Mantap! Indonesia Bisa Deteksi Virus Corona, Begini Caranya

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 06 Februari 2020 | 16:11 WIB
Mantap! Indonesia Bisa Deteksi Virus Corona, Begini Caranya
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Subandriyo. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Indonesia kini telah memiliki alat laboratorium untuk mendeteksi virus corona atau 2019-nCoV. Pendeteksian tersebut dilakukan melalui alat polymerase chain reaction atau PCR.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Subandriyo menjelaskan sebetulnya Indonesia sudah sejak lama bisa mendeteksi virus corona secara umum. Ada dua alat yang dimiliki Indonesia yakni PCR dan Sequencing.

Kedua alat itu disebutnya sudah banyak dimiliki oleh laboratorium perguruan tinggi maupun pihak swasta.

Untuk memeriksa virus Corona umum, biasanya dua alat itu yang digunakan sehingga setidaknya ada dua step yang mesti dilalui pasien untuk diperiksa. 

Namun, kata ia untuk deteksi virus novel Corona nyatanya bisa dilakukan hanya dengan 1 step saja yakni dengan menggunakan PCR. Pendeteksi virus Corona. Hasil dari pendeteksian itu lalu dikonfirmasi dengan menggunakan alat Sequencing. Namun alat Sequencing itu bersifat tidak memberikan hasil kalau tidak disertai dengan biofarmatika.

"Sekarang sudah 1 step dengan PCR tapi primernya khusus untuk deteksi corona novel virus," kata Amin di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Alat tersebut tidak disimpan di bandara, tetapi memang disimpan di laboratorium. Apabila ada warga yang semisal memiliki gejala terkena virus corona pasti langsung dibawa ke rumah sakit. Kemudian pasien itu akan diambil sampel yang dibawa ke laboratorium untuk diuji dengan menggunakan alat PCR.

"Usap hidung atau tenggorokan dengan menggunakan lidi, cairan," ujarnya.

Tidak butuh waktu lama untuk melihat hasil dari pengecekan menggunakan alat PCR itu. Amin menyebut kalau hasil bisa dilihat setelah 4 sampai 5 jam setelah pengujian sampel.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Wisatawan Anjlok karena Corona, Indonesia Kasih Diskon Tiket Pesawat

Jumlah Wisatawan Anjlok karena Corona, Indonesia Kasih Diskon Tiket Pesawat

Bisnis | Kamis, 06 Februari 2020 | 15:54 WIB

Hari ke-5 WNI dari Wuhan Dikarantina: Gatal-gatal, Perut Begah dan Pening

Hari ke-5 WNI dari Wuhan Dikarantina: Gatal-gatal, Perut Begah dan Pening

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 15:40 WIB

Ngaku Kena Virus Corona saat Hendak Diperkosa, Perempuan Ini Selamat

Ngaku Kena Virus Corona saat Hendak Diperkosa, Perempuan Ini Selamat

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 14:46 WIB

Bayi Baru Lahir 30 Jam Jadi Pasien Termuda Virus Corona, Ini Sebabnya!

Bayi Baru Lahir 30 Jam Jadi Pasien Termuda Virus Corona, Ini Sebabnya!

Health | Kamis, 06 Februari 2020 | 14:55 WIB

TOK! Kantor KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia

TOK! Kantor KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia

News | Kamis, 06 Februari 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×