700 Warga di Jaksel Sudah Ikut Rapit Test, Hasilnya?

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
700 Warga di Jaksel Sudah Ikut Rapit Test, Hasilnya?
Rapid test virus corona. (Suara.com/Emi)

"Data belum semua masuk, sementara paling sedikit 700 orang," kata Helmi.

Suara.com - Pelaksanaan rapid test atau uji cepat Covid-19 sudah dimulai di DKI Jakarta, salah satunya di Kota Jakarta Selatan.

Setidaknya 700 orang sudah diperiksa menggunakan rapid test per Jumat (28/3/2020). Rapid test diprioritaskan bagi warga yang dinyatakan sebagai orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), tenaga kesehatan di puskesmas dan RSUD.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sudinkes Jakarta Selatan Muhammad Helmi saat dihubungi Suara.com.

"Data belum semua masuk, sementara paling sedikit 700 orang," kata Helmi.

Pengetesan dilakukan secara door to door dengan catatan tergantung dari orang yang diperiksa. Adapun alasan tenaga kesehatan puskesmas dan RSUD yang turut diperiksa lantaran mereka menjadi pihak yang juga rentan tertular Covid-19.

"Tergantung yang diperiksa, karena selain ODP atau PDP, para tenaga kesehatan puskesmas dan RSUD juga diperiksa karena sangat rentan terhadap penularan," ujarnya.

Kemudian Helmi menjelaskan cara rapid test itu dilakukan kepada terperiksa. Yakni terperiksa akan diambil darahnya terlebih dahulu yang kemudian diteteskan ke alat rapid test dan ditambahkan cairan buffer.

Tidak menunggu waktu yang lama. Sekitar 15 menit hasil dari rapid test itu akan keluar apakah terperiksa negatif atau positif Covid-19.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS