Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:02 WIB
Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington D.C. [Kemenko Perekonomian]
  • Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, mengkritik sikap pemerintah Indonesia karena belum mengecam serangan AS dan Israel terhadap Pemimpin Tertinggi Iran.
  • Faisal menilai kebijakan luar negeri Presiden Prabowo keliru, mencontohkan pidato PBB tentang keamanan Israel dan keikutsertaan dalam Dewan Perdamaian Trump.
  • Menurut pengamat, serangan terhadap Iran dapat memperkuat solidaritas domestik Iran, sementara pemerintahan tetap berjalan meski pemimpin tertinggi meninggal dunia.

Suara.com - Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, mengkritik sikap pemerintah Indonesia yang belum mengeluarkan kecaman atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Ia menilai sikap Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai “blunder besar” dalam kebijakan luar negeri.

Faisal menilai pemerintah Indonesia seharusnya segera mengeluarkan kecaman atas serangan terhadap Iran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi militer negara tersebut.

Menurutnya, sebagai negara yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak agresi militer, Indonesia semestinya bersikap tegas terhadap tindakan tersebut.

"Seharusnya yang dilakukan Presiden Prabowo itu pertama, mengutuk serangan Amerika dan Israel yang dilakukan terhadap Iran," ujar Faisal dalam diskusi bersama mantan pimpinan KPK, Abraham Samad di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP dikutip Sabtu (7/3/2026).

Faisal juga menilai sikap pemerintah yang belum mengeluarkan kecaman resmi menunjukkan adanya kekeliruan dalam kebijakan luar negeri Indonesia sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo.

"Kalau saya lihat dari awal, memang kebijakan Presiden Prabowo ini blunder, keliru dalam isu Palestina," tegasnya.

Ia mencontohkan pidato Presiden Prabowo dalam Sidang Majelis Umum PBB pada September tahun lalu yang menyinggung pentingnya menjamin keamanan Israel.

Pernyataan tersebut dinilai menimbulkan kontroversi di tengah konflik yang terjadi di Gaza.

Selain itu, Faisal juga menyoroti keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian yang digagas mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan melibatkan sejumlah negara termasuk Israel.

"Jadi aneh. Kita satu lembaga dengan negara yang ditetapkan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) melakukan genosida terhadap bangsa Palestina," kritik Faisal.

"Dan anggotanya itu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang sudah dinyatakan sebagai penjahat perang oleh ICC, harus ditangkap," katanya menambahkan.

Faisal juga menilai langkah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dengan menargetkan pemimpin tertingginya merupakan kesalahan strategi.

Menurutnya, tindakan tersebut justru memperkuat solidaritas rakyat Iran terhadap pemerintahnya.

"Ketika berhadapan dengan musuh asing, mereka sangat solid. Itu sudah dibuktikan," jelasnya.

Ia menambahkan, meski menghadapi embargo sejak 1979, Iran tetap mampu mengembangkan kekuatan militernya secara mandiri, termasuk teknologi rudal dan pesawat nirawak.

Di sisi lain, Faisal menyebut sistem pemerintahan Iran tetap berjalan meski pemimpin tertinggi wafat karena terdapat mekanisme kepemimpinan sementara yang dipegang presidium yang terdiri dari presiden, ketua mahkamah agung, dan ulama yang ditunjuk.

Faisal menambahkan, sikap Indonesia yang belum menyampaikan kecaman dalam situasi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi bahwa Indonesia tidak sepenuhnya independen dalam menentukan sikap politik luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Tempur Iran Dinilai di Atas Rata-Rata, Bisa Kelabuhi Israel dengan Cara Cerdik Ini

Strategi Tempur Iran Dinilai di Atas Rata-Rata, Bisa Kelabuhi Israel dengan Cara Cerdik Ini

Entertainment | Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:55 WIB

FIFA Mulai Was-was dengan Perang AS vs Iran, Klausul Darurat Piala Dunia 2026 Bakal Diaktifkan?

FIFA Mulai Was-was dengan Perang AS vs Iran, Klausul Darurat Piala Dunia 2026 Bakal Diaktifkan?

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:00 WIB

Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi

Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 03:27 WIB

Jika Ini Terjadi, Purbaya Akui Harga BBM Subsidi Bisa Naik

Jika Ini Terjadi, Purbaya Akui Harga BBM Subsidi Bisa Naik

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 23:26 WIB

Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah

Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:48 WIB

Terkini

Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun

Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:23 WIB

Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor

Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:12 WIB

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:48 WIB

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat

Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:26 WIB

Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus

Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:51 WIB

Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?

Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:50 WIB

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:44 WIB

Stop MBG dan KDMP! Niluh Djelantik Bongkar Gaji Guru PAUD 'Dipotong' Demi Program Baru Pemerintah

Stop MBG dan KDMP! Niluh Djelantik Bongkar Gaji Guru PAUD 'Dipotong' Demi Program Baru Pemerintah

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:20 WIB

Said Iqbal Masuk Radar Kabinet Prabowo, Ini Bocoran Jabatannya

Said Iqbal Masuk Radar Kabinet Prabowo, Ini Bocoran Jabatannya

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:11 WIB