Muhammadiyah Kenalkan Corona Rintawan, Dokter Pembasmi Virus Corona

Dany Garjito, Ruhaeni Intan

Kamis, 12 Maret 2020 | 11:47 WIB
Muhammadiyah Kenalkan Corona Rintawan, Dokter Pembasmi Virus Corona
Ketua Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center Dokter Corona Rintawan. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah memperkenalkan dr. Corona, dokter yang akan memimpin tim pembasmi virus corona baru atau COVID-19 dari Muhammadiyah. Meski namanya mirip dengan nama virus tersebut, namun dokter yang memiliki nama lengkap Corona Rintawan itu mengaku namanya tak merujuk pada virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

Menurut pengakuannya, nama itu diberikan oleh orang tua dr. Corona karena corona berarti mahkota atau crown.

"Nama corona itu artinya crown, mahkota, bagus [artinya]," ujar dr. Corona Rintawan di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

dr. Corona Rintawan (Facebook/Corona Rintawan).
dr. Corona Rintawan (Facebook/Corona Rintawan).

Ia juga mengatakan bahwa kesamaan nama itu hanya kebetulan semata. Ia pun didapuk oleh Muhammadiyah sebagai ketua tim penanganan virus corona bukan karena namanya mirip melainkan karena memang memiliki keahlian yang mumpuni.

Muhammadiyah Siapkan 20 Rumah Sakit untuk Tangani Pasien Corona

Organisasi Islam Muhammadiyah menyiapkan 20 rumah sakit yang berada di bawah naungannya untuk menangani pasien Virus Corona atau Covid-19.

Ketua Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center Corona Rintawan mengatakan sebanyak 20 rumah sakit tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Saat ini kita siapkan dua puluh. Tapi sambil dua puluh itu kita selalu juga mengidentifikasi RS Muhammadiyah lainnya," ujar Corona di Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Dokter Spesialis Emergency dari Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Lamongan itu menjelaskan, 20 rumah sakit tersebut hanya menangani pasien dalam pengawasan (PDP).

baca juga

Namun tidak menutup kemungkinan rumah sakit itu bakal menangani pasien yang positif terinfeksi Virus Corona, jika semua rumah sakit rujukan dari pemerintah sudah penuh. Muhammadiyah, kata Corona, terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait penanganan Covid-19.

"Memang kita batasi sampai tahap PDP kecuali ada hal-hal lain di luar itu. Misalnya Rumah Sakit rujukan penuh tidak bisa menerima pasien lagi, ya otomatis ya kita tidak bisa membuang pasien tersebut kan. Kita mungkin akan merawat sampai tahap itu, tapi sampai saat ini belum ada. Kita terus berkoordinasi dengan pemerintah. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kejadian," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Health | Minggu, 27 Juli 2025 | 15:30 WIB

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:45 WIB

Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 16:29 WIB

Asia Diguncang Covid-19: Bisakah Indonesia Pertahankan Status Aman?

Asia Diguncang Covid-19: Bisakah Indonesia Pertahankan Status Aman?

Liks | Kamis, 05 Juni 2025 | 08:11 WIB

7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 20:05 WIB

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 15:08 WIB

Penjualan Karpet di Pasar Gembrong Merosot 50 Persen, Pedagang Jerit: saat Covid-19 Malah Mendingan!

Penjualan Karpet di Pasar Gembrong Merosot 50 Persen, Pedagang Jerit: saat Covid-19 Malah Mendingan!

News | Jum'at, 04 April 2025 | 06:38 WIB

Mau Nostalgia Masa Kecil, Jeremy Teti Berencana Jual Rumahnya yang Mewah

Mau Nostalgia Masa Kecil, Jeremy Teti Berencana Jual Rumahnya yang Mewah

Entertainment | Kamis, 17 Oktober 2024 | 17:45 WIB

Pose di Samping Mobil Lawas nan Langka Bersama Istri, Bahlil Disebut Romeo dan Juliet

Pose di Samping Mobil Lawas nan Langka Bersama Istri, Bahlil Disebut Romeo dan Juliet

Otomotif | Kamis, 17 Oktober 2024 | 14:00 WIB

Terkini

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

×