Foto Mahasiswi Diblur, Indikasi Merebaknya Paham Konservatisme di Kampus?

Chandra Iswinarno, Erick Tanjung

Jum'at, 14 Februari 2020 | 20:52 WIB
Foto Mahasiswi Diblur, Indikasi Merebaknya Paham Konservatisme di Kampus?
BEM UNJ blur foto pengurus perempuan (Instagram/space.unj)

Suara.com - Komisi Nasional Perempuan angkat bicara mengenai penyensoran foto-foto sejumlah mahasiswi pengurus organisasi kampus. Wajah perempuan disamarkan itu nampak dari bagan struktur kepengurusan (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik) BEM FT, (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) BEM FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Jamaah Muslim Geografi (UKM-JMG) Fakultas Geografi UGM Yogyakarta.

Komisioner Komnas Perempuan Rainy Maryke Hutabarat mengatakan, pengaburan foto mahasiswi dalam struktur kepengurusan organisasi kampus merupakan kekerasan simbolik terhadap perempuan.

“Pengaburan foto mahasiswi-mahasiswi UGM dan UNJ merupakan bentuk penghilangan peran dan eksistensi perempuan dalam teks organisasi. Ini kekerasan simbolik. Seharusnya kampus menjadi pelopor teks-teks berspektif hak asasi manusia,” kata Rainy kepada Suara.com, Rabu (12/2/2020).

Dia menerangkan, teks dalam hal ini tak sebatas teks tertulis, namun lebih luas mencakup foto atau audio visual. Menurutnya dalam narasi narasi sejarah, pemberitaan, bahkan kitab suci, identitas perempuan kerap dihilangkan karena dianggap tidak penting. Bahkan, tanpa identitas dan tanpa eksistensi.

Sejak dahulu identitas perempuan diwakili dengan identitas suami atau komunitasnya, bahkan ada yang tidak disebut sama sekali. Hal itu terkait superioritas laki-laki dalam keluarga dan komunitasnya dalam masyarakat patriarkis.

“Ucapan selamat misalnya, hanya mencantumkan nama suami sedangkan istri dan anak cukup diwakili dengan sebutan keluarga. Dalam Alkitab terdapat ‘perempuan-perempuan tanpa nama’,” ujarnya.

Sebelumnya, warganet ramai memperdebatkan foto-foto sejumlah mahasiswi pengurus organisasi kampus yang disensor. Wajah perempuan disamarkan itu tampak dari bagan struktur kepengurusan BEM FT dan BEM FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Informasi foto-foto kepengurusan organisasi kampus itu pertama kali disebarkan oleh organisasi Study and Peace UNJ, yang concern pada isu kesetaraan gender. Dalam bagan struktur kepengurusan orgasisasi kampus itu foto-foto perempuan di-blur dan ada yang diubah dengan animasi, sedangkan laki-laki terpampang jelas.

Ketua BEM Fakultas Teknik UNJ, Ibrahim Katoni Baurekso membantah telah memblur foto pengurus perempuan.

"Bahwa tidak benar adanya foto BPH perempuan diblur, melainkan diturunkan opacity," tulisnya melalui keterangan tertulis yang diperoleh Suara.com, Rabu (12/2/2020).

Ibrahim juga membantah adanya feminisme, patriarki dan seksisme di tubuh BEM FT UNJ. Pemasangan foto yang diturunkan opacity atau kegelapannya merupakan hasil keputusan bersama. Ibrahim mengaku ada beberapa pengurus yang tidak menginginkan fotonya dipublikasi dan ada pula sebagian yang menginginkan fotonya dipublikasi.

"Sampai akhirnya timbul sebuah kesepakatan antar BPH wanita untuk tetap mempublikasikan foto mereka dengan syarat menurunkan opacitynya," ungkapnya.

Tak hanya itu, Ibrahim juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung. Ibrahim menegaskan BEM FT UNJ menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan mulai dari gender, suku, agama, ras dan antar golongan.

"Mohon maaf, jika ada pihak yang merasa tersinggung. Semoga dapat menjadi bahan evaluasi untuk kami kedepannya."

Tak hanya BEM FT UNJ saja, BEM MIPA UNJ juga melakukan hal serupa. Bahkan, foto pengurus perempuan di BEM tersebut diganti dengan anime perempuan muslimah. Unggahan tersebut sontak menjadi sorotan publik. Banyak pihak yang menilai UNJ tidak mendukung kesetaraan gender dalam semua bidang.

Ketua BEM UNJ Remy Hastian menyatakan hal itu merupakan kesepakatan internal organisasi-organisasi terkait.

"Tidak ada niat yang disampaikan secara luas, jika laki-laki harus mendominasi dan terlihat. Sebagaimana dari pihak perempuan pun juga menerima kesepakatan ini," ujar Remy dalam keterangan tertulis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Foto Perempuan Pengurus BEM Diblur, UNJ Pentingkan Kesetaraan Gender

Foto Perempuan Pengurus BEM Diblur, UNJ Pentingkan Kesetaraan Gender

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 14:06 WIB

Ramai Kritik, JMG UGM Hapus Foto Blur Perempuan

Ramai Kritik, JMG UGM Hapus Foto Blur Perempuan

Jogja | Rabu, 12 Februari 2020 | 15:40 WIB

Foto Pengurus Perempuan UKM Diblur, Gus Sahal: Mirip Yahudi Ultra-Orthodox

Foto Pengurus Perempuan UKM Diblur, Gus Sahal: Mirip Yahudi Ultra-Orthodox

Jogja | Rabu, 12 Februari 2020 | 10:09 WIB

Foto Pengurus Perempuan Diblur, BEM FT UNJ: Itu Diturunkan Opacity-nya

Foto Pengurus Perempuan Diblur, BEM FT UNJ: Itu Diturunkan Opacity-nya

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 09:59 WIB

UKM UNJ dan UGM Blur Foto Mahasiswi, Pegiat Budaya: Kampus Negeri Kok Aneh?

UKM UNJ dan UGM Blur Foto Mahasiswi, Pegiat Budaya: Kampus Negeri Kok Aneh?

Jogja | Selasa, 11 Februari 2020 | 15:55 WIB

Terkini

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB

Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin

Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:33 WIB

6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah

6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:05 WIB

Momen Kaesang Pangarep Nobar Timnas Bareng Gubernur Sumsel, Tapi Prediksinya Meleset

Momen Kaesang Pangarep Nobar Timnas Bareng Gubernur Sumsel, Tapi Prediksinya Meleset

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:10 WIB