RM Manado yang Jual Masakan Kelelawar di Jakarta, Yakin Cara Masaknya Benar

Silfa Humairah Utami | Stephanus Aranditio | Suara.com

Sabtu, 08 Februari 2020 | 03:00 WIB
RM Manado yang Jual Masakan Kelelawar di Jakarta, Yakin Cara Masaknya Benar
Paniki, menu masakan daging kelelawar yang menjadi makanan khas warga Manado. (suara.com/stephanus aranditio)

Suara.com - RM Manado yang Jual Masakan Kelelawar di Jakarta, Yakin Cara Masaknya Benar

Kelelawar menjadi salah satu hewan yang diduga sebagai biang penyebaran virus corona dari Kota Wuhan, Hubei, China sejak satu bulan belakangan. Di Indonesia daging kelelawar sudah jadi makanan khas Manado.

Suara.com mendatangi salah satu rumah makan khas Manado, Warong Nyong di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat yang sudah berdiri sejak 1998.

Disini daging kelelawar menjadi menu favorit sejumlah orang Manado yang tinggal di Jakarta, dalam bahasa Manado, mereka menyebut masakan ini, Paniki.

Pemilik Warong Nyong, Paulus mengatakan hingga saat ini penjualan Paniki tidak menurun meski ada isu virus corona tersebar lewat daging kelelawar, dia yakin Paniki yang ia jual sudah dimasak dengan benar.

"Enggak ngaruh ke omset, virus yang disana ya biarlah disana saja, kan begitu, disini yang penting cara masaknya, dan kalau dimakan mentah semua binatang yang dimakan mentah itu kan ada kumannya, ayam juga kalau kita makan mentah ada penyakit," kata Paulus kata Paulus kepada Suara.com di lokasi.

Bahkan harga satu porsi Paniki yang ia jual tidaklah murah yakni seharga Rp 100 ribu, lebih mahal dari masakan lainnya seperti daging babi dan anjing. Meski begitu, dia enggan mengungkapkan berapa omsetnya dalam satu hari.

Dia berspekulasi, virus corona di China mungkin saja menyebar lewat kelelawar karena tidak dimasak dengan benar.

"Mungkin disana ada virus, ditambah makannya mereka kan mentah, enggak dipotong, saya lihat di berita mereka pakai sumpit makan mentah, nah kalau kita di warung saya ini masaknya juga harus beberapa kali," ucapnya.

Selain Paniki, Warong Nyong juga menjual masakan hati kelelawar, bagian tubuh ini dianggap orang Manado sebagai obat untuk penyakit asma yang bisa dikonsumsi anak dan orang dewasa.

"Kalau hati kan kita sudah rebus, dijual terserah mau dimasak apa, mau ala jawa mau direbus pakai bakso dimasak bumbu terserah, tetapi lebih bagus direbus begitu saja, khasiatnya begitu bagus buat asma anak kecil orang tua," tutup Paulus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Diminta tak Beri Stigma Negatif pada WNI yang Diobservasi

Masyarakat Diminta tak Beri Stigma Negatif pada WNI yang Diobservasi

Health | Jum'at, 07 Februari 2020 | 20:52 WIB

Sehari Habis 15 Ekor, Pedagang Kelelawar di Jogja Tak Terpengaruh Corona

Sehari Habis 15 Ekor, Pedagang Kelelawar di Jogja Tak Terpengaruh Corona

Jogja | Kamis, 06 Februari 2020 | 21:22 WIB

Kemenkes Ungkap Alasan Indonesia Masih Bebas Corona, Jangan Diragukan!

Kemenkes Ungkap Alasan Indonesia Masih Bebas Corona, Jangan Diragukan!

Health | Kamis, 06 Februari 2020 | 20:52 WIB

Terkini

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:47 WIB

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:18 WIB

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:15 WIB

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:04 WIB

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:52 WIB

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:42 WIB

Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual

Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:38 WIB