Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 05 Oktober 2026 | 21:11 WIB
Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI
Pernyataan sikap Forum Cik Ditiro di Selasar UII Yogyakarta, Senin (5/10/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Forum Cik Ditiro menyatakan TNI mengalami kemunduran serius karena keterlibatan prajurit dalam politik praktis dan proyek sipil pada Senin, 5 Oktober 2026.
  • Masduki menilai UU No. 3/2025 membuka peluang militer menduduki jabatan birokrasi sipil serta memicu intimidasi terhadap masyarakat kritis.
  • Forum Cik Ditiro mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan politisasi TNI, merevisi undang-undang, dan menarik prajurit ke barak.

Suara.com - Forum Cik Ditiro menyoroti sederet persoalan TNI yang belum sepenuhnya terselesaikan hingga peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-81.

Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) sekaligus inisiator Forum Cik Ditiro, Masduki, menilai bahwa kondisi TNI saat ini tengah mengalami kemunduran serius dan berisiko kembali ke pola-pola otoritarianisme masa Orde Baru.

Fenomena tersebut ditandai dengan makin kuatnya gejala militerisme dan keterlibatan prajurit dalam ranah politik praktis serta berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di luar fungsi utama pertahanan negara.

"TNI kita ini mengalami kemunduran. Kalau filosofi TNI itu kan dia menjadi alat pertahanan negara. Dalam konstitusi dia diatur kan, bahwa dia bekerja di bawah sipil tapi yang terjadi sebaliknya," kata Masduki ditemui usai diskusi Forum Cik Ditiro, Peringatan! 81 Dikomando, Senin (5/10/2026).

Keterlibatan aktif tentara dalam urusan sipil seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai sebagai bentuk kompensasi atas pembentukan basis kekuasaan politik.

Forum Cik Ditiro mencatat bahwa dalam proyek MBG saja, TNI memiliki sedikitnya 452 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keterlibatan ini bahkan telah memicu persoalan hukum menyusul penetapan perwira menengah TNI sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Agung.

"Jadi ini ada indikasi TNI kita kembali ke era orde baru, mereka direkonstruksi sebagai bagian dari alat kekuasaan Prabowo, lalu kompensasinya mereka dikasih banyak proyek seperti MBG, KDMP. Lalu mereka jadi sibuk untuk ngurusi yang tidak relevan," tuturnya.

Penumpukan peran militer di ranah domestik ini tidak hanya mengaburkan batas fungsi pertahanan dan sipil. Lebih dari itu turut dinilai merusak tatanan internal prajurit secara mendasar.

Langkah pengesahan perubahan Undang-Undang TNI melalui UU No. 3/2025 disinyalir kian memperparah keadaan dengan memberi jalan legal bagi penempatan militer di jabatan-jabatan birokrasi sipil.

baca juga

Menurut Forum Cik Ditiro, normalisasi peran tentara dalam urusan birokrasi, pembangunan, hingga pengamanan kemasyarakatan berdampak langsung pada meningkatnya intimidasi dan kriminalisasi terhadap masyarakat yang kritis.

"Ya pertama harus ada komitmen untuk reformasi total. Yang kedua kan undang-undang TNI itu perlu direvisi lagi. Karena sebetulnya kemarin tuh revisinya kan malah membuat TNI lebih terjebak pada posisi-posisi yang tidak relevan, kayak membuka keran loncat pagar dari posisi militer ke sipil," ucapnya.

Guna mencegah penyalahgunaan kekuasaan militer demi kepentingan politik praktis, Masduki mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera menghentikan ambisi politisasi institusi militer dan menarik kembali prajurit ke barak.

"Prabowo harus segera melepas ambisinya untuk menjadikan TNI sebagai aparat politik atau politisasi TNI. Ini berbahaya, berbahaya bagi negara," ujarnya.

Kritik tajam turut diarahkan pada pergeseran doktrin serta solidaritas internal TNI yang dinilai makin eksklusif dan kontraproduktif terhadap prinsip-prinsip demokrasi sipil serta penegakan hak asasi manusia.

Di Papua, penumpukan puluhan ribu personel militer non-organik berbanding lurus dengan melonjaknya jumlah pengungsi warga lokal dan timbulnya berbagai dugaan pelanggaran HAM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catatan Kritis HUT ke-81 TNI: Pemekaran 204 Satuan Baru Dinilai Melenceng dari Arah Reformasi

Catatan Kritis HUT ke-81 TNI: Pemekaran 204 Satuan Baru Dinilai Melenceng dari Arah Reformasi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:24 WIB

PDU TNI Disebut Mirip Seragam Korut, Panglima Beri Penjelasan

PDU TNI Disebut Mirip Seragam Korut, Panglima Beri Penjelasan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Gestur Presiden Prabowo ke SBY Bikin Jokowi Kikuk Mati Gaya, Mimik Ayah Gibran Viral

Gestur Presiden Prabowo ke SBY Bikin Jokowi Kikuk Mati Gaya, Mimik Ayah Gibran Viral

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Bukan Operasi Militer Penuh, Menko Dudung Pilih Pendekatan Kultural di Papua

Bukan Operasi Militer Penuh, Menko Dudung Pilih Pendekatan Kultural di Papua

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:03 WIB

'Catatan Merah' Kontras di HUT ke-81 TNI: Ratusan Kekerasan Prajurit, Angkatan Darat Terbanyak

'Catatan Merah' Kontras di HUT ke-81 TNI: Ratusan Kekerasan Prajurit, Angkatan Darat Terbanyak

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan

Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:15 WIB

HUT ke-81 TNI, DPR Ingatkan Modernisasi Alutsista Tak Sekadar Soal Kecanggihan

HUT ke-81 TNI, DPR Ingatkan Modernisasi Alutsista Tak Sekadar Soal Kecanggihan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Terkini

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Panja Komisi IX Rampungkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Draf Akhir 23 Bab 313 Pasal

Panja Komisi IX Rampungkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Draf Akhir 23 Bab 313 Pasal

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Biar Mata Panda Nggak Bikin Makeup Abu-Abu, Catat Trik Pakai Corrector Orange Ini

Biar Mata Panda Nggak Bikin Makeup Abu-Abu, Catat Trik Pakai Corrector Orange Ini

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Harga Bahan Makanan Naik Drastis, Emak-emak di Siak: Benar-benar Harus Ngirit

Harga Bahan Makanan Naik Drastis, Emak-emak di Siak: Benar-benar Harus Ngirit

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:58 WIB

Aktivis BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Amnesty Singgung Kapolri Baru

Aktivis BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Amnesty Singgung Kapolri Baru

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:53 WIB

Pembiayaan Kendaraan Listrik Melonjak 34,67 Persen

Pembiayaan Kendaraan Listrik Melonjak 34,67 Persen

Otomotif | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Timnas Indonesia Masih 0-0, Presiden Prabowo Senyum Tipis, Muka Erick Thohir Tegang

Timnas Indonesia Masih 0-0, Presiden Prabowo Senyum Tipis, Muka Erick Thohir Tegang

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Yusril Buka Suara Soal Dugaan Pesta Sabu di Rutan Depok

Yusril Buka Suara Soal Dugaan Pesta Sabu di Rutan Depok

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Indosat 5G di Pekanbaru, Bikin Streaming hingga Gaming Lancar Jaya

Indosat 5G di Pekanbaru, Bikin Streaming hingga Gaming Lancar Jaya

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Dipimpin Dasco, DPR Gelar Rapat Khusus Bahas RUU Perlindungan Ketenagakeraan Malam Ini

Dipimpin Dasco, DPR Gelar Rapat Khusus Bahas RUU Perlindungan Ketenagakeraan Malam Ini

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:29 WIB

×