Turun Ranking Kota Termacet di Dunia, Tapi Tingkat Kemacetan Jakarta Tetap

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 30 Januari 2020 | 16:37 WIB
Turun Ranking Kota Termacet di Dunia, Tapi Tingkat Kemacetan Jakarta Tetap
Suasana kemacetan di sepanjang ruas jalan tol dalam kota MT Haryono, Cawang, Jakarta, Senin (7/8/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - DKI Jakarta menempati peringkat 10 kota termacet di dunia versi laman daring penyedia informasi kemacetan di kota-kota dunia, tomtom.com. Meski demikian, sebenarnya tingkat kemacetan di Jakarta tidak mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Secara peringkat, Ibu Kota Indonesia ini memang berhasil turun tiga peringkat. Pada tahun 2018, Jakarta menempati urutan tujuh.

Namun tingkat kemacetan di tahun 2019 dan 2018 tidak berubah, yakni 53 persen. Tidak ada kenaikan atau penurunan sejak 2017 tingkatnya berkurang delapan persen.

Peringkat Jakarta sendiri bisa turun karena adanya kota baru yang disurvei tomtom.com. Terhitung pada tahun 2019 ada 416 kota, sedangkan pada Tahun 2018 ada 403 kota. Sehingga ada penambahan sebanyak 13 kota baru pada tahun 2019.

Dari 13 kota yang baru dimasukan itu, tiga di antaranya langsung menyalip tingkat kemacetan di Jakarta. Kota-kota itu di antaranya adalah Bengaluru dan Pune di India, serta Manila di Filipina.

Bengaluru yang baru masuk di tahun ini, langsung menduduki peringkat pertama dengan tingkat kemacetan 71 persen. Begitu juga Manila yang memiliki tingkat kemacetan 71 persen seperti Bengaluru menduduki peringkat dua.

Lalu Pune sendiri yang juga baru masuk langsung mendapat predikat kota termacet kelima di dunia dengan tingkat kemacetan 59 persen.

Masuknya tiga kota ini juga berdampak pada kota yang masuk 10 besar termacet di dunia lainnya. Seperti Kota Bangkok di Thailand yang sempat menduduki peringkat delapan di tahun 2018 menjadi urutan 11.

Kota Recife di Brazil juga turun dari peringkat 10 menjadi urutan 15 padahal tingkat kemacetannya tak berubah.

Sebelumnya, laman daring penyedia informasi kemacetan di kota-kota dunia, tomtom.com merilis data kemacetan di tahun 2019. Hasilnya, Jakarta kini menduduki peringkat 10 kota termacet di dunia.

Survei tomtom di Tahun 2019 ini disebut melibatkan setidaknya 416 kota dari 57 negara di enam benua. Penelitiannya melibatkan berbagai unsur seperti pengendara, kebijakan pemerintah, rencana tata kota hingga produksi kendaraan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Terbaru, Jakarta Peringkat 10 Kota Termacet di Dunia Versi TomTom

Survei Terbaru, Jakarta Peringkat 10 Kota Termacet di Dunia Versi TomTom

News | Kamis, 30 Januari 2020 | 15:50 WIB

Walkot Depok Wacanakan Bikin Transportasi Berbasis Rel, Biayanya Rp 12 T

Walkot Depok Wacanakan Bikin Transportasi Berbasis Rel, Biayanya Rp 12 T

Jabar | Rabu, 29 Januari 2020 | 20:07 WIB

Orang Kaya Naik MRT: Strategi MRT yang Bisa Mengubah Jakarta

Orang Kaya Naik MRT: Strategi MRT yang Bisa Mengubah Jakarta

Your Say | Senin, 27 Januari 2020 | 17:30 WIB

Jak Lingko, Strategi Pemda DKI Urai Macetnya Jakarta

Jak Lingko, Strategi Pemda DKI Urai Macetnya Jakarta

Your Say | Kamis, 23 Januari 2020 | 15:22 WIB

Batam Bersepeda Digelar Senin Pagi, Para Pekerja Meradang Jalanan Macet

Batam Bersepeda Digelar Senin Pagi, Para Pekerja Meradang Jalanan Macet

Bisnis | Senin, 20 Januari 2020 | 10:04 WIB

Terkini

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

Dukung Earth Hour, BNI Perkuat Operasional Rendah Emisi dan Efisiensi Energi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:30 WIB

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:33 WIB

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:29 WIB

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:23 WIB

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

Menteri PU Nyetir Sendiri Lintasi Trans Jawa, Puji Kualitas Tol Bebas Lubang

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:15 WIB

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

Tak Ada yang Kebal Hukum: Mantan PM Nepal Sharma Oli Ditangkap Terkait Tewasnya Demonstran

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:10 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Pasar Jaya Kebut Pengangkutan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:43 WIB

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

Antisipasi Copet hingga Jambret, Ribuan Personel Jaga Ketat Pasar Murah di Monas

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:40 WIB

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB