Bos Charta Politika Ungkap Transaksi Politik Jokowi dan Prabowo

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Kamis, 24 Oktober 2019 | 12:49 WIB
Bos Charta Politika Ungkap Transaksi Politik Jokowi dan Prabowo
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya di Bareskrim Polri. (Suara.com/Novian).

Suara.com - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Charta Politika Yunarto Wijaya menyoroti adanya transaksi politik antara dua mantan rival, Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Pernyataan itu diungkap usai pembawa acara Najwa Shihab meminta analisa Yunarto terkait alasan Jokowi memberikan kementerian strategis dengan nilai anggaran cukup fantastis kepada Prabowo yang notabene bekas lawan politiknya.

"Apa analisa Anda? Ini kementerian strategis. Anggarannya paling besar. Rp 131,2 triliun yang dimiliki Kementerian Pertahanan. Terbesar dibanding kementerian lain. Diberikan kepada lawan politiknya yang ketika itu bertarung," tutur Najwa Shihab dalam tayangan Mata Najwa Trans 7 yang disiarkan pada Rabu (23/10/2019) malam.

Mulanya, Yunarto meluruskan soal pengertian negarawan yang kerap disematkan kepada Jokowi dan Prabowo. Yunarto Wijaya membantah bahwa keduanya negarawan. Menurut dia, yang dilakukan mereka ini adalah transaksi politik.

"Saya ingin meluruskan bahasa yang menyederhanakan ini negarawan. Ketika Jokowi memberikan jabatan menteri ke lawan politiknya, Jokowi dibilang negarawan. Sebaliknya, Prabowo mengalah menjadi menteri, Prabowo dibilang negarawan. Itu transaksi, bukan negarawan," terang Yunarto Wijaya.

Apa bedanya? Menurut Yunarto, negarawan merupakan orang yang ketika kalah meski menyakitkan dan melihat hitung cepat sebagai suatu metode yang ilmiah, dia akui dan mengucapkan selamat tanpa menimbulkan pertentangan.

"Ketika kemudian dia maju dalam pemilu atau pilkada, dan dia tahu ada ormas atau pihak-pihak yang menunggangi dengan cara memecah belah termasuk SARA, dia akan menolak. Itu adalah negarawan," tutur Yunarto Wijaya.

Tapi, imbuh Yunarto, ketika ada orang yang mendapatkan jabatan dan kemudian mau, itu namanya transaksi politik. Jadi, menurut Yunarto, ini merupakan peristiwa politik biasa yang belum bisa menjelaskan bahwa Jokowi Prabowo sebagai negarawan.

"Yang bisa dilakukan adalah memastikan bahwa mereka tidak berubah dari posnya. Jokowi harus menunjukkan bahwa dirinya adalah atasan dari Prabowo," ujar Yunarto.

Kata Yunarto, pilpres merupakan pertarungan antara dua orang dengan visi misi yang berbeda. Menurut dia, tidak mudah bagi Jokowi menerjemahkan pernyataannya yang akan memecat menteri dengan visi misi berbeda dengan ada Prabowo di dalamnya.

"Sementara, Prabowo harus menunjukkan bahwa dia loyal sebagai bawahan. Jika itu sudah dilakukan, bisa dikatakan mereka naik sedikit dari sekadar transaksi politik," tutur Yunarto Wijaya.

Seperti diketahui, Prabowo yang selama ini dikenal sebagai rival Jokowi di Pilpres 2019 resmi dilantik menjadi Menteri Pertahanan atau Menhan. Langkah koalisi antara Prabowo dengan Jokowi sejatinya sudah beberapa pekan terakhir terbaca.

"Selanjutnya Bapak Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan," kata Jokowi mengenalkan para menterinya di selasar Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019).

Kedua tokoh tersebut sempat melakukan pertemuan di Istana. Sinyal Prabowo bakal masuk kabinet makin kuat setelah ikut dipanggil ke Istana oleh Jokowi pada Senin (21/10/2019). Di mana Prabowo digadang-gadang menjadi calon kuat pengganti Ryamizard Ryacudu yang pada kabinet sebelumnya menjabat sebagai Menhan.

Hingga pengumuman pada Rabu (23/10) pagi ini, hal itu terjawab sudah. Presiden Jokowi telah mengumumkan susunan kabinet 2019-2024 dan Prabowo resmi diumumkan sekaligus dilantik sebagai Menteri Pertahanan.

Patut ditunggu bagaimana kebijakan Prabowo Subianto dalam memimpin pos Menteri Pertahanan lima tahun ke depan. Di mana kementerian ini disebut-sebut memiliki anggaran paling besar dibanding kementerian maupun lembaga pemerintah lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ditagih Janji Pulangkan Rizieq, Gerindra: Tak Ada Relevansinya

Prabowo Ditagih Janji Pulangkan Rizieq, Gerindra: Tak Ada Relevansinya

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 12:46 WIB

Prabowo Dibilang Jadi Menhan Demi Bangsa, Najwa: Saya Tuh Suka Ragu

Prabowo Dibilang Jadi Menhan Demi Bangsa, Najwa: Saya Tuh Suka Ragu

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 12:12 WIB

Jokowi akan Pangkas Eselon, Edhy Prabowo Akan Lantik Eselon I - IV

Jokowi akan Pangkas Eselon, Edhy Prabowo Akan Lantik Eselon I - IV

Bisnis | Kamis, 24 Oktober 2019 | 12:02 WIB

Kabinet Indonesia Maju Sidang Paripurna Perdana Dengan Presiden

Kabinet Indonesia Maju Sidang Paripurna Perdana Dengan Presiden

Foto | Kamis, 24 Oktober 2019 | 12:02 WIB

Totalnya Rp 1 Miliar, Garasi Mobil Prabowo Subianto Didominasi Jenis Ini

Totalnya Rp 1 Miliar, Garasi Mobil Prabowo Subianto Didominasi Jenis Ini

Otomotif | Kamis, 24 Oktober 2019 | 11:55 WIB

Prabowo Jadi Menterinya Jokowi, Emak-emak Pendukung: Ilfeel Deh!

Prabowo Jadi Menterinya Jokowi, Emak-emak Pendukung: Ilfeel Deh!

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 11:39 WIB

Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Terbit Tagar #MenhanSkillPresiden

Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Terbit Tagar #MenhanSkillPresiden

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 11:38 WIB

4 Beban Prabowo dan Menteri Jokowi 5 Tahun ke Depan

4 Beban Prabowo dan Menteri Jokowi 5 Tahun ke Depan

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 11:36 WIB

Relawan Jokowi Sampai Kapolda Papua Kirim Bunga untuk Prabowo

Relawan Jokowi Sampai Kapolda Papua Kirim Bunga untuk Prabowo

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 11:00 WIB

Prabowo sampai Nadiem Makarim Sidang Kabinet Perdana dengan Jokowi

Prabowo sampai Nadiem Makarim Sidang Kabinet Perdana dengan Jokowi

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 10:41 WIB

Terkini

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB