Banjir Lumpur di Sigi, Dua Orang Meninggal dan Ratusan Lainnya Mengungsi

Rima Sekarani Imamun Nissa
Banjir Lumpur di Sigi, Dua Orang Meninggal dan Ratusan Lainnya Mengungsi
Warga berjalan di atas lumpur yang menggenang di Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Bengkulu Tengah, Kamis (2/05). [ANTARA FOTO/David Muharmansyah]

Banjir lumpur melanda Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (12/12/2019) malam.

Suara.com - Dua orang dilaporkan meninggal akibat banjir lumpur yang menerjang Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (12/12/2019) malam.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan dua korban yang dimaksud bernama Cristison Bambarehi yang berusia 51 tahun dan Rezky Bambarehi, laki-laki 8 tahun.

"Banjir lumpur terjadi akibat hujan deras yang melanda Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi pada Kamis pukul 18.30 WITA," kata Agus melalui siaran pers, seperti dilansir dari Antara, Jumat (13/12/2019).

Hingga Jumat pukul 06.00 WIB, dilaporkan bencana alam tersebut juga menyebabkan sebanyak 218 kepala keluarga atau 707 penduduk Desa Bolapapu mengungsi.

Pengungsi berasal dari Dusun II RT I sebanyak 42 kepala keluarga atau 149 jiwa, Dusun III RT III 55 kepala keluarga atau 168 jiwa, Dusun III RT II 59 kepala keluarga atau 180 jiwa, serta Dusun III RT I sebanyak 62 kepala keluarga atau 210 jiwa.

"Warga mengungsi di tempat aman yang ada di wilayah Desa Bolapapu seperti dua unit sekolah, 10 unit hunian sementara, 15 unit rumah warga, dan satu unit rumah dinas camat," papar Agus.

Agus juga mengatakan, kejadian banjir lumpur juga menyebabkan tujuh rumah rusak berat, 50 rumah rusak ringan, serta satu gereja terendam.

"Pukul 20.00 WITA hujan sudah mulai reda tetapi belum ada pengungsi yang kembali ke rumahnya masing-masing," tuturnya.

Bencana banjir lumpur di Desa Bolapapu merupakan yang kedua kali menerjang wilayah Kabupaten Sigi. Sebelumnya, Minggu (8/12/2019), sekitar pukul 06.00 WITA, banjir lumpur juga menerjang Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan yang merendam puluhan rumah dan membuat warga mengungsi.

"Pada 2011, wilayah Desa Poi juga pernah diterjang banjir dan menimbulkan 11 korban jiwa," imbuh Agus.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS