AS Setop Dana untuk WHO, China Malah Tambah Donasi Rp 466 Miliar

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 24 April 2020 | 12:15 WIB
AS Setop Dana untuk WHO, China Malah Tambah Donasi Rp 466 Miliar
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

Suara.com - Disaat Presiden Donald Trump mengehentikan pendanaan untuk WHO, China malah justru menambah jumlah dana yang ditujukan pada badan kesehatan dunia tersebut.

Melansir China Daily, China telah memutuskan untuk menyumbangkan 30 juta dollar atau sekitar Rp 466 miliar tambahan kepada Organisasi Kesehatan Dunia untuk menanggulangi COVID-19, dan mendukung negara-negara berkembang dalam meningkatkan sistem kesehatan mereka.

Sebelumnya China sudah menyumbangkan 20 juta dollar atau sekitar Rp 310 miliar kepada WHO untuk mengatasi virus tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Geng Shuang mengatakan bahwa dunia berada pada tahap penting dalam memerangi pandemi virus corona, dan dukungan bagi WHO berarti membela multilateralisme dan menegakkan otoritas PBB.

Geng Shuang juga menambahkan, donasi dari China tersebut menunjukkan dukungan dari pemerintah dan rakyat China untuk WHO. Serta kepercayaan mereka pada organisasi kesehatan tersebut, kata Geng pada konferensi pers harian.

Keputusan tersebut diambil kurang dari dua minggu setelah Donald Trump mengumumkan akan menghentikan sementara pendanaan terhadap WHO, sementara banyak negara lain telah menyuarakan dukungan mereka untuk organisasi tersebut.

Pemerintah China juga berharap untuk bekerja sama dengan semua pihak dalam brjuang melawan virus ini, dan berkontribusi pada pembangunan masa depan bersama bagi umat manusia.

Pada kesempatan yang sama, Geng juga menyatakan tidak ada lagi "pasar basah satwa liar" di China. Pemerintah telah melarang perburuan ilegal, perdagangan, transportasi dan konsumsi satwa liar oleh undang-undang.

Geng membuat pernyataan tersbeut setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meminta China untuk menutup pasar hewan tersebut secara permanen dalam pernyataan persnya pada peringatan 50 tahun Hari Bumi pada hari Rabu.

baca juga

"Konsep 'pasar basah' tidak ada di Cina. Lebih umum di negara ini adalah pasar hasil pertanian, pasar unggas hidup dan pasar makanan laut, di mana produk segar, termasuk daging, ikan dan sayuran diperdagangkan," jelas juru bicara tersebut.

"Pasar ini tidak hanya ada di Cina, tetapi tersebar luas di banyak negara Asia Tenggara dan negara berkembang," tambah Geng.

Pasar-pasar ini memiliki kaitan erat dengan kehidupan masyarakat setempat, dan operasi mereka tidak dibatasi oleh hukum internasional, tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Minta Pembatasan Sosial Selama Ramadan Sama Seperti saat Paskah

Trump Minta Pembatasan Sosial Selama Ramadan Sama Seperti saat Paskah

Video | Jum'at, 24 April 2020 | 03:15 WIB

Tanggapi Ancaman Trump, Iran: Hancurkan Teroris Amerika di Teluk Persia

Tanggapi Ancaman Trump, Iran: Hancurkan Teroris Amerika di Teluk Persia

News | Kamis, 23 April 2020 | 20:42 WIB

Perangi Pandemi COVID-19, Australia Desak G20 Tutup Pasar Hewan Liar

Perangi Pandemi COVID-19, Australia Desak G20 Tutup Pasar Hewan Liar

News | Kamis, 23 April 2020 | 19:06 WIB

Terkini

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:55 WIB

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:34 WIB

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:30 WIB

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:39 WIB

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:32 WIB

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:26 WIB

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:39 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB