alexametrics

Survei saat Wabah Corona, Prabowo dan Anies Dijagokan Maju Pilpres 2024

Pebriansyah Ariefana
Survei saat Wabah Corona, Prabowo dan Anies Dijagokan Maju Pilpres 2024
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Dr. Suyoto Pusat Rehabilitasi Kemhan di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2020).

Survei itu dilakukan saat wabah virus corona oleh Polmatrix Indonesia.

Suara.com - Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dijagokan maju di Pemilihan Presiden 2024 atau Pilpres 2024. Survei itu dilakukan saat wabah virus corona oleh Polmatrix Indonesia.

Dalam survei itu disebutkan ada enam gubernur menguasai elektabilitas calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang, bahkan elektabilitas PDI Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menguat.

"Pemilu 2024 diprediksi menjadi pertarungan elite baru produk pilkada langsung, di mana figur gubernur menguasai enam besar elektabilitas calon presiden," kata Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia, Dendik Rulianto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, dengan habisnya masa pemerintahan Presiden Jokowi pada 2024, tersisa Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang masih berpeluang maju kembali. Prabowo menempati urutan pertama dengan 18,9 persen, sementara Sandiaga berada diurutan keempat 8,6 persen.

Baca Juga: Gegana Sisir Lokasi Prabowo Kena Ledakan Tabung Gas

Namun, keduanya akan ditantang oleh figur-figur kepala daerah yang pengaruh politiknya terus meningkat, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menempati posisi kedua sebesar 13,7 persen. Ganjar bersaing ketat dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (12,8 persen), yang sering diunggulkan sebagai capres kuat.

Posisi kelima dan keenam dikuasai oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (7,9 persen) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (5,6 persen). Di bawahnya terdapat figur Tri Rismaharini (3,0 persen) dan Nurdin Abdullah (1,0 persen).

Menurut Dendik, fenomena tingginya elektabilitas elite baru berlatar belakang kepala daerah membuktikan berjalannya proses demokrasi dan desentralisasi di Indonesia. Posisi mereka sebagai pemimpin pemerintahan di daerah membuat tingkat kedekatan dengan masyarakat yang lebih kuat dibandingkan dengan figur-figur elite politik nasional.

"Sebut saja figur Ketua DPR Puan Maharani yang kerap disebut-sebut sebagai penerus kepemimpinan di PDIP hanya meraih elektabilitas 1,1 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono ketua umum baru Demokrat sebesar 2,7 persen," kata Dendik.

Baca Juga: Prabowo Patah Kaki Sebelah Kanan Kena Ledakan Tabung Gas

Di antara menteri Jokowi, terdapat nama Erick Thohir (3,6 persen) dan Mahfud MD (1,6 persen).

Komentar