Pemerintah Didesak Ikut Perjanjian laut Internasional

Chandra Iswinarno

Senin, 10 Februari 2020 | 00:15 WIB
Pemerintah Didesak Ikut Perjanjian laut Internasional
Aksi Greenpeace di Makassar. [Antara]

Suara.com - Pemerintah didesak Greenpeace Indonesia ikut dalam perjanjian laut internasional. Desakan tersebut disampaikan lantaran masih ditemukannya kasus-kasus pencemaran laut, sampah plastik, perusakan biota laut hingga penangkapan ikan ilegal.

"Pemerintah Indonesia harus ambil bagian dalam mewujudkan perjanjian laut internasional 2020 sebagai bentuk keseriusan menyelamatkan serta melindungi laut Indonesia," kata Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia Afdillah seperti dilansir Antara pada Minggu (9/2/2020).

Ia mengemukakan Indonesia merupakan negara maritim yang dikelilingi lautan. Namun ironisnya, cukup banyak ditemukan satwa laut yang terdampar di pantai, baik itu akibat pencemaran minyak mentah ataupun konsumsi sampah plastik.

Bahkan, aktivitas penangkapan ikan pun kata dia, masih marak dan mengabaikan praktik keberlanjutan hingga merusak ekosistem di bawah laut yang membuat habitat ikan semakin terancam. Tak hanya itu, lanjut dia, enam dari tujuh spesies penyu menghadapi kepunahan. Kemudian, jutaan hiu terbunuh oleh industri penangkapan ikan setiap tahun.

"Kita seringkali menemukan perut paus yang terdampar dipenuhi sampah plastik. Lautan kita saat ini menghadapi ancaman yang besar," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan Muhammad Al Amin mengatakan, saat ini kondisi Spermonde (gugusan 120 pulau di lepas pantai barat daya Sulawesi) mengalami degradasi yang cukup parah, sehingga perlu perhatian semua pihak utamanya pemerintah.

"Kami ikut mendorong pemerintah ikut ambil bagian perjanjian laut internasional, sebab ini momentum yang sangat tepat menyelamatkan laut kita dari kerusakan yang lebih parah," tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga didorong segera membuat cagar alam yang aman bagi satwa liar untuk pulih dari ancaman yang mereka hadapi. Untuk itu pemerintah harus terlebih dahulu menyepakati perjanjian laut lnternasional di tingkat PBB tahun 2020.

Sebelumnya, organisasi lingkungan internasional Greenpeace berkampanye mendorong adanya suatu kesepakatan global ambisius yang memungkinkan terciptanya jaringan suaka lautan, bebas dari aktivitas manusia yang berbahaya.

baca juga

Menurut para ilmuwan perlu mencapai 30 persen lautan dunia pada tahun 2030 untuk memungkinkan populasi satwa liar di laut pulih.

Protect the Oceans Greenpeace, Will McCallum dalam kampanyenya mengatakan, populasi penguin menghilang secara nyata. Baru-baru ini di Antartika, pihaknya menyaksikan beberapa koloni penguin sangat menderita, dengan beberapa populasi anjlok secara signifikan.

"Perubahan iklim, polusi plastik, dan industri penangkapan ikan membunuh lautan kita, dan kini jutaan orang mendesak pemerintah kita untuk melindunginya," kata Will menegaskan.

Rencananya, para perwakilan negara-negara akan bertemu di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, untuk negosiasi putaran keempat menuju Perjanjian Laut Internasional pada akhir Maret 2020.

Sehingga dengan adanya informasi tersebut, para relawan Greenpeace Indonesia di tujuh kota yakni Jakarta, Makassar, Bandung, Pekanbaru, Semarang, Yogyakarta, dan Padang turun menggelar aksi damai.

Aksi tersebut dilaksanakan di depan kantor pemerintahan dan ikon kota, tiap pekan guna mendorong pemerintah secara aktif ikut serta dalam mewujudkan terbentuknya Perjanjian Laut Internasional (Global Ocean Treaty).

Di Makassar aksi itu digelar di anjungan Losari, ikon Kota Makassar saat hari bebas kendaraan, Minggu. Sejumlah elemen dan organisasi lingkungan seperti Walhi Sulsel dan Greenpeace Indonesia ikut ambil bagian menyuarakan kampanye perlindungan laut.

Aksi damai tidak hanya berlangsung di Indonesia. Relawan Greenpeace di seluruh dunia menempatkan pahatan es berbentuk pinguin di luar gedung-gedung pemerintah sebagai seruan untuk mewujudkan perlindungan laut global.

Dari Seoul ke London, Buenos Aires ke Cape Town, patung es pinguin yang mencair dipasang untuk mengirim pesan kepada pemerintah tentang dampak perubahan iklim terhadap satwa laut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Aktivis Greenpeace yang Bentangkan Spanduk di Tugu Pancoran Dipulangkan

5 Aktivis Greenpeace yang Bentangkan Spanduk di Tugu Pancoran Dipulangkan

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 07:48 WIB

Kibarkan Spanduk Berakhir Ditangkap, Anies Justru Dukung Aktivis Greenpeace

Kibarkan Spanduk Berakhir Ditangkap, Anies Justru Dukung Aktivis Greenpeace

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:22 WIB

Turunkan Spanduk, Aktivis Greenpeace: Jangan Tangkap Teman Saya

Turunkan Spanduk, Aktivis Greenpeace: Jangan Tangkap Teman Saya

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 15:54 WIB

Beri Pesan ke Jokowi Lewat Spanduk, 5 Aktivis Greenpeace Kena Aturan Perda

Beri Pesan ke Jokowi Lewat Spanduk, 5 Aktivis Greenpeace Kena Aturan Perda

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:40 WIB

5 Aktivis Greenpeace Pengibar Spanduk di Patung Pancoran Diangkut Polisi

5 Aktivis Greenpeace Pengibar Spanduk di Patung Pancoran Diangkut Polisi

News | Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:09 WIB

Terkini

Pegadaian Berikan Kemudahan Solusi Finansial & Emas Terintegrasi Lewat Aplikasi TRING!

Pegadaian Berikan Kemudahan Solusi Finansial & Emas Terintegrasi Lewat Aplikasi TRING!

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:07 WIB

5 Night Cream Ceramide Terbaik untuk Memperbaiki Skin Barrier Rusak Saat Tidur

5 Night Cream Ceramide Terbaik untuk Memperbaiki Skin Barrier Rusak Saat Tidur

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Apakah Boleh Memakai Moisturizer saat Wajah Masih Basah? Ini Jawabannya

Apakah Boleh Memakai Moisturizer saat Wajah Masih Basah? Ini Jawabannya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Optimalkan Potensi Sumur Idle, HWU Elnusa Dukung Produksi Migas & Ketahanan Energi Nasional

Optimalkan Potensi Sumur Idle, HWU Elnusa Dukung Produksi Migas & Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Asap Karhutla Berisiko Bikin Gagal Napas, Anak-anak dan Lansia Paling Rentan

Asap Karhutla Berisiko Bikin Gagal Napas, Anak-anak dan Lansia Paling Rentan

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp101 Ribu per Kg, Beras Premium Rp18 Ribu

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp101 Ribu per Kg, Beras Premium Rp18 Ribu

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Apakah Bisa Ganti Foto KTP Elektronik karena Jelek? Simak Ketentuan Resminya

Apakah Bisa Ganti Foto KTP Elektronik karena Jelek? Simak Ketentuan Resminya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Tinggal Tap! 3 Stamp Blush On Ini Bikin Pipi Merona Cocok Buat Daily Makeup

Tinggal Tap! 3 Stamp Blush On Ini Bikin Pipi Merona Cocok Buat Daily Makeup

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Suahasil Akhirnya Ungkap Pembagian Tugas Usai Punya 3 Wakil Menteri Keuangan

Suahasil Akhirnya Ungkap Pembagian Tugas Usai Punya 3 Wakil Menteri Keuangan

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:49 WIB

Ceramah Ustaz Abdul Somad Viral Singgung Ijazah Mesir-Maroko Tak Dihargai: Saya Akan Lawan!

Ceramah Ustaz Abdul Somad Viral Singgung Ijazah Mesir-Maroko Tak Dihargai: Saya Akan Lawan!

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:49 WIB

×