Ini Beda Istilah 'Social Distancing' dan 'Lockdown' Hadapi Virus Corona

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 17 Maret 2020 | 11:15 WIB
Ini Beda Istilah 'Social Distancing' dan 'Lockdown' Hadapi Virus Corona
Petugas keamanan memeriksa suhu tubuh pengunjung RSUP Dr.M.Djamil, Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/3/2020). Rumah sakit itu menerapkan sistem penapisan pengunjung dan pasien guna mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Suara.com - Untuk menanggapi pandemik virus corona, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meminta warga untuk lebih memusatkan kegiatan di rumah.

"Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah, inilah saatnya bekerja bersama-sama saling tolong menolong dan bersatu padu, gotong royong," kata Presiden Jokowi, Minggu (15/3/2020).

Hal tersebut juga disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengatakan upaya yang bisa dilakukan saat menghadapi penyebaran penyakit menular, seperti COVID-19 adalah menghindari keramaian.

"Kita harus waspada dan kita harus disiplin dalam mengatur interaksi. Pencegahan penularan COVID-19 tidak bisa dilakukan hanya pemerintah," kata Anies.

Ia juga telah meminta warga Jakarta untuk melakukan 'social distancing', atau menjaga jarak, mengurangi perjumpaan atau kontak fisik.

Tidak hanya di Indonesia, imbauan 'social distancing' juga dikeluarkan di sejumlah negara, seperti Australia, Selandia Baru.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison diikuti oleh pemimpin sejumlah negara bagian telah menerapkannya, termasuk melarang acara dan kumpul-kumpul yang melibatkan 500 orang.

Perlunya 'Social Distancing'

Pemeriksaan suhu tubuh pada penumpang yang tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (31/1/2020). (Antaranews Bali/Fikri Yusuf)
Pemeriksaan suhu tubuh pada penumpang yang tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (31/1/2020). (Antaranews Bali/Fikri Yusuf)

Upaya 'social distancing' perlu dipahami sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan COVID-19, selain untuk mengurangi beban layanan kesehatan masyarakat.

Definisi dari 'social distancing' adalah mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain dianggap mampu mengurangi kontak tatap muka langsung.

Langkah ini termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop, dan stadion.

Saat menerapkan 'social distancing', lembaga otoritas kesehatan di negara bagian New South Wales (NSW Health), Australia, mengatakan pergi ke kantor atau menggunakan transportasi umum masih diperbolehkan.

Namun, kita harus menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dari orang lain, meski pakar kesehatan mengatakan hal ini tidak bisa diterapkan di segala situasi.

Mereka yang memilih metode ini sebagai tindakan pencegahan juga perlu menghindari acara-acara sosial, seperti kumpul-kumpul bersama keluarga atau teman, termasuk ke pesta pernikahan.

Kontak fisik secara langsung, seperti berjabat tangan, berpelukan, serta berciuman juga harus tidak dilakukan, karena virus corona menyebar lewat 'droplet', atau tetesan air liur.

Metode 'social distancing' sudah diterapkan di kota Wuhan, provinsi Hubei, China, tempat virus corona berasal.

Saat wabah semakin merebak, otoritas kesehatan di China dengan cepat melarang acara-acara yang dihadiri warga dalam jumlah besar.

Karenanya, terdapat tingkat penularan yang menurun, ketimbang di Iran dan Italia, yang pemerintahnya tidak mengeluarkan imbauan 'social distancing'.

Tak hanya 'social distancing', provinsi Wuhan juga menerapkan 'lockdown' yang ketat. Namun di negara-negara lain, 'lockdown' belum tentu berhasil menekan lajut penyebaran virus.

Bedanya dengan Istilah 'Lockdown'

Jalanan di Kota Milan, Italia tampak sepi usai secara resmi pemerintah menutup seluruh wilayah akibat virus corona. (Foto: AFP)
Jalanan di Kota Milan, Italia tampak sepi usai secara resmi pemerintah menutup seluruh wilayah akibat virus corona. (Foto: AFP)

Berbeda dengan 'social distancing' yang sifatnya masih berupa imbauan dan dilakukan atas kesadaran tiap individu, status 'lockdwon' adalah tindakan yang dilakukan pemerintah dengan "memaksa" menutup sejumlah tempat dan kawasan.

Saat ini sejumlah negara di Eropa telah menutup tempat-tempat seperti sekolah, universitas, cafe, restoran, dan bioskop, atau pada dasarnya yang ramai dikunjungi warga.

'Lockdown' adalah situasi yang melarang warga untuk masuk tempat atau tempat karena kondisi darurat.

'Lockdown' juga bisa berarti negara yang menutup perbatasannya, agar tidak ada orang yang masuk atau keluar dari negaranya.

Di Perancis, istilah 'lockdown' adalah menutup semua tempat-tempat yang dianggap 'tidak vital', seperti restoran, bioskop, dan tempat pariwisata, seperti menara Eiffel, yang berlaku mulai hari Minggu (15/03).

Tapi supermarket, apotek, bank, dan layanan publik, seperti transportasi umum, masih beroperasi, meski ada pembatasan siapa dan berapa orang yang bisa masuk dalam satu tempat.

Spanyol juga menerapkan 'lockdown', meski warga masih bisa pergi membeli makan dan obat, bahkan pergi ke kantor.

Dari beberapa contoh negara di Eropa, status 'lockdown' tidak selamanya berarti menerapkan 'social distancing'.

Meski 'lockdown' sudah diberlakukan sejak 9 Maret, sejumlah warga Italia dilaporkan masih bersosialisasi.

Akibatnya jumlah kasus positif corona malah naik menjadi 21.000, setelah status 'lockdown' diberlakukan.

Italia masih menjadi negara di Eropa yang paling parah terdampak virus corona, dengan jumlah kematian sudah melebihi 1.400 orang hingga akhir pekan kemarin.

Perbedaan antara istilah 'lockdown' dan 'social distancing' telah membuat kebingungan banyak warga, termasuk di Australia dan Indonesia.

Ketidakpahaman soal definisi keduanya juga membuat kepanikan yang berlebihan.

Warga takut jika 'lockdown' diberlakukan, maka mereka tidak bisa lagi berbelanja kebutuhan hidup, sehingga mereka memborong barang-barang di supermarket karena merasa panik.

Padahal di beberapa banyak negara, mereka masih bisa berbelanja, bekerja, saat status 'lockdown' diberlakukan, meski pergerakannya "secara paksa" dibatasi.

Dengan memahami perbedaan kedua istilah ini, kita bisa menerapkan tindakan mana yang lebih efektif untuk mencegah penyebaran virus corona, tidak hanya untuk melindungi diri sendiri, tapi juga memikirkan kondisi kesehatan orang lain.

Sumber: ABC Australia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Operator Telekomunikasi Buka-bukan Soal Dampak Virus Corona

Operator Telekomunikasi Buka-bukan Soal Dampak Virus Corona

Tekno | Selasa, 17 Maret 2020 | 11:12 WIB

Pemkot Magelang Hentikan Surat Menyurat Pakai Kertas Selama Wabah Corona

Pemkot Magelang Hentikan Surat Menyurat Pakai Kertas Selama Wabah Corona

Jawa Tengah | Selasa, 17 Maret 2020 | 11:03 WIB

Gawat! Kasus Corona Covid-19 di Dunia Sudah Lebih Parah daripada di China

Gawat! Kasus Corona Covid-19 di Dunia Sudah Lebih Parah daripada di China

Health | Selasa, 17 Maret 2020 | 11:02 WIB

Aksi Viral  Dosen Lakukan Ujian Proposal Online Bersama Mahasiswanya

Aksi Viral Dosen Lakukan Ujian Proposal Online Bersama Mahasiswanya

Your Say | Selasa, 17 Maret 2020 | 11:01 WIB

Liga 1 2020 Dihentikan, Ini Respons Borneo FC

Liga 1 2020 Dihentikan, Ini Respons Borneo FC

Bola | Selasa, 17 Maret 2020 | 10:57 WIB

Tewas di Bekasi, WN India Suspect Corona Sempat Pergi ke Malaysia

Tewas di Bekasi, WN India Suspect Corona Sempat Pergi ke Malaysia

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 10:55 WIB

Sempat Diduga Kena COVID-19 sampai Jatuh dari Motor, Ternyata Ini Faktanya

Sempat Diduga Kena COVID-19 sampai Jatuh dari Motor, Ternyata Ini Faktanya

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 11:08 WIB

5 Warga Banten Positif Terinfeksi Virus Corona, 1 Orang Meninggal

5 Warga Banten Positif Terinfeksi Virus Corona, 1 Orang Meninggal

Banten | Selasa, 17 Maret 2020 | 10:57 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB