Dinkes: Belum Ada Warga Jakarta yang Terjangkit Virus Corona

Pebriansyah Ariefana | Fakhri Fuadi Muflih
Dinkes: Belum Ada Warga Jakarta yang Terjangkit Virus Corona
Para pemudik Tahun Baru Imlek mengenakan masker dalam perjalanan dengan menggunakan subway dari Stasiun Dongzhimen menuju tempat transit Stasiun Beijing sebelum ganti kereta ke berbagai daerah di China, Rabu (22/1/2020). (ANTARA/M. Irfan Ilmie/tm)

Dinkes DKI Jakarta akan memantau.

Suara.com - Belum ada warga Jakarta yang terjangkit virus corona. Virus Corona mewabah di China sempat geger di Indonesia karena seorang pekerja China perusahaan Huawei diduga terjangkit saat berada di gedung BRI.

Meski demikian, sejauh ini belum ada informasi soal adanya warga DKI yang terjangkit virus ini. Hal ini dikatakan oleh Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia. Ia mengaku sudah memeriksa laporan rutin dari berbagai fasilitas kesehatan terkait adanya virus ini.

"Sampai saat ini belum ada informasi atau belum ada pasien novel corona virus yang ada di Jakarta," ujar Dwi saat dihubungi, Kamis (23/1/2020).

Dwi mengaku pihaknya selalu mendapatkan informasi dari berbagai pihak seperti bandara tentang indikasi masuknya virus dari luar negeri. Adanya orang yang sakit dan hasil pemeriksaan suhu juga ia dapatkan.

Selain itu pihak rumah sakit di Jakarta juga memberikan laporan jika ada orang yang sakit yang baru sampai Indonesia. Pihak negara terjangkit juga memberikan laporan jika ada warganya yang ingin mengunjungi Jakarta.

"Jadi kan sistem yang ada kita akan dapat informasi cepat itu mulai dari bandara," jelasnya.

Ia mengaku akan melakukan penelusuran ulang jika nantinya ada laporan indikasi warga Jakarta yang terjangkit virus.

"Kalau ada informasi baik di media ataupun perorangan, atau dari rumah sakit. Kita akan telusuri ulang untuk memastikan benar atau tidak informasinya," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan China Li Bin mengatakan ada lebih dari 2.200 orang yang terindikasi melakukan kontak dengan pasien. Lebih dari 700 sudah dinyatakan sehat dan tidak terinfeksi, sementara sisanya masih menjalani pemantauan.

"Kami melihat adanya kemungkinan virus bermutasi dan menyebar lebih jauh," ujar Li Bin, sembari mengatakan risiko penularan meningkat jelang Tahun Baru Imlek.

Gejala virus corona yang menyebabkan pneumonia ini antara lain demam, batuk, dan kesulitan bernapas.

Pihak kesehatan berpendapat bahwa wabah akibat virus Corona ini berkaitan dengan pasar makanan laut di Wuhan. Tetapi, beberapa pasien baru mau menghindari pasar ini setelah didiagnosis dengan virus Corona.

Sekarang ini belum tersedia vaksin untuk jenis virus Corona baru. Tetapi, perlu diwaspadai kalau gejalanya meliputi demam, kesulitan bernapas dan infiltrat pneumonik di paru-paru.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS