Otoriter dan Penuh Intrik, Anandito Beberkan Politik Jawa di Mata Pramoedya

Arsito Hidayatullah, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Rabu, 04 Desember 2019 | 05:46 WIB
Otoriter dan Penuh Intrik, Anandito Beberkan Politik Jawa di Mata Pramoedya
Buku Pramoedya Ananta Toer, Politik, & Sastra karya Anandito Reza Bangsawan - (SUARA/EleonoraPEW)

Suara.com - Dinamika perpolitikan agaknya sangat riuh memenuhi isi kepala Pramoedya Ananta Toer. Meski di bawah represi di masa Orde Baru sekalipun, ia tak segan terus membebaskan keberaniannya menulis tentang konsep politik yang penuh intrik.

Bahkan naskah dua karya terakhirnya, Arus Balik dan Arok Dedes, ia tulis pada 70-an, ketika dirinya diasingkan selama 14 tahun di Pulau Buru. Keduanya merupakan bagian dari tetralogi Arus Balik, Arok Dedes, Mangir, dan Mata Pusaran, yang disebut Anandito Reza Bangsawan memiliki keterkaitan dalam penggambaran sejarah dan politik dengan bahasa ringan dan bumbu kritik.

Namun, kata dia, Mata Pusaran tak memungkinkan untuk diterbitkan kala itu karena situasi dan kondisi pada zamannya. Anandito pun mengulik Arus Balik dan Arok Dedes, yang kemudian kajiannya diterbitkan dalam bentuk buku Pramoedya Ananta Toer, Politik & Sastra. Penulis kelahiran Bekasi, 9 Agustus 1987 ini menganalisis konsep "Politik Jawa" di mata Pramoedya dalam dua novel itu.

Berdasarkan kajiannya, Anandito membeberkan bagaimana Pramoedya mendeskripsikan, di kedua novel tersebut, cara "politik Jawa melakukan kudeta dari kelompok lapisan bawah untuk merebut kekuasaan -- penuh intrik, lobi, lempar batu sembunyi tangan, perencana menjadi terhormat, dan yang tak terlibat menjadi korban hingga ditumpas habis-habisan."

Anandito menilai, penggambaran Pramoedya tentang politik Jawa di dua buku itu tak ubahnya tragedi peralihan kekuasaan di masa Orde Lama ke Orde Baru, di mana kepemimpinan penguasa "dibangun dengan pola ekspansi, militeristik, konflik, kudeta, dan pengkhianatan orang dalam lingkar kekuasaan."

Meski begitu, Arok Dedes dan Arus Balik sebenarnya memiliki latar waktu yang berbeda. Arok Dedes diceritakan pada zaman kejayaan kerajaan Hindu-Buddha, sedangkan Arus Balik di akhir kejayaan Majapahit, ketika praktik Islamisasi di Indonesia mulai meluas. Satu yang membuat keduanya saling terkait, yaitu soal "merebut, mempertahankan, dan mengamankan kekuasaan."

Bagi Anindito, di kedua karyanya, Pramoedya secara tersirat menggambarkan sosok penguasa yang membuat aturan demi keuntungan kelompoknya saja dengan cara yang otoriter, sewenang-wenang, dan menindas. Politik Jawa pun makin terasa nyatanya dengan dominasi orang Jawa sejak era Soekarno hingga Jokowi saat ini.

Sebagai tambahan, Anandito menerangkan, keterkaitan antara dua novel Pramoedya dengan politik di Indonesia juga makin nampak melalui kemiripan dua tokohnya: Ken Arok di Arok Dedes dengan cara Soeharto menjadi Presiden ke-2 RI dan Wiranggaleng di Arus Balik dengan cara Gus Dur menjadi Presiden ke-4 RI.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Memilih Perhiasan Bayi, Nomor Satu Pastikan Keasliannya

Tips Memilih Perhiasan Bayi, Nomor Satu Pastikan Keasliannya

Lifestyle | Selasa, 03 Desember 2019 | 11:53 WIB

Beli Berlian di Toko Perhiasan Online, Wajib Perhatikan Ini

Beli Berlian di Toko Perhiasan Online, Wajib Perhatikan Ini

Lifestyle | Kamis, 28 November 2019 | 19:45 WIB

Jelang Tes CPNS, Buku Panduan Tes CPNS Laris Manis Diburu Pembeli

Jelang Tes CPNS, Buku Panduan Tes CPNS Laris Manis Diburu Pembeli

Foto | Kamis, 28 November 2019 | 18:30 WIB

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Ada Materi Ajar yang Mengandung Radikalisme

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Ada Materi Ajar yang Mengandung Radikalisme

News | Rabu, 27 November 2019 | 20:47 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×