Hindari Penyadapan, Pemerintah Akan Gunakan Jaringan Aman Mandiri

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 30 Desember 2019 | 15:26 WIB
Hindari Penyadapan, Pemerintah Akan Gunakan Jaringan Aman Mandiri
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Pemerintah akan memiliki jaringan yang dinamakan "Jaringan Aman Mandiri". Jaringan tersebut dibuat khusus agar pemerintah terhindar dari penyadapan.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan selama ini pemerintah masih menggunakan jaringan komersial. Resiko yang dirasakan pemerintah apabila jaringan komersial itu sedang gangguan kata Mahfud, maka pemerintah pun akan ikut mengalaminya.

"Dengan jaringan komersial itu companynya itu macet, kita ikut macet, dan itu bisa disadap, bisa kena operasi intelijen. Ini mau bikin yang mandiri," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mandiri ialah jaringan tersebut hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu. Ia memastikan keamanan dari akses JAM tersebut terjamin dengan adanya kunci atau password.

Pembuatan Jaringan Aman Mandiri (JAM) tersebut telah dibincangkan oleh Mahfud bersama Menkoinfo Johnny G Plate, pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Kementerian Pertahanan.

Jaringan mandiri sebenarnya sudah digunakan oleh masing-masing matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan juga kepolisian. Menurutnya tidak masalah apabila nantinya akan ada JAM yang bisa terkoordinasi dengan kementerian serta lembaga lainnya.

Mahfud mengungkapkan rencana pembuatan JAM tersebut akan ditindaklanjuti untuk membahas soal keamanan dan juga ketahanannya yang lebih terjamin. Lagipula kata Mahfud, keberadaan JAM sendiri bisa melindungi keamanan negara di sektor laut.

"Lalu keamanan pertahanannya, kita sering kebobolan kalau tidak pakai yang mandiri," ujarnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMKM Jadi Sasaran Empuk Serangan Siber

UMKM Jadi Sasaran Empuk Serangan Siber

Tekno | Senin, 23 Desember 2019 | 21:31 WIB

Serangan Ransomware Masih Jadi Momok di Indonesia pada 2020

Serangan Ransomware Masih Jadi Momok di Indonesia pada 2020

Tekno | Senin, 23 Desember 2019 | 18:50 WIB

UU Baru Syaratkan Harus Izin, KPK Tetap Sadap 300 Nomor Telepon

UU Baru Syaratkan Harus Izin, KPK Tetap Sadap 300 Nomor Telepon

News | Rabu, 18 Desember 2019 | 17:01 WIB

Jansen Demokrat Minta Penyadapan BIN Perlu Diawasi Seperti KPK

Jansen Demokrat Minta Penyadapan BIN Perlu Diawasi Seperti KPK

News | Selasa, 17 September 2019 | 09:37 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×