WNI Jamaah Tabligh di India Depresi Selama Karantina

Dythia Novianty

Kamis, 23 April 2020 | 05:32 WIB
WNI Jamaah Tabligh di India Depresi Selama Karantina
WNI di India minta dipulangkan. (Instagram/habibthink)

Suara.com - Sekitar 700-an warga Indonesia (WNI) Jamaah Tabligh terjebak di India karena pemberlakuan lockdown atau karantina wilayah sejak 23 Maret 2020. Khairil Marzuq WNI asal Medan, mengatakan WNI seringkali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari petugas.

Khairil yang ditunjuk sebagai penanggung jawab WNI Jamaah Tabligh mengatakan seringkali mendapatkan laporan perlakuan tidak ramah dari warga Indonesia lainnya.

WNI, lanjut dia, diperlakukan seperti tahanan saat masa karantina. Polisi terkadang seringkali menunjukkan sikap provokasi agar WNI melakukan perlawanan. Namun, Khairil telah meminta WNI lainnya untuk tidak terpancing.

"Ada yang dia di ruangan terkunci semua, jadi semua pintu terkunci digembok sudah 21 hari atau 22 hari begitu mereka sudah berada di ruangan terkunci dan hanya diberikan makanan yah seperti tahanan lah," jelas dia.

Makanan pun setiap harinya diberikan dengan menu yang sama yakni Kacang Dhal.

Depresi karena ketidakjelasan mengenai kapan diperbolehkannya untuk pulang, bentakan dan pemukulan juga dialami oleh WNI.

Dia menceritakan adanya laporan dari WNI yang dipukul menggunakan gagang sapu oleh petugas kebersihan karantina.

"Itu penghinaan sekali dia pukul pake gagang sapu dia sedang nyapu dan teman kita lagi duduk di taman tidak ada hubungannya dengan dia yang menyapu tidak menghalangi dan tiba-tiba mereka datang bertiga dan langsung mengusir sambil memukul," tutur Khairil.

Selain khairil, cerita mengenai kondisi depresi juga dialami oleh Ali Syahbana salah satu WNI asal Makasar yang berada di lokasi karantina berbeda.

baca juga

Ali Syahbana, yang dikarantina di sebuah sekolah di New Delhi, mengaku depresi karena tidak diperbolehkan keluar.

Makanan dan minuman yang disediakan oleh pemerintah India tidak pernah berubah jelas dia.

Pasokan yang akan diberikan oleh Kedutaan Besar RI untuk WNI pun dipersulit oleh petugas karantina.

"Kami seperti di penjara, pihak KBRI saja mau pasok kebutuhan kami hrus dapat izin dulu dari Kementerian Luar Negeri India, kan aneh pak akhirnya ada sudah kawan-kawan yang mandi samponya pake sabun batang," jelas dia kepada Anadolu Agency.

Berat badan, kata dia, turun 10-15kg karena depresi dengan keadaan karantina.

"Kami hanya tertekan batin saja pak, karena masa karantina yang sebenarnya cuman 14 hari malah pemerintah India tambah 2 pekan lagi, tidak tahu maksudnya apa pak," tukas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertahan di Sleman, 9 Warga India Positif Covid-19 dari Hasil Rapid Test

Tertahan di Sleman, 9 Warga India Positif Covid-19 dari Hasil Rapid Test

Jogja | Rabu, 22 April 2020 | 21:03 WIB

Di Tengah Pandemi Corona, Ratusan Jemaah Tabligh Indonesia Ditahan di India

Di Tengah Pandemi Corona, Ratusan Jemaah Tabligh Indonesia Ditahan di India

News | Rabu, 22 April 2020 | 16:05 WIB

India Diterpa Isu Islamofobia saat Corona, Tifatul: Boikot Produknya!

India Diterpa Isu Islamofobia saat Corona, Tifatul: Boikot Produknya!

News | Rabu, 22 April 2020 | 15:34 WIB

Terjebak Lockdown India, 6 Pelancong Tinggal di Gua Selama 25 Hari

Terjebak Lockdown India, 6 Pelancong Tinggal di Gua Selama 25 Hari

News | Rabu, 22 April 2020 | 14:17 WIB

Dampak Lockdown, Gadis 12 Tahun Kelaparan dan Tewas Usai Jalan Kaki 100 Km

Dampak Lockdown, Gadis 12 Tahun Kelaparan dan Tewas Usai Jalan Kaki 100 Km

News | Rabu, 22 April 2020 | 11:28 WIB

1 Toilet Per 1.230 Orang, Pemukiman Kumuh Ini Jadi Sasaran Empuk Corona

1 Toilet Per 1.230 Orang, Pemukiman Kumuh Ini Jadi Sasaran Empuk Corona

News | Rabu, 22 April 2020 | 09:18 WIB

Terkini

Terjebak Situasi Right Person Wrong Time? Film Tune In for Love Punya Jawabannya

Terjebak Situasi Right Person Wrong Time? Film Tune In for Love Punya Jawabannya

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Pemerintah Tawarkan 25 Hektare  Lahan Pertanian ke Warga Rempang

Pemerintah Tawarkan 25 Hektare Lahan Pertanian ke Warga Rempang

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Shin Tae-yong Buat Persija Menggila, PSIM Yogyakarta Dihajar Empat Gol Tanpa Balas

Shin Tae-yong Buat Persija Menggila, PSIM Yogyakarta Dihajar Empat Gol Tanpa Balas

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Kabut Asap Kepung Palembang: Jarak Pandang Sisa 500 Meter, 15 Penerbangan Lumpuh

Kabut Asap Kepung Palembang: Jarak Pandang Sisa 500 Meter, 15 Penerbangan Lumpuh

Sumsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49 WIB

AS Kehilangan 81 Pesawat Tempur akibat Iran, Rugi Fantastis hingga Rp58,99 Triliun

AS Kehilangan 81 Pesawat Tempur akibat Iran, Rugi Fantastis hingga Rp58,99 Triliun

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:48 WIB

7 Arti Mimpi Mantan Datang ke Rumah dan Mengajak Balikan

7 Arti Mimpi Mantan Datang ke Rumah dan Mengajak Balikan

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Tak untuk Umum! DKI Operasikan 37 Bus Sekolah Khusus Disabilitas di 10 Rute

Tak untuk Umum! DKI Operasikan 37 Bus Sekolah Khusus Disabilitas di 10 Rute

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Diserbu 8.500 Pengunjung, Festival Kue Bulan Ini Tawarkan Pengalaman Budaya yang Berbeda

Diserbu 8.500 Pengunjung, Festival Kue Bulan Ini Tawarkan Pengalaman Budaya yang Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:41 WIB

Bawa 23 Pemain, PSMS Medan Incar Kemenangan di Markas PSPS

Bawa 23 Pemain, PSMS Medan Incar Kemenangan di Markas PSPS

Sumut | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, BPBD Lampung: Belum Ada Dampak Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, BPBD Lampung: Belum Ada Dampak Abu Vulkanik

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:40 WIB

×