Sekolah di Aceh Tamiang Ditargetkan Bisa Beroperasi 5 Januari 2026

Ferry Noviandi Suara.Com
Jum'at, 02 Januari 2026 | 20:28 WIB
Sekolah di Aceh Tamiang Ditargetkan Bisa Beroperasi 5 Januari 2026
Kaporli Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan ke lokasi bencana alam di Aceh Tamiang. Listyo menargetkan sekolah-sekolah bisa beroperasi pada 5 Januari 2026. [dokumentasi pribadi]
Baca 10 detik
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengunjungi Aceh Tamiang pada akhir 2025 guna memastikan pemulihan pascabencana berjalan lancar.
  • Sebanyak 1.102 personel Polri dikerahkan untuk membersihkan 38 sekolah agar dapat beroperasi kembali pada 5 Januari.
  • Kapolri juga meninjau lokasi pembangunan Hunian Tetap dan Sementara bagi warga yang terdampak bencana di wilayah tersebut.

Suara.com - Di penghujung 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan tanpa hambatan.

Fokus utamanya satu: memastikan anak-anak sekolah bisa kembali belajar di kelas pada awal tahun baru.

Sambil meninjau langsung pembersihan SMP Swasta Islam, TK Bhayangkari, hingga Asrama Polisi (Aspol) Kota Kuala Simpang pada Rabu (31/12/2025), Jenderal Sigit menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti lama akibat bencana.

"Harapan kita, khusus untuk sekolah-sekolah, tanggal 5 Januari sudah bisa masuk. Kita lakukan pembersihan dengan cepat agar aktivitas belajar mengajar kembali normal," ujar Sigit dengan optimis di tengah kegiatannya meninjau lokasi.

Polri tidak main-main dalam misi kemanusiaan ini. Sebanyak 1.102 personel kepolisian dikerahkan ke titik-titik terdampak, lengkap dengan berbagai alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material sisa bencana.

Di Aceh Tamiang saja, tercatat ada 38 sekolah yang kini tengah dikebut pembersihannya melalui aksi gotong royong antara polisi, warga, dan pihak sekolah.

"Kita kejar di sisa waktu yang ada," ucap Kapolri, menekankan urgensi waktu yang tinggal hitungan hari.

Selain fasilitas pendidikan, Jenderal Sigit juga menaruh perhatian besar pada tempat tinggal warga yang rusak.

Ia meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) yang diinisiasi oleh Polri.

Baca Juga: Anggaran Besar, Celah Lebar: Mengapa Pendidikan Selalu Jadi Lahan Basah Korupsi?

Ia ingin memastikan bahwa masyarakat yang kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan kepastian.

"Kita ingin pastikan ada progres nyata, mulai dari pembersihan hingga pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak," imbuhnya.

Langkah cepat di Aceh Tamiang ini merupakan bagian dari komitmen besar Polri dalam penanggulangan bencana di wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) yang juga mengalami musibah serupa.

Kapolri memastikan bahwa Polri akan terus mengawal seluruh proses transisi, mulai dari masa tanggap darurat, rekonstruksi, hingga relokasi warga ke tempat yang lebih aman.

"Polri bersama masyarakat dan seluruh stakeholder akan terus bersinergi sampai kondisi benar-benar pulih dan aktivitas warga kembali normal," pungkasnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI