas Ini

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:45 WIB

Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Dimanfaatkan Komentar Perppu KPK

Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Dimanfaatkan Komentar Perppu KPK

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:31 WIB

Arteria Tak Sopan dengan Emil Salim, Andre Rosiade: Suka Meledak-ledak

Arteria Tak Sopan dengan Emil Salim, Andre Rosiade: Suka Meledak-ledak

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:21 WIB

Terkini

Detik-detik Prabowo Tahu Disadap Jenderal Listyo: Sangat Prihatin dan Mengkhawatirkan

Detik-detik Prabowo Tahu Disadap Jenderal Listyo: Sangat Prihatin dan Mengkhawatirkan

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:57 WIB

2 Sabun Cuci Muka Viva untuk Mengencangkan Kulit Wajah Kendur di Usia 40 Tahun ke Atas

2 Sabun Cuci Muka Viva untuk Mengencangkan Kulit Wajah Kendur di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 13:54 WIB

Beda Peran 3 Jenderal Polri saat Menyadap Prabowo

Beda Peran 3 Jenderal Polri saat Menyadap Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:53 WIB

4 Pelembap Beta Glucan Jaga Skin Barrier dan Kulit Lembap, Cuma Rp80 Ribuan

4 Pelembap Beta Glucan Jaga Skin Barrier dan Kulit Lembap, Cuma Rp80 Ribuan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 13:50 WIB

Rudy Mas'ud ke Jakarta di Tengah Rencana Demo, Ini Penjelasan Pemprov Kaltim

Rudy Mas'ud ke Jakarta di Tengah Rencana Demo, Ini Penjelasan Pemprov Kaltim

Kaltim | Rabu, 04 November 2026 | 13:49 WIB

Presiden Prabowo Disadap Listyo Sigit Cs, Gibran Sibuk Jadi 'Mandor' Awasi Bedah Rumah

Presiden Prabowo Disadap Listyo Sigit Cs, Gibran Sibuk Jadi 'Mandor' Awasi Bedah Rumah

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:47 WIB

Geger Kasus Penyadapan Prabowo, SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita

Geger Kasus Penyadapan Prabowo, SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:45 WIB

Harga Acuan Batu Bara Turun Hampir 1%

Harga Acuan Batu Bara Turun Hampir 1%

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 13:42 WIB

Apakah Penyadapan Termasuk Makar? Beda Sikap Menko Kumham dan PDIP Soal Listyo Cs

Apakah Penyadapan Termasuk Makar? Beda Sikap Menko Kumham dan PDIP Soal Listyo Cs

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:41 WIB

PNS Malaysia Dilarang Pakai Waze karena Punya Israel

PNS Malaysia Dilarang Pakai Waze karena Punya Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:38 WIB

×