Kasus Covid-19 Lampaui China, India Perpanjang Lockdown Hingga 31 Mei

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 18 Mei 2020 | 11:57 WIB
Kasus Covid-19 Lampaui China, India Perpanjang Lockdown Hingga 31 Mei
Seorang dokter melakukan tes swab virus Corona Covid-19 terhadap warga pemukiman kumuh di Dharavi, Mumbai, India, Kamis (16/4/2020). [AFP/Indranil Mukherjee]

Suara.com - India sebagai salah satu negara di Asia yang sangat terdampak akhirnya memperpanjang masa pembatasan wilayah atau lockdown. Awal diterapkan pada 25 Maret kemudian diperpanjang hingga akhir Mei.

Menyadur Al Jazeera, India akan memperpanjang masa lockdown hingga 31 Mei dalam rangka membatasi penularan virus corona. Selain itu, jumlah kasus yang sudah melebihi China dan terjadi bentrok antara migran dan polisi juga menjadi salah satu alasan.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, sekolah, tempat perbelanjaan, dan tempat-tempat umum lainnya sebagian besar tetap ditutup, meskipun peraturan akan dilonggarkan di beberapa daerah dengan jumlah kasus yang rendah.

"Aturan baru akan memungkinkan relaksasi dalam pembatasan wilayah," ujar kementerian melalui akun Twitter.

Pertemuan besar masih dilarang, kecuali di luar zona dengan jumlah kasus aktif yang tinggi semua kegiatan akan diizinkan. Hal tersebut berpotensi memungkinkan perdagangan dan industri dibuka kembali di beberapa wilayah negara.

Ketentuan tentang penetapkan zona pembatasan akan diputuskan oleh otoritas distrik.

Hingga kini India telah melaporkan kasus lebih banyak kasus dari China, meskipun kematiannya tetap jauh lebih rendah dari China. Menurut data Worldometers, kasus positif di India hingga Senin (18/05) berjumlah 96.169, lebih tinggi dari China dengan 82.954 kasus.

Lockdown di India juga memicu krisis bagi ratusan juta orang India yang bergantung pada upah harian untuk bertahan hidup. Kondisi tersebut memicu banyak migran yang berusaha untuk kembali ke desa dengan perjalanan yang melelahkan, bahkan ada yang berjalan kaki atau menumpang truk.

Di Rajkot di negara bagian barat Gujarat, lebih dari 1.500 pekerja migran memblokir jalan, merusak puluhan kendaraan dan melemparkan batu ke polisi pada hari Minggu (17/05), setelah dua kereta khusus yang seharusnya membawa mereka pulang dibatalkan.

baca juga

"Para buruh tidak berkumpul untuk tujuan kekerasan. Dua atau tiga kereta telah dijadwal ulang, tetapi para pekerja salah mengerti bahwa kereta telah dibatalkan dan terpaksa melakukan kerusuhan," kata Balram Meena, kepala polisi Rajkot, kepada media setempat.

"Kami tengah mengidentifikasi orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan tersebut," tambah Meena.

Pada Sabtu (16/05) terjadi kecelakaan yang menimpa sebuah truk yang membawa puluahn migran, setidaknya 23 migran tewas pada kecelakaan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi! India Perpanjang Masa Lockdown Corona Hingga 31 Mei

Lagi! India Perpanjang Masa Lockdown Corona Hingga 31 Mei

News | Senin, 18 Mei 2020 | 11:18 WIB

Kiper Bali United Samuel Reimas Bertahan Sendirian di Mes

Kiper Bali United Samuel Reimas Bertahan Sendirian di Mes

Bola | Senin, 18 Mei 2020 | 11:07 WIB

Peneliti: Virus Corona Pertama di Wuhan Bukan dari Hewan, tapi Manusia

Peneliti: Virus Corona Pertama di Wuhan Bukan dari Hewan, tapi Manusia

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 11:27 WIB

Terkini

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Banten | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:30 WIB

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:25 WIB

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

News | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Video | Senin, 28 September 2026 | 17:22 WIB

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

News | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

×