Untuk Pertama Kali, Kasus Virus Corona di Italia Mengalami Penurunan

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 21 April 2020 | 08:31 WIB
Untuk Pertama Kali, Kasus Virus Corona di Italia Mengalami Penurunan
Petugas medis merawat pasien virus corona di Italia. (Foto: AFP)

Suara.com - Untuk pertama kalinya sejak epidemi coronavirus Italia dimulai, jumlah kasus yang dilaporkan telah menurun. Ada penurunan sekitar 20 kasus pada hari Senin (20/04).

Dilansir dari Thelocal.it, menurut angka resmi terbaru dari departemen Perlindungan Sipil ada 108.237 pada hari senin (20/04) lebih sedikit dibandingkan dengan hari Minggu (19/04) di angka 108.257.

"Untuk pertama kalinya, kami telah melihat perkembangan positif baru: jumlah [kasus] saat ini positif telah menurun," kata Kepala Perlindungan Sipil Angelo Borrelli dikutip dari Thelocal.it.

Namun demikian, secara keseluruhan jumlah total kasus yang dikonfirmasi termasuk orang yang telah pulih atau meninggal terus meningkat, meskipun pada tingkat yang lebih lambat.

Peningkatan kasus harian di Negara Pizza terus melambat, turun hampir 800 dibandingkan dengan 24 jam sebelumnya. Persentase penambahan kasus kurang dari 1,7 persen per hari.

Meski sudah mengalami penurunan, para ahli ilmiah mengatakan bahwa lockdown 'Tahap Dua' tidak boleh dimulai sebelum penambahan kasus melambat hingga di bawah 1 persen.

Ada sekitar 454 kematian akibat covid-19 dilaporkan pada hari Senin. Sehingga total 24.114 orang sekarang diketahui telah meninggal di Italia sejak tertular virus corona.

Sementara itu, 1.822 lebih banyak orang pulih dalam 24 jam terakhir, membuat total menjadi 48.877. Hampir 27.500 pasien coronavirus saat ini di rumah sakit, termasuk sekitar 2.600 dalam perawatan intensif.

Dua wilayah Italia melaporkan nol kasus baru pada hari Senin yakni di Basilicata di selatan dan Valle d'Aosta di barat laut. Umbria dan Molise di Italia tengah mencatat masing-masing hanya satu dan dua kasus baru, sedangkan Calabria di tenggara memiliki tiga kasus.

baca juga

Di wilayah Lombardy yang paling parah terkena dampaknya, peningkatan harian dalam kasus melambat dari 855 menjadi 735, sementara di Piedmont menurun dari 593 menjadi 292.

Lockdown yang dilakukan Italia saat ini akan berakhir pada 4 Mei, meskipun pembatasan diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Pemerintah belum mengumumkan langkah mana yang akan dilonggarkan mulai Mei. Beberapa menyarankan agar sektor bisnis bisa dilanjutkan untuk mengurangi dampak buruk di sektor ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Ahli Israel: Puncak Corona setelah 40 Hari, Jadi Nol setelah 70 Hari

Klaim Ahli Israel: Puncak Corona setelah 40 Hari, Jadi Nol setelah 70 Hari

News | Selasa, 21 April 2020 | 08:02 WIB

Seorang Ibu Tak Sadar Terjangkit Corona hingga Tulari 17 Anaknya

Seorang Ibu Tak Sadar Terjangkit Corona hingga Tulari 17 Anaknya

News | Selasa, 21 April 2020 | 07:58 WIB

Imbas Pandemi Corona, ARTJOG Mundur Tahun Depan

Imbas Pandemi Corona, ARTJOG Mundur Tahun Depan

Jogja | Selasa, 21 April 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×