Virus Corona Menyebar, Obat Tradisional China Diserbu Pembeli

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Jum'at, 13 Maret 2020 | 11:50 WIB
Virus Corona Menyebar, Obat Tradisional China Diserbu Pembeli
Penangnanan Virus Corona di AS. [Josh Edelson/AFP]

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 mengakibatkan pengobatan tradisional China di Amerika Serikat laris diburu pembeli. Warga setempat meyakini ramuan tradisional bermanfaat untuk menangkal virus corona.

Clayton Shiu, ahli akupuntur dan herbal mengatakan, fenomena ini terjadi sejak Minggu (1/3/2020) seusai pemerintah New York mengumumkan kasus pertama virus corona.

Sejak saat itu, pemasok pengobatan tradisional China seperti Kamwo Meridian Herbs mengalami lonjakan permintaan khususnya untuk obat penyakit pernapasan.

Kebanyakan para pembeli meminta ramuan yang bisa digunakan utnuk mengobati gejala flu sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh dua kali lipat setelah AS diserang virus corona.

"Rasanya seperi saklar lampu yang dibalik," ucap Shiu, seperti dialihbahasakan dari New York Post, Jumat (13/3/2020).

Sebagian warga AS percaya ramuan tradisional China bisa membatu mengatasi kepanikan. Terlebih, sampai sekarang belum ditemukan vaksin virus corona.

Akibatnya, penjual obat tradisional China pun menyediakan stok lebih untuk memenuhi kebutuhan warga. Selain itu, mereka juga menaikkan harga obat yang paling dicari.

"Sejak kemunculan virus ini, anggota komunitas pengobatan tradisional Tiongkok telah berbagai ramuan untuk pecegahan dan pengobatan demi meningkatkan permitaan." imbuh Shiu.

Senada dengan hal itu, Calihouse Nutrition, toko herbal milik Patrick Siu yang berada di kawasan Pecinan, New York setiap hari melayani pelanggan yang memeriksa persediaan tanaman dan akar herbal.

baca juga

"Persediaan obat-obat herbal seberat 40 pon yang biasanya bertahan 2-3 minggu kini sekarang terjual habis dalam beberapa hari," kata Patrick.

"Barang-barang sepeerti tanaman Honeycuckle Jepang dan ramuan Ban Lan Gen Chong Ji paling laris, sekarang cukup langka dan harganya meroket," lanjutnya.

Meski begitu, tingginya permintaan ini justru membuat para produsen dan praktisi khawatir mengalami krisis pasokan ramuan tertentu dari China.

Untuk diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui pengobatan tradisional China seperti akupuntur dan suplemen herbal yang telah ada sejak 2.500 tahun. WHO juga memberikan izin praktik bagi para praktisi obat tradisional China.

Sementara itu, pemerintah China juga memprakarsai serangkaian program penelitian darurat, mencakup obat-obat tradisional untuk menanggulangi penyebaran virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data WHO: 81 Negara Belum Terpapar Corona, Ini Daftarnya

Data WHO: 81 Negara Belum Terpapar Corona, Ini Daftarnya

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 09:17 WIB

Pesan Memilukan Pria Italia: Jasad Adiknya 2 Hari Dibiarkan karena Corona

Pesan Memilukan Pria Italia: Jasad Adiknya 2 Hari Dibiarkan karena Corona

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 08:50 WIB

Wabah Corona Menurun di China, Sekolah Mulai Buka Lagi

Wabah Corona Menurun di China, Sekolah Mulai Buka Lagi

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 08:08 WIB

Geisz Chalifah: Pemprov DKI Kerja Selamatkan Warga Bukan Buzzer Corona

Geisz Chalifah: Pemprov DKI Kerja Selamatkan Warga Bukan Buzzer Corona

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 07:10 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×