Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

M Nurhadi

Kamis, 12 Juni 2025 | 16:29 WIB
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
Ilustrasi Virus Corona Varian Nimbus [Ciputra Hospital]

Suara.com - Pndemi global COVID-19 telah berlalu, namun virus Corona terus berevolusi, memunculkan varian-varian baru yang memerlukan kewaspadaan berkelanjutan. Salah satu varian terbaru yang sedang merebak dan menarik perhatian adalah COVID-19 Nimbus (NB.1.8.1). Varian ini pertama kali terdeteksi pada awal tahun 2025 dan telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Inggris, China, dan Amerika Serikat.

Varian Nimbus NB.1.8.1 merupakan turunan dari varian Omicron. Pada bulan Januari 2025, penyebarannya dilaporkan sangat cepat di seluruh wilayah Asia dan negara lainnya, termasuk Amerika Serikat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memantau perkembangan varian Nimbus ini mengingat penyebarannya yang meningkat dan potensi dampaknya terhadap masyarakat. Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik guna mengurangi risiko terinfeksi.

Karakteristik dan Tingkat Penularan Varian Nimbus

Sama seperti varian Omicron sebelumnya, NB.1.8.1 cenderung lebih mudah menular. Ini mengindikasikan bahwa varian ini memiliki efisiensi transmisi yang tinggi antar individu. Mutasi kunci yang terdapat pada varian COVID-19 ini diduga membuatnya lebih mudah menular, terutama pada bagian spike protein yang memengaruhi keterikatan virus dengan reseptor tubuh manusia.

Meskipun demikian, kabar baiknya adalah hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa varian Nimbus menyebabkan penyakit dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan varian-varian sebelumnya. Ini memberikan sedikit kelegaan bahwa meskipun penularannya cepat, potensi dampaknya terhadap kesehatan publik mungkin tidak seberat varian awal COVID-19.

Ilustrasi varian Omicron, Covid-19. [BBC]
Ilustrasi varian Omicron, Covid-19. [BBC]

Berdasarkan data awal dari laboratorium dan uji klinis, vaksin COVID-19 yang telah diperbarui, termasuk vaksin bivalen dan vaksin booster berbasis XBB, masih menunjukkan efektivitas dalam memberikan perlindungan terhadap gejala berat yang dapat menyebabkan perawatan inap atau bahkan mengancam nyawa. Ini menekankan pentingnya vaksinasi dan booster dalam mitigasi risiko.

Meskipun vaksin efektif mencegah gejala parah, infeksi virus tetap bisa terjadi, terutama pada individu dengan sistem imun yang lemah atau yang belum menjalani vaksinasi lengkap. Selain itu, obat antivirus seperti nirmatrelvir/ritonavir (Paxlovid) dan Remdesivir diketahui mampu melawan berbagai subvarian Omicron, termasuk BQ.1, BQ.1.1, dan XBB.1.5. Kemunculan varian baru seperti Nimbus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Gejala Umum Varian Nimbus dan Penyebarannya di AS

Gejala paling umum dari COVID Nimbus meliputi batuk ringan, sakit tenggorokan, kelelahan, demam, nyeri otot, dan hidung tersumbat. Pada beberapa kasus, varian ini juga dapat menimbulkan masalah pencernaan seperti mual dan diare.

baca juga

Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) per 7 Juni 2025, varian COVID Nimbus menyumbang sekitar 37 persen kasus COVID-19 di Amerika Serikat, menjadikannya varian terbanyak kedua setelah LP.8.1 yang mendominasi 38 persen kasus. Kemunculan varian Nimbus ini bertepatan dengan masuknya Amerika ke musim panas, periode yang sebelumnya juga dikenal sebagai waktu lonjakan kasus.

Sejak pertama kali terdeteksi melalui program skrining bandara pada akhir Maret lalu, varian COVID Nimbus telah menyebar di 13 negara bagian Amerika Serikat. Negara-negara bagian tersebut meliputi Arizona, California, New Jersey, New York, Hawaii, Illinois, Maryland, Massachusetts, Ohio, Rhode Island, Vermont, Virginia, dan Washington.

Kemunculan dan penyebaran varian Nimbus (NB.1.8.1) menegaskan bahwa meskipun status pandemi telah berubah, COVID-19 tetap menjadi bagian dari lanskap kesehatan global yang terus berevolusi. Kewaspadaan, vaksinasi, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan tetap menjadi kunci untuk melindungi diri dan komunitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Pelanggan Anjlok, Paramount Global PHK 3,5 Persen Karyawan

Jumlah Pelanggan Anjlok, Paramount Global PHK 3,5 Persen Karyawan

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 11:08 WIB

Harga Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS, Perang Dagang AS-China Berlanjut?

Harga Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS, Perang Dagang AS-China Berlanjut?

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 08:02 WIB

3 Sosok di Balik Korupsi APD COVID-19 Rp319 Miliar, Ada Pejabat Tinggi Kemenkes

3 Sosok di Balik Korupsi APD COVID-19 Rp319 Miliar, Ada Pejabat Tinggi Kemenkes

News | Senin, 09 Juni 2025 | 07:05 WIB

Breakingnews! Pemain Keturunan Brasil Positif COVID-19

Breakingnews! Pemain Keturunan Brasil Positif COVID-19

Bola | Minggu, 08 Juni 2025 | 11:28 WIB

Kasus Korupsi APD Covid-19, Pihak Swasta Divonis 11 Hingga 11,5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi APD Covid-19, Pihak Swasta Divonis 11 Hingga 11,5 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 16:48 WIB

Vonis Ringan Korupsi APD Kemenkes, Eks Kepala Pusat Krisis Kesehatan Dihukum 3 Tahun Penjara

Vonis Ringan Korupsi APD Kemenkes, Eks Kepala Pusat Krisis Kesehatan Dihukum 3 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 15:20 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×