Respons Susi Pudjiastuti Saat Disindir Hanya Tenggelamkan Kapal

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Rifan Aditya

Minggu, 03 November 2019 | 12:06 WIB
Respons Susi Pudjiastuti Saat Disindir Hanya Tenggelamkan Kapal
Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga sebagai Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan ikan secara ilegal (Satgas 115) Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam di laut Natuna Utara, Bandung, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). [Antara/M Agung Rajasa]

Suara.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti memberi tanggapan atas sindiran warganet yang menyebut bahwa kerjanya hanya menenggelamkan kapal.

Tanggapan itu disampaikan Susi Pudjiastuti melalui akun resmi Twitter-nya pada Sabtu (2/11/2019).

Awalnya seorang warganet mengutarakan suatu keluhan -- ia merasa Susi Pudjiastuti hanya sibuk menenggelamkan kapal selama menjabat sebagai menteri.

Ia juga menuding Susi Pudjiastuti hanya memberikan keuntungan buat kelompok tertentu.

"Jauh di ujung NTT pulau suka, nelayan yang menunggu program Susi Pudjiastuti dan Kementerian Kelautan dan Perikanan sampai dipensiunkan presiden Jokowi nasibnya tetap menderita dan tidak bisa berubah. Ternyata Susi Pudjiastuti hanya memikirkan tenggelamkan kapal dan memberikan keuntungan buat kelompoknya," tulis akun Twitter dengan nama 'gero aronggear'.

Respon mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti disindir hanya tenggelamkan kapal (twitter @susipudjiastuti)
Respon mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti disindir hanya tenggelamkan kapal (twitter @susipudjiastuti)

Ia juga mengunggah foto seorang pria yang duduk dengan sebuah perahu kecil di hadapannya.

Beberapa menit kemudian Susi Pudjiastuti pun membalas. Wanita kelahiran Pangandaran ini mempertanyakan kelompok mana yang dimaksud oleh warganet tersebut.

"Kelompoknya Susi siapa Pak? Bisa kasih tahu secara jelas?" tanya Susi Pudjiastuti.

Tidak ada balasan lagi dari warganet yang memberikan sindiran tersebut.

baca juga

Sementara, beberapa warganet lain mengomentari respons Susi Pudjiastuti ini dan mendesak agar ia membuat laporan. Menurut mereka, itu termasuk pencemaran nama baik.

Misalnya komentar @neng_farrahlove, "Lebih baik dilaporkan Bu, karena sudah menuduh tanpa bukti dan sudah memenuhi kriteria pencemaran nama baik. Karena jika tidak maka, fitnah-fitnah seperti ini tidak akan berkurang."

Sedangkan yang lain berharap agar Susi Pudjiastuti tetap bersabar.

"Tetap sabar dan ikhlas ya Bu Susi Pudjiastuti insyaAlloh bapak itu sangat menyesalan dengan apa yang sudah dituliskan. Salam Bu," tulis warganet dengan akun Twitter @IG_Putry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Difolbek Susi Pudjiastuti? Penuhi Dulu 4 Syarat Unik Ini!

Mau Difolbek Susi Pudjiastuti? Penuhi Dulu 4 Syarat Unik Ini!

News | Selasa, 29 Oktober 2019 | 12:11 WIB

Tak Terpilih Jadi Menteri, Susi Pudjiastuti Disarankan Ikut Pilkada

Tak Terpilih Jadi Menteri, Susi Pudjiastuti Disarankan Ikut Pilkada

News | Minggu, 27 Oktober 2019 | 18:49 WIB

Susi Pulang ke Pangandaran, Ini Riuhnya Warga Menyambut

Susi Pulang ke Pangandaran, Ini Riuhnya Warga Menyambut

News | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 15:38 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×