Badai Amphan Hantam India dan Bangladesh di Tengah Pandemi COVID-19

Syaiful Rachman

Rabu, 20 Mei 2020 | 20:57 WIB
Badai Amphan Hantam India dan Bangladesh di Tengah Pandemi COVID-19
Penampakan Badai Amphan yang dikeluarkan NASA, Rabu (20/5/2020). [AFP]

Suara.com - Badai Amphan disertai hujan deras, angin kencang, dan gelombang laut tinggi menghantam wilayah timur India dan Bangladesh pada Rabu (20/5/2020), di tengah situasi dan upaya dua negara tersebut menghadapi pandemi virus corona COVID-19.

Menteri Muda untuk Manajemen Bencana Bangladesh Enamur Rahman menyebut sekitar 2,4 juta orang di distrik paling rawan telah dievakuasi ke lebih dari 15.000 tempat pengungsian sebelum badai terjadi.

"Cukup sulit mengevakuasi penduduk sementara kita juga menjaga pembatasan jarak. Kami bahkan telah menggandakan angka jangkauan pusat badai untuk memastikan jarak aman dan kebersihan terjaga," kata Rahman.

Pejabat Bangladesh lainnya menyatakan bahwa mereka juga telah memindahkan ratusan pengungsi Rohingya, yang datang dari Myanmar dan tinggal di pulau rawan banjir di kawasan Teluk Benggala, ke tempat pengungsian lain.

Badai Amphan menghantam warga di pantai Teluk Bengal, Bangladesh, Rabu (20/5/2020). [AFP]
Badai Amphan menghantam warga di pantai Teluk Bengal, Bangladesh, Rabu (20/5/2020). [AFP]

Di sisi lain, lahan pertanian dan perkebunan warga kemungkinan besar rusak karena tersapu badai. Sebelumnya, para petani diminta untuk memindahkan hasil pertanian dan ratusan ribu hewan ternak mereka ke dataran yang lebih tinggi.

"Untungnya, masa panen padi sudah hampir usai. Namun tetap saja badai ini meninggalkan jejak kerusakan," ujar pejabat senior di Kementerian Pertanian Bangladesh Mizanur Rahman Khan.

Departemen Meteorologi India menyatakan bahwa badai itu mulai menyapu daratan pada pukul 15.00 waktu setempat, setelah sempat berputar-putar selama beberapa hari di Teluk Benggala hingga kemudian menjadi badai topan terkuat yang melanda kawasan itu dalam sepuluh tahun terakhir.

Pejabat India di wilayah Odisha dan Benggala Barat menyebut bahwa angin kencang telah merusak atap bangunan dan menumbangkan pohon serta membengkokkan tiang listrik sehingga memutus aliran listrik ke sejumlah area.

Badai Amphan menghantam warga di pantai Teluk Bengal, Bangladesh, Rabu (20/5/2020). [AFP]
Badai Amphan menghantam warga di pantai Teluk Bengal, Bangladesh, Rabu (20/5/2020). [AFP]

Sementara pejabat di Kementerian Dalam Negeri India mengatakan otoritas Odisha dan Benggala Barat itu mengalami kesulitan untuk menempatkan ribuan penduduk karena lokasi pengungsian banyak digunakan sebagai pusat karantina pasien ODP COVID-19.

baca juga

Sejumlah lokasi pengungsian tambahan sedang disiapkan di pasar-pasar dan gedung pemerintahan dengan dana bantuan untuk tetap menjaga pembatasan sosial, di samping masker yang dibagikan secara cuma-cuma.

Pihak kepolisian Benggala Barat menyebut beberapa warga menolak dievakuasi ke lokasi pengungsian karena khawatir terinfeksi virus corona, dan beberapa warga lainnya tidak ingin meninggalkan hewan ternak mereka.

"Kami sampai harus memaksa penduduk untuk meninggalkan rumah, meminta mereka mengenakan masker dan menempatkan mereka di gedung pemerintahan," kata seorang pejabat polisi Kolkata, ibu kota Benggala Barat, seperti dikutip Antara dari Reuters.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut

WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Ngebet Ikut FIFA ASEAN Cup 2026, Bangladesh Mau Jadikan Timnas Indonesia Target Pemanasan

Ngebet Ikut FIFA ASEAN Cup 2026, Bangladesh Mau Jadikan Timnas Indonesia Target Pemanasan

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:44 WIB

Bareskrim Ungkap Modus Pengolahan Emas Ilegal di Apartemen Sunter

Bareskrim Ungkap Modus Pengolahan Emas Ilegal di Apartemen Sunter

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Negara Ranking 181 Ini Diminta Gantikan India Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Negara Ranking 181 Ini Diminta Gantikan India Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Hidup Gen Z Makin Susah, Cuma Pakai 5 Persen Gaji Buat Healing Bulanan

Hidup Gen Z Makin Susah, Cuma Pakai 5 Persen Gaji Buat Healing Bulanan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:25 WIB

India Mundur, Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

India Mundur, Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:18 WIB

Alasan India Lebih Pilih Brasil Dibanding Timnas Indonesia, Rela Batal Ikut FIFA ASEAN Cup 2026

Alasan India Lebih Pilih Brasil Dibanding Timnas Indonesia, Rela Batal Ikut FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Gen Z Putus Asa dan Stres Susah Cari Kerja, 40 Persen Sarjana Jadi Pengangguran di India

Gen Z Putus Asa dan Stres Susah Cari Kerja, 40 Persen Sarjana Jadi Pengangguran di India

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:39 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×